Moscow, Rusia (Rumah123/Telegraph)

Belum sanggup beli hunian atau lebih menemukan hunian yang cocok? Ada baiknya memang menyewa hunian, entah itu apartemen atau rumah.

Harga sewa hunian sudah pasti berbeda di setiap tempat. Namun, pernah membayangkan kalau harga sewa hunian di ibu kota Rusia, Moscow termasuk nomor dua terendah di dunia?  Kota ini juga menjadi kota dengan harga sewa paling murah di benua Eropa.

Baca juga: Berapa Lama Generasi Milenial Nabung DP Rumah? 32 Tahun!

Moscow memang menjadi yang paling rendah setelah ibu kota Malaysia, Kuala Lumpur. Laman properti Rentcafe melansir tulisan berdasarkan riset yang dibuat oleh perusahaan konsultan PricewaterhouseCoopers.

Konsultan asal Inggris ini melakukan riset untuk mengetahui besaran pendapatan pekerja dan juga besar sewa hunian di sebuah kota. Riset ini dilakukan di 30 kota besar dunia yang berada di lima benua.

Baca juga: Mau Tau Kota dengan Harga Sewa Hunian Paling Murah?

PricewaterhouseCoopers mengungkapkan berapa rata-rata penghasilan pekerja di sebuah kota, rata-rata harga sewa hunian, dan rasio dari gaji yang dihabiskan untuk sewa hunian.

Dalam riset ini ada tiga kategori, pertama, 0 hingga 30 persen tergolong murah. Kedua, 31 hingga 50 persen termasuk menengah, sedangkan ketiga, di atas 51 persen tergolong mahal.

Baca juga: Kenaikan Harga Hunian Mewah Tembus 35 Persen, Buruan Investasi Properti!

Rata-rata penghasilan para pegawai di Moscow hanya 29.200 dollar AS (Rp396 juta). Beruntung kalau rata-rata harga sewa hunian hanya 6.240 dollar AS (Rp84 juta). Rasio perbandingan antara pendapatan dan sewa hanya 22 persen. Seorang karyawan hanya perlu mengeluarkan 22 persen dari penghasilannya untuk menyewa hunian.

Milan juga tergolong ramah bagi para penyewa di Eropa. Rata-rata penghasilan pegawai mencapai 42.800 dollar AS (Rp580 juta), sedangkan rata-rata sewa hunian hanya 12.480 dollar AS (Rp174 juta). Perbandingannya pun cuma 29 persen.

Baca juga: Kenaikan Capai Dua Digit, Pertumbuhan Pasar Hunian Mewah Melambat

Kota lainnya yang masih murah adalah Berlin yang merupakan ibu kota Jerman. Rata-rata pendapatan karyawan sebesar 45.800 dollar AS (Rp621 juta) dan rata-rata harga sewa hunian juga hanya 13.560 dollar AS (Rp183 juta). Rasionya hanya 30 persen.

Ibu kota Spanyol, Madrid menjadi kota pertama yang tergolong moderate (menengah). Di kota ini, pegawai mendapatkan rata-rata penghasilan mencapai 42.100 dollar AS (Rp571 juta) per tahun, sedangkan rata-rata harga sewa hunian mencapai 13.680 dollar AS (Rp185 juta). Rasio perbandingannya sebesar 32 persen.

Baca juga: Di Sini Ada 625 Ribu Orang yang Punya Rumah Seharga Rp17,5 Miliar! Mau Gabung Ga?

Stockholm juga menjadi kota selanjutnya dengan sewa hunian tidak tergolong murah. Para karyawan yang berada di ibu kota Swedia ini memiliki penghasilan rata-rata per tahun mencapai 43.100 dollar AS (Rp584 juta) per tahun.

Sedangkan rata-rata harga sewa hunian per tahun mencapai 14.460 dollar AS (Rp196 juta). Rasio perbandingannya tercatat 34 persen.

Baca juga: Kerja 100 Jam Seminggu Buat Nyicil Rumah? Truz Kapan Istirahatnya?

Kota terbesar di Belanda, Amsterdam juga tergolong lumayan mahal. Rata-rata pendapatan per tahun karyawan di kota ini sebesar 50.500 dollar AS (Rp685 juta). Sedangkan rata-rata sewa hunia per tahun menembus angka 17.700 dollar AS (Rp240 juta). Rasionya mencapai 35 persen.

Kota selanjutnya yang termahal adalah London. Agak mengejutkan kalau ibu kota Inggris ini tidak menjadi kota dengan sewa hunian termahal di Eropa.

Baca juga: Milenial Pilih Tinggal di Kawasan Sub Urban, Nah Begini Dong!

Padahal harga hunian di kota ini tergolong mahal, bersaing dengan Monaco, Vienna (Austria), atau Paris (Prancis) di benua Eropa.

Rata-rata pendapatan karyawan di London mencapai 57.700 dollar AS (Rp782 juta), namun harga sewa hunian sudah menembus angka 23.280 dollar AS (Rp315 juta). Jangan heran kalau rasio perbandingannya mencapai 40 persen.

Baca juga: Gaji Kecil, PHK, dan Inflasi Bikin Penjualan Hunian Turun Drastis

Namun, mahalnya London masih kalah dari Paris. Rasio perbandingan harga sewa hunian dengan pendapatan seseorang nyaris mencapai separuhnya.

Seorang pegawai di Paris mendapatkan rata-rata pendapatan mencapai 41.300 (Rp560 juta), namun harga sewa tercatat hingga 19.200 (Rp260 juta). Rasionya mencapai 46 persen. Artinya seorang pegawai sampai harus mengeluarkan nyaris separuh dari pendapatan hanya untuk sewa hunian.

Baca juga: Kawasan Sub Urban Lebih Hidup Karena Pengaruh Milenial, Beneran Lho

By the way, kamu berani pindah ke Paris dan menghabiskan separuh gaji atau nekat tinggal di Moscow? Harga sewa hunian di Moscow hanya 20 persen dari gaji lho. Kalau kamu tahan dingin, ayo aja tinggal di Moscow.

Bagikan:
1109 kali