suhu panas- rumah123.com Suhu Panas Melanda Sejumlah Kawasan di Indonesia Termasuk Jakarta. Suhu Bisa Mencapai 37 Derajat Celsius, BMKG Memperkirakan Suhu Panas Ini Berlangsung Hingga Pekan Depan (Foto: Rumah123/Getty Images)

Suhu panas melanda Jakarta dan sejumlah kawasan lainnya di Indonesia. Kondisi ini masih akan berlangsung hingga pekan depan.

Laman berita online Kompas.com melansir bahwa suhu panas melanda kawasan DKI Jakarta sejak Sabtu (19/10/2019). Warga Jakarta pasti merasakan suhu terasa terik dan panas di siang hari. Pada Senin (21/10/2019), suhu tercatat sekitar 36,5 derajat Celsius.

Sementara situs berita online Detik.com menyitir kalau suhu di Semarang mencapai 39,4 derajat Celsius pada Selasa (22/10/2019) pukul 13.00-15.00 WIB (Waktu Indonesia Barat). Data ini diperoleh dari BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika).

Baca juga: Hati-Hati Gaes, Jakarta Dibayangi Cuaca Ekstrem dalam Satu Pekan ke Depan

Detik.com menyatakan suhu ini menjadi yang terpanas sepanjang 37 tahun di ibu kota Provinsi Jawa Tengah tersebut. Warga Semarang yang beraktivitas di luar ruangan mengaku merasakan suhu yang panas.

BMKG memprediksikan kalau suhu udara di Jakarta dan sejumlah kota lainnya masih akan tinggi. Suhu Jakarta pada Rabu (23/10/2019) siang diperkirakan sekitar 35 derajat Celsius.

Suhu Panas Juga Dirasakan di Jawa dan Nusa Tenggara

BMKG melakukan pemantauan setiap waktu. Hasilnya, persebaran suhu panas dominan berada di selatan Khatulistiwa. Daerah yang termasuk adalah Jawa dan Nusa Tenggara.

Suhu panas ini terkait dengan gerak semu matahari. Kepala Bidang Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG Miming Saepudin menyatakan gerak semu ini bahasa awam.

Miming menjelaskan posisi matahari terhadap bumi itu berbeda-beda, jadi dianggap gerak semu. Sebenarnya, bumi yang mengelilingi matahari. Namun, karena orang melihatnya di Bumi, maka pandangannya seolah-olah matahari yang bergerak terhadap bumi.

Baca juga: 6 Kota yang Terancam Tenggelam, Jakarta Termasuk Lho

Sejumlah stasiun meteorologi yang berada di Jawa dan Nusa Tenggara mencatat suhu udara maksimum terukur berkisar antara 35 derajat Celsius hingga 36,5 derajat Celsius pada periode 19-20 Oktober 2019.

Kondisi semu matahari mengakibatkan radiasi yang diterima oleh permukaan bumi di kawasan selatan khatulistiwa relatif lebih banyak. Suhu udara pun meningkat pada siang hari.

BMKG juga memantau kalau atmosfer di kawasan Indonesia bagian selatan relatif kering. Kondisi ini menghambat pertumbuhan awan. Awan memiliki fungsi menghalangi terik panas matahari.

BMKG Memperkirakan Suhu Panas Terjadi Sampai Satu Pekan ke Depan

BMKG memperkirakan kondisi suhu panas ini bisa terjadi hingga satu minggu mendatang. Sebenarnya, sejumlah kawasan Indonesia termasuk Jakarta dilanda angin kencang pada siang hari.

Menurut pengamatan BMKG, angin kencang ini terjadi lantaran perbedaan tekanan udara yang signifikan di utara dan selatan khatulistiwa.

“Dalam waktu sekitar satu mingguan ini masih ada potensi suhu terik di sekitar wilayah Indonesia mengingat posisi semu matahari masih akan berlanjut ke selatan dan kondisi atmosfer yang masih cukup kering sehingga potensi awan yang bisa menghalangi terik matahari juga sangat kecil pertumbuhannya,” kata Miming.

Bagi kamu yang harus melakukan aktivitas di luar ruangan untuk berhati-hati. Jangan lupa untuk mengenakan pakaian yang nyaman, memakai tabir surya atau sunblock, dan juga minum air putih dalam jumlah cukup.

Baca juga: Indonesia Rawan Gempa, Sudah Punya Aplikasi Pemantau Informasi Gempa Belum?

Bagikan: 1105 kali