suku bunga acuan BI- rumah123.com Bank Indonesia Menurunkan Suku Bunga Acuan Pada Juli 2019. Hal Ini Bisa Berdampak Positif Terhadap Industri Properti Dengan Meningkatnya Permintaan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan pada Juli 2019 lalu. Hal ini diharapkan bisa membangkitkan lagi industri properti nasional.

Seperti dikutip dari situs berita online Kompas.com, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan BI 7 Days Reverse Repo Rate (BI7DRRR). Keputusan ini diambil setelah ada pertemuan Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta pada 17-18 Juli 2019.

BI menurunkan suka bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) dari 6,00 persen menjadi 5,75 persen. Bank sentral ini sempat mempertahankan suku bungan acuan sebesar 6,00 persen sejak November 2018 lalu.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Turun, Apa Artinya Buat Kamu?

Gubernur BI, Perry Warjiyo menyatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan pada rendahnya perkiraan inflasi ke depan dan juga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi.

“Setelah memertimbangkan berbagai assessment dan perkirakan tersebut, baik global maupun domestik, Rapat Dewan Gubernur BI pada tanggal 17 dan 18 juli 2019 memutuskan untuk menurunkan BI 7 Days Reverse Repo Rate 25 bps menjadi 5,75 persen,” ujar Perry.

Perry melanjutkan bahwa di tengah kondisi ketidakpastian pasar keuangan global yang menurun, namun stabilitas eksternal Indonesia tetap terkendali. BI akan menjaga kebijakan makroprudensian supaya tetap akomodatif guna mendorong penyaluran kredit perbankan.

Baca juga:  Suku Bunga KPR 1 Persen, Jangka Waktu 30 Tahun, Yuk Beli Rumah di Sini

Penurunan suku bunga acuan oleh BI ini diharapkan bisa membuat industri dan pasar properti kembali bangkit. Setelah beberapa waktu, bank-bank nasional akan menurunkan suku bunga produk perbankan, salah satunya KPR (Kredit Pemilikan Rumah).

Selain itu, pemilihan presiden dan pemilihan umum telah usai. Suasana politik semakin kondusif, para pembeli dan juga investor properti mulai berinvestasi lagi.

Penurunan Suku Bunga Acuan Akan Berdampak Positif

“Pemilihan presiden telah usai, sudah ada penetapan dari MK (Mahkamah Konstitusi). Penurunan suku bunga akan berdampak positif. Penjualan akan naik lagi dengan penurunan suku bunga ini,” ujar President Director Qodau Sukses Propertindo, Benoit Giroux.

Qodau Sukses Propertindo merupakan anak perusahaan dari developer Premier Qualitas Indonesia. Perusahaan pengembang ini membangun Premier Estate 2, hunian tapak yang berada Bekasi.

Developer baru saja memperkenalkan tipe terbaru yaitu Eloise, sebuah hunian dua lantai yang dipasarkan dengan harga mulai dari Rp4,4 miliar. Tipe Eloise ini memiliki luas tanah 216 meter persegi dan luas bangunan mencapai 233 meter persergi.

Rumah ini mempunyai empat kamar tidur, empat kamar mandi, dan garasi untuk empat mobil. Selain itu, ada balkon, ruang keluarga, dua dapur yaitu dry kitchen dan wet kitchen, service area yang terpisah dari ruang utama.

Giroux melanjutkan bahwa penurunan suku bunga acuan dan juga selesainya pemilu akan membuat pasar properti terutama penjualan unit rumah di proyeknya bisa terserap pasar. Penurunan suku bunga membuat konsumen semakin tertarik untuk membeli.

“Sebanyak 60 persen memang menggunakan KPR,” kata Giroux lagi. Pembayaran melalui skema KPR memang masih mendominasi. Dia juga optimistis dan percaya diri sekali dengan kondisi seperti ini, apalagi melihat antusiasme pasar properti.

Baca juga: Penurunan Suku Bunga BI Tingkatkan Potensi Pasar Properti

Bagikan: 866 kali