Superblok CitraPlaza Nagoya di Batam karya PT Ciputra Residence. Foto: SkyscraperCity.com
 

Superblok CitraPlaza Nagoya karya pengembang PT Ciputra Residence diharapkan bisa jadi pendukung kuat Nagoya sebagai magnet baru di Central Business District (CBD) yang merupakan pusat belanja sekaligus destinasi wisata utama di Batam. Peletakkan batu pertama (groundbreaking) CitraPlaza Nagoya dilaksankan di Nagoya City Walk, Batam, Sabtu (25/11/2017).

 

CitraPlaza Nagoya berdiri di  atas lahan seluas 6,3 hektare di lokasi paling strategis. Kawasan Nagoya merupakan jantung perekonomian Batam. Saat ini proyek tersebut masih dalam tahap pre-sale dan pihaknya menawarkan unit apartemen eksklusif. Di atas  lahan seluas 6,3 hektare itu akan dibangun 9 tower apartemen, 1 tower hotel, dan mal yang diperkirakan menelan dana investasi Rp5 triliun.

 

Baca juga: Ciputra Residence Optimistis Biz Home Diserap Pasar

 

"Semua dibangun secara bertahap, termasuk untuk redevelopment pusat perbelanjaan yang sudah ada," kata Direktur PT Ciputra Residence, Hendry Tamzel, seperti dikutip Kompas.com, Minggu (26/11/2017).

 

Menurut Hendry, ada 650 unit apartemen di Tower 1 yang berlantai 31 akan mulai ditawarkan akhir tahun ini. Ada tiga tipe pilihan unit, mulai tipe studio sampai tipe dua kamar tidur dengan harga mulai Rp409 juta hingga Rp1 miliar. "Awal tahun depan mulai pemasaran perdana," katanya.

 

President Director PT Ciputra Residence, Budiarsa Sastrawinata, optimistis apartemen di Batam akan kian diminati karena ada pergeseran orientasi hunian dari landed house ke high-rise building. Hal ini disinyalir karena dekatnya jarak antara Batam dengan Singapura.

 

Baca juga: BRI Tawarkan KPR/KPA Menarik untuk Proyek Tertentu Besutan Ciputra, Mau?

 

Menurutnya, optimisme itu juga didorong bergairahnya ekonomi yang indikatornya tampak, yakni mulai tumbuhnya beberapa industri baru semisal digital dan maintenance, Repairing and Overhaul Operation (MRO) pesawat terbang, serta sektor pariwisata yang cenderung terus meningkat.

 

"Potensi apresiasi harganya yang masih sangat tinggi serta regulasi kepemilikan properti orang asing yang semakin terbuka. Batam juga mulai berubah yang semula bertumpu pada sektor industri sekarang mengarah ke bisnis digital," ujar Budiarsa.

 

Menurutnya, saat ini adalah momentum memasuki pasar apartemen di Batam. "Semua sudah ada di situ dan sudah jadi perhatian publik mulai belanja, kuliner, hiburan, dan gaya hidup.”

Bagikan:
1210 kali