Tidak sesulit dulu, cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan di saat pandemi ini ternyata jadi lebih mudah lewat sistem online. Simak caranya berikut!

cara mencairkan bpjs ketenagakerjaan

Sebagai layanan asuransi pekerja nasional, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) menyediakan layanan dan produk terbaik yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, khususnya ketika pandemi COVID-19 ini. 

Di tengah terjadinya PHK di sana-sini, uang yang setiap bulan dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan bisa kamu cairkan dan gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Namun sudah bukan rahasia lagi, jika cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan itu tidak semudah membayarkan angsuran bulanannya. 

Maka dari itu, kamu perlu menyiapkan syarat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan dengan lengkap dan mengikuti prosedur terbaru yang berlaku. 

Simak panduan lengkapnya di sini!

Syarat Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan 

Cara klaim BPJS TK dapat dilakukan oleh karyawan yang mengalami pemberhentian hubungan kerja secara sepihak atau PHK, maupun atas pengunduran diri atas permintaan sendiri. 

Sebelum mengajukan pencairan, ada beberapa persyaratan yang harus kamu lengkapi terlebih dahulu untuk mempermudah proses verifikasi data oleh petugas BPJS nanti. 

Syarat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan yang mengundurkan diri: 

- Kartu BPJS TK asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan tempat peserta bekerja asli (paklaring) dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- KTP asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Buku tabungan atas nama peserta JHT sendiri asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Formulir pencairan klaim JHT yang sudah diisi 

- Foto peserta BPJS Ketenagakerjaan ukuran 2x3 berwarna sebanyak 1 (satu) lembar

Syarat mencairkan BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan yang di-PHK:

- Kartu BPJS TK asli dan fotokopi sebanyak (1 lembar)

- Bukti persetujuan bersama yang telah didaftarkan di pengadilan hubungan industrial atau penetapan pengadilan hubungan industrial (paklaring) 

- KTP asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Buku tabungan atas nama peserta JHT sendiri asli dan fotokopi sebanyak 1 (satu) lembar

- Formulir pencairan klaim JHT yang sudah diisi 

- Foto peserta BPJS Ketenagakerjaan ukuran 2x3 berwarna sebanyak 1 (satu) lembar

Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Online 

Jika seluruh persyaratan di atas sudah kamu lengkapi, cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan selanjutnya adalah dengan mengambil nomor antrian online

Sejak pandemi COVID-19 ini, pihak BPJS turut menerapkan pembatasan new normal dalam sistem pelayanannya guna menghambat penyebaran virus ketika harus datang ke kantor. 

Pihak BPJS pun telah menyiapkan dua opsi yang bisa dipilih oleh peserta untuk mempermudah proses pencairan, secara online dan offline dengan datang ke cabang terdekat. 

Untuk yang offline, kamu tetap harus mengambil nomor antrian secara online yang nantinya akan dipakai ketika menunggu proses pencairan, tentunya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku seperti menjaga jarak, pengecekan suhu tubuh, dan memakai masker.

Ini dia cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan: 

1. Download aplikasi BPJSTK yang tersedia di Google Play Store dan Apple App Store, atau peserta BPJS bisa mengunjungi situs resmi di alamat https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/

2. Masuk ke akun BPJS yang telah dibuat dengan klik tombol ‘Login’ atau buat pendaftaran baru untuk yang belum pernah menggunakan aplikasi sebelumnya. 

3. Saat sudah berhasil masuk, pilih menu 'Klaim Saldo JHT'.

4. Lengkapi kolom informasi sesuai dengan data yang dibutuhkan. 

5. Setelah itu akan muncul pilihan 'Jenis Klaim', peserta dapat memilih salah satu di antaranya, yang meliputi perihal telah mencapai usia pensiun, mengundurkan diri, atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

6. Upload tujuh persyaratan yang telah ditetapkan, lalu klik 'Kirim'.

7. Seluruh dokumen akan diverifikasi oleh petugas dalam kurun waktu maksimal 2x24 jam waktu kerja. Hasil verifikasi akan diberitahukan secara digital melalui WhatsApp, email, SMS atau telepon.

8. Peserta akan menerima uang JHT dalam rekening yang sudah ditentukan sesuai tanggal yang diberitahukan petugas.

Cara mencairkan BPJS Ketenagakerjaan membutuhkan waktu sampai 30 hari atau 1 (satu) bulan sejak tanggal berhenti dari perusahaan. 

Temukan informasi menarik lainnya di artikel.rumah123.com!

Intip juga proyek properti terbaru di South Quarter!

Bagikan:
37892 kali