bogor angkot- rumah123.com Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarta Akan Mengurangi Jumlah Angkutan Perkotaan (Angkot) di Bogor Hingga Tidak Ada Lagi Angkot Pada 2022. Bogor Melirik Transportasi Massal Seperti Trem dan LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bogor tidak akan lagi identik dengan “Kota Angkot”. Wali Kota Bogor berencanakan jadikan kota steril angkot dan menggantinya dengan transportasi massal.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto menyatakan bahwa Bogor bakal steril dari angkutan perkotaan (angkot) pada 2022 mendatang. Hal ini bisa terwujud bersamaan dengan berkurangnya jumlah angkot di Bogor lantaran izinnya tidak diperpanjang.

Selama ini, Bogor memang identik dengan angkot. Bagi yang pernah berkunjung ke Bogor atau memang tinggal di “Kota Hujan” ini, pasti sudah paham kalau jalan di Bogor macet lantaran banyak angkot yang berhenti sembarangan di jalan atau ngetem untuk menunggu penumpang.

Baca juga: Tinggal di Grand Central Bogor, Kamu Hanya Perlu Menyeberang Jalan ke Stasiun Bogor

“Akhir tahun ini ada 800 unit angkot yang tidak diperpanjang izinnya karena tidak laik jalan,” ujar Bima  seperti dikutip situs berita online Republika.co.id dari kantor berita Antara.

Laman berita Tempo.co sempat mengutip jumlah angkot berdasarkan data dari Dinas Perhubungan Pemerintah Kota Bogor, ada 2.400 unit angkot pada akhir 2018.

Kalau ada 800 unit angkot yang izin berlakunya tidak diperpanjang, maka jumlah angkot yang tersisa pada awal 2020 adalah 1.600 unit.

Baca juga: Satu Lagi, Apartemen Mahasiswa yang Dukung Kelancaran Kuliah di Bogor

Bima melanjutkan kalau pada 2022, angkot telah hilang secara alamiah lantaran semakin lama akan berkurang. Namun, Pemerintah Kota Bogor harus memikirkan nasib para pengemudi angkot setelah ada konversi.

Pemerintah kota akan melakukan program konversi tiga angkot menjadi satu bus. Program ini sedang dikaji lebih lanjut.

Bogor Sedang Mengkaji Trem

Pemerintah Kota Bogor juga sedang mengkaji opsi lainnya yaitu trem. Bima mempersilahkan badan hukum yang akan melakukan konversi angkot ke bus untuk berinvestasi pada moda transportasi lainnya yaitu trem.

Bogor mendapatkan hibah trem dari Belanda. Saat ini, pemerintah kota telah menjalin kerja sama dengan Prancis untuk operasional trem.

Selain itu, pemerintah kota juga tengah menjalin komunikasi dengan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) atau BPTJ untuk melaksanakan kajian operasional trem di Bogor.

Bima memaparkan bahwa kajian tersebut bakal masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bogor.

Bogor Akan Membangun Stasiun LRT di Terminal Baranangsiang

Pemerintah Kota Bogor juga sedang berencana melakukan revitalisasi Terminal Baranangsiang. Terminal lama ini sudah kumuh dan harus diperbarui.

Rencananya, Terminal Baranangsiang akan diubah menjadi kawasan TOD (Transit Oriented Development). Ada stasiun akhir LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu) Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi) di terminal ini.

Tidak hanya itu, pemerintah kota berencana untuk membuat jalur LRT di dalam kota. LRT dan trem ini sedang dikaji lebih lanjut.

Baca juga: Transjabodetabek Premium, Transportasi Alternatif untuk Mobilitas Bogor-Jakarta

Selama ini, akses menuju Bogor hanya melalui tol Jagorawi (Jakarta, Bogor, Ciawi) dan juga KRL (Kereta Rel Listrik) Commuter Line. Jika ada LRT Jabodebek, maka ada tambahan akses transportasi ke Bogor.

Kamu berencana tinggal Bogor atau ingin berinvestasi di kota ini? By the way, Bogor memiliki perguruan tinggi ternama, Institut Pertanian Bogor. Kalau kamu berinvestasi properti, mahasiswa/mahasiswi bisa menjadi target market.

Bagikan: 1686 kali