suku bunga acuan, bunga kpr- rumah123.com Bank Indonesia Telah Menurunkan Suku Bunga Acuan Sebanyak Tiga Kali Sejak Juli 2019. Namun, Bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) Masih Dinilai Tinggi (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan tiga kali, namun suku bunga KPR dinilai masih tinggi dan memberatkan nasabah yang ingin membeli properti.

Untuk ketiga kalinya secara beruntun, Bank Indonesia telah menurunkan suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) sebesar 25 basis point (bps) pada Kamis (19/09/2019). Suku bunga acuan pun turun dari 5,50 persen menjadi 5,25 persen.

Seperti dikutip dari sejumlah media online, keputusan ini diambil dalam Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 18-19 September 2019. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengumumkan penurunan suku bunga.

Baca juga: BI Turunkan Lagi Suku Bunga Acuan Jadi 5,25 Persen, Pasar Properti Bangkit?

Penurunan suku bunga acuan dimulai pada 18 Juli 2019. Bank Indonesia menurunkannya sebesar 25 bps dari 6,00 persen ke 5,75 persen. Suku bunga acuan sebesar 6,0 persen ini bertahan sejak November 2018.

Bank Indonesia menurunkan lagi suku bunga acuan pada 22 Agustus 2019. Bank sentral menurunkan 25 bps dari 5,75 persen ke angka 5,50 persen.

Penurunan terakhir terjadi pada 19 September 2019 lalu. Dalam tiga bulan terakhir, Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga acuan hingga 75 bps.

Penurunan Suku Bunga Oleh Bank Membutuhkan Waktu

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berharap kalau bank-bank juga menurunkan suku bunga deposito dan kredit. Kalau perbankan melakukannya, maka hal ini akan mendorong penyaluran kredit.

Hal ini memang membutuhkan waktu, tetapi Perry meminta perbankan melakukan secepatnya. Dia menyatakan saat kapasitas kredit naik, permintaan kredit juga naik sehingga investasi naik, konsumsi pun naik, dan kemudian pertumbuhan ekonomi naik.

Laman berita online CNBCIndonesia.com melansir data dari Bank Indonesia bahwa bunga kredit sudah turun 18 bps mulai dari Desember 2018 hingga Juni 2019. Lantas pada Juli 2019 hingga Agustus 2019, bunga kredit turun 4 bps.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Turun Dua Kali, Saatnya Investasi Properti

Gubernur Bank Indonesia berharap penurunan lebih. Jika penurunan suku bunga lebih cepat, Perry menyatakan ekonomi akan terus bergerak.

Sementara itu Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial Bank Indonesia Juda Agung menyatakan perbankan akan menyesuaikan penurunan suku bunga. Biasanya, perbankan akan melakukan secara perlahan.

Juda menyatakan secara keseluruhan sudah terjadi penurunan suku bunga deposito dan kredit. Penyesuaian secara menyeluruh memang membutuhkan waktu.

Suku Bunga KPR di Indonesia Memang Tinggi

CNBC Indonesia melansir bahwa suku bunga kredit yang diberikan perbankan di Indonesia memang masih tinggi, angkanya berada di dua angka atau double digit. Sebenarnya, suku bunga kredit perbankan domestik Indonesia lebih tinggi dibandingkan negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Menurut data Suku Bunga Dasar Kredit Perbankan (SBDK) di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) bahwa 10 bank besar memberikan suku bunga KPR (Kredit Pemilikan Rumah) masih di angka 12,5 persen.

Situs berita online Detik.com melansir bahwa bunga KPR di BRI sebesar 9,98 persen, KPR BTN sebesar 10,75 persen, KPR di Bank Mandiri sebesar 10,25 persen, KPR di BNI sebesar 10,50 persen, dan KPR di BCA sebesar 9,90 persen.

Baca juga: BI Kembali Turunkan Suku Bunga Acuan, Bakal Berdampak Positif ke Properti?

Sementara jika melihat data Mortgage Interest Rate Percentages di Asia, suku bunga KPR di Indonesia tergolong tinggi. CNBC Indonesia melansir Indonesia berada di posisi enam dengan rata-rata bunga KPR mencapai 12 persen.

Suku bunga KPR di India sebesar 9,45 persen, Vietnam sebesar 8,85 persen, Thailand sebesar 5,72 persen, Malaysia 4,53 persen, dan bahkan Singapura hanya sebesar 2,5 persen.

Bagikan: 1067 kali