Foto: Rumah123/Getty
 

Kalau Kredit Pemilikan Rumah (KPR) kamu udah tau kan? Pihak perbankan menyediakan KPR dengan jaminan atau agunan berupa rumah yang akan kamu beli. Lantas, gimana tentang syarat dan ketentuannya, kamu udah tau juga? Coba simak yang berikut ini:

Persyaratan KPR

Secara umum persyaratan dan ketentuan yang diperlakukan oleh bank untuk nasabah, dalam hal ini kamu, sebagai pemohon KPR adalah relatif sama. Baik dari sisi administrasi maupun dari sisi penentuan kreditnya. Untuk mengajukan KPR, sebagai pemohon kamu harus melampirkan:

KTP suami dan atau istri (bila sudah menikah).

Kartu Keluarga (KK).

Keterangan penghasilan atau slip gaji.

Laporan keuangan (untuk wiraswasta).

NPWP Pribadi (untuk kredit di atas Rp100 juta).

SPT PPh Pribadi (untuk kredit di atas Rp50 juta).

Fotokopi sertifikat induk dan atau pecahan (bila membelinya dari developer).

Fotokopi sertifikat (bila jual beli perorangan).

Fotokopi IMB (Izin Mendirikan Bangunan).

Baca juga: Catat! Hal Penting untuk Syarat KPR Terbaru

Biaya Proses KPR

Pada umumnya fasilitas KPR pemohon akan dikenakan beberapa biaya, di antaranya biaya appraisal, notaris, provisi bank, biaya asuransi kebakaran, biaya premi asuransi jiwa selama masa kredit.

Metode Perhitungan Bunga KPR

Secara umum dikenal 3 metode perhitungan bunga, yakni flat, efektif, dan annuitas tahunan dan bulanan. Dalam praktiknya, metode suku bunga yang banyak digunakan adalah suku bunga efektif dan annuitas.

Keuntungan KPR

Kamu sebagai nasabah gak harus menyediakan dana secara tunai untuk membeli rumah. Kamu cukup menyediakan uang muka. Karena KPR memiliki jangka waktu yang panjang, angsuran yang kamu bayar dapat diiringi dengan ekspektasi peningkatan penghasilan. Sehingga, angsuran bisa ditingkatkan agar masa cicilan cepat selesai.

Baca juga: 3 Bulan Lagi Bunga KPR Naik! Beli Rumah Sekarang, It’s Now Or Never!

Hal-Hal yang Perlu Kamu Perhatikan

Kalau kamu beli rumah dari perorangan, pastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan ada IMB sesuai dengan kondisi bangunan yang ada.

Kalau kamu beli rumah dari developer, pastikan bahwa developer tersebut telah mengantongi izin-izin, antara lain: izin peruntukan tanah, izin lokasi, aspek penata-gunaan lahan, Site Plan yang telah disahkan, dan sebagainya. Perhatikan pula prasarana sudah tersedia. Kondisi tanah matang. Sertifikat tanah minimal SHGB atau HGB Induk atas nama developer. IMB Induk.

Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer).

Baca juga: 4 Kiat Lolos KPR Buat Pasangan Muda, Harus Tahu Nih!

Jangan melakukan transaksi jual-beli di bawah tangan, artinya apabila rumah yang akan kamu beli masih dalam status dijaminkan di bank, maka lakukanlah pengalihan kredit pada bank yang bersangkutan dan dibuat akta jual-belinya di hadapan notaris.

Jangan sekali-kali melakukan transaksi pengalihan kredit di bawah tangan, artinya atas dasar kepercayaan saja dan tanda buktinya hanya berupa kuitansi biasa, karena bank tidak mengakui transaksi yang seperti ini.

Bagikan: 1885 kali