Peneliti dari University of Cape Town, Afrika Selatan Membuat Bata dari Air Seni Manusia (Foto: Rumah123/Dezeen)

Peneliti dari University of Cape Town, Suzanne Lambert berhasil menciptakan material ramah lingkungan yang terbuat dari air seni manusia. Material ini dianggap bisa menjadi alternatif produk membuat rumah.

Lambert merupakan mahasiswi S-2 jurusan Teknik Sipil Universitas Cape Town yang berada di Afrika Selatan. Dia menggunakan air seni manusia dan bakteri hidup dalam membuat batu bata.

Selain itu, dia menggunakan pasir khusus dalam membuat batu bata. Menurut Lambert, bata ini akan menjadi lebih kuat dalam suhu ruangan.

Baca juga: Mau Beli Rumah Mungil yang Ramah Lingkungan?

Bata ini dibuat dalam beragam ukuran, bentuk, dan kekuatan. Bata ramah lingkungan ini bisa menjadi alternatif bata konvensional yang dalam produksinya harus dipanaskan dengan suhu hingga mencapai 1.000 derajat Celsius. Hal ini akan mengakibatkan emisi karbondioksida.

“Saya melihat ada potensi dari proses aplikasi ini di dunia nyata. Saya tidak sabar ketika seluruh dunia siap untuk hal ini,” ujar Lambert kepada Deezen.

Proses membuat bata ini memang melibatkan bakteri. Setelah muncul reaksi kimia, air seni manusia akan menjadi kalsium karbonat yang merupakan komponen utama semen.

Baca juga:  Rumah dari Kontainer? Wah, Lebih Murah dan Ramah Lingkungan Lho

Kalau ingin mendapatkan bata yang lebih kuat dari bata konvesinsional, bakteri harus dibiarkan lebih lama dalam proses pembentukan. Hasilnya bisa lebih kuat 40 persen.

Salah satu yang menjadi masalah dalam pengembangan produk ini adalah bagaimana mengumpulkan limbah manusia yaitu air seni dalam jumlah banyak dan cara pengelolaannya dalam skala besar.

Hmm, menurut kamu bagaimana mengenai bata dari air seni ini? Kira-kira menjijikkan nggak sih? Bisa jadi kamu bakal memilih material lainnya.

Baca juga: Rumah Sempit Ramah Lingkungan dari Bahan Daur Ulang

Bagikan: 538 kali