taksi online ganjil genap- rumah123.com Taksi Online Tetap Terkena Sistem Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap. Transportasi Massal Seperti MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jadi Pilihan untuk Pergi Pulang ke Tempat Beraktivitas (Foto: Rumah123/Getty Images)

Sistem pembatasan ganjil genap tetap berlaku untuk taksi online. Saatnya untuk menggunakan transportasi massal di area ganjil genap.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memperluas sistem pembatasan kendaraan ganjil genap pada awal September 2019. Uji coba di kawasan perluasan sudah dimulai sejak awal Agustus 2019.

Kalau sebelumnya hanya ada sembilan ruas jalan yang menerapkan sistem ganjil genap, maka dalam perluasan ada tambahan 16 ruas jalan. Secara keseluruhan ada 25 ruas jalan di Jakarta yang menerapkan ganjil genap.

Baca juga: Akses Sulit ke RSCM Lantaran Sistem Ganjil Genap? Ini Dia Jalur Alternatifnya

Laman berita online CNN Indonesia pada Selasa (3/9/2019) melansir bahwa Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta memastikan tidak akan memberikan stiker penanda khusus bagi taksi online di Jakarta terkait kebijakan perluasan sistem pembatasan kendaraan ganjil genap.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan hal ini terjadi lantaran DKI Jakarta tidak mempunyai kewenangan mengenai pemberian label khusus. Dia melanjutkan bahwa Pemprov DKI tidak dapat memberikan penandaan tertentu untuk angkutan sewa khusus atau angkutan berbasis online.

Ada putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengatur hal itu. Dalam putusan MA tersebut, penandaan khusus untuk taksi online tidak diperbolehkan walau pun plat nomor polisi taksi online sama dengan kendaraan pribadi lainnya yaitu berwarna hitam.

Baca juga: Ingat Ya, Ganjil Genap Juga Berlaku di 28 Exit Jalan Tol, Ini Dia Daftarnya

“Berdasarkan putusan Mahakamah Agung penandaan tidak diperbolehkan, dan pernyataan MA ini sudah diejawantahkan oleh Pak Menteri Perhubungan langsung dalam Peraturan Menteri Nomor 118 tahun 2018,” ujar Syafrin.

Syafrin menjelaskan Peraturan Kementerian Perhubungan ini telah meliputi mengenai angkutan sewa khusus. Dalam peraturan tersebut dijelaskan kalau tidak ada penataan khusus bagi angkutan sewa khusus atau angkutan online.

Wacana Taksi Online Tidak Terkena Sistem Ganjil Genap

Saat memulai uji coba perluasan sistem ganjil genap, ada wacana kalau taksi online tidak masuk ke dalamnya. Namun, kritikan muncul dari sejumlah kalangan lantaran hal ini tidak mencerminkan keadilan.

Hal ini bisa berdampak kalau para pemilik kendaraan bermotor akan bergabung dengan taksi online sehingga perluasan sistem ganjil genap tidak bisa berjalan lancar.

Sebelumnya, sejumlah pengemudi taksi online sempat berdemo di depan Balai Kota Jakarta. Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengeluarkan stiker, label, atau penanda khusus bagi taksi online agar tidak terkena sistem ganjil genap.

Saatnya Beralih ke Transportasi Massal

Sebelum menerapkan perluasan sistem ganjil genap, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah melakukan kajian. Jalan yang masuk dalam sistem ini telah dilalui oleh transportasi massal.

Bagi kamu yang terbiasa membawa mobil pribadi atau menggunakan taksi online, saatnya untuk beralih ke transportasi massal. Ada sejumlah pilihan transportasi massal.

BRT (Bus Rapid Transit) Transjakarta telah beroperasi di seluruh jalan yang masuk sistem. Sementara MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) fase I Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia telah beroperasi di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan M.H. Thamrin.

Baca juga: Ganjil Genap Diperluas, Jalan Mana Saja yang Masuk Daftar?

Pilihan lainnya adalah Mikrotrans, angkutan perkotaan (angkot) yang menjadi feeder (pengumpan) bagi Transjakarta. Transjakarta telah memiliki lebih dari 1.200 unit angkot Mikrotrans.

Nantinya, LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) akan mulai diuji coba pada 2020 dan direncanakan beroperasi secara komersial mulai 2021 mendatang. LRT Jabodebek juga beroperasi pada kawasan pemberlakuan sistem ganjil genap.

Bagikan: 854 kali