ganjil genap- rumah123.com Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya Akan Melakukan Sosialisasi Perluasan Penerapan Sistem Ganjil Genap Mulai Senin, 5 Agustus 2019 (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bagi kamu yang biasa menggunakan kendaraan pribadi, ingat bahwa sistem pembatasan kendaraan ganjil genap di Provinsi DKI Jakarta akan diperluas lagi wilayahnya.

Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi DKI Jakarta akan memperluas lagi wilayah pemberlakukan sistem ganjil genap (gage) di DKI Jakarta. Sosialiasi dimulai pada hari Senin (5/8/2019) ini.

Situs berita Kumparan.com mengutip pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo yang membenarkan hal tersebut.

Baca juga: Sistem Ganjil-Genap Bakal Diperpanjang, Ngapain Beli Mobil, Mendingan Beli Rumah

Syafrin memang belum mengungkapkan lokasi baru perluasan penetapan sistem ganjil genap. Dia menyatakan bahwa lokasi perluasan ganjil genap akan difinalisasi pada pekan ini.

Namun, Kumparan.com mendapatkan bocoran informasi mengenai sosialisasi ganjil genap ini berdasarkan foto secarik kertas berlogo Kementerian Perhubungan dan Korps Lalu Lintas Kepolisian Republik Indonesia.

Ada 13 ruas jalan baru yang akan menjadi perluasan penerapan sistem ganjil genap. Semua lokasi tersebar di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Jakarta Barat.

Baca juga: Ganjil-Genap Diperpanjang, Mendingan Naik Transportasi Massal Aja Biar Hemat

Ketigabelas jalan baru itu adalah Jalan RS Fatmawati, Jalan Panglima Polim, Jalan Sisingamangaraja, Jalan Pramuka, Jalan Salemba Raya, Jalan Kramat Raya, Jalan Gunung Sahari, Jalan Majapahit, Jalan Gajah Mada, Jalan Hayam Wuruk, Jalan Suryopranoto, Jalan Balikpapan, dan Jalan Tomang Raya.

Situs Kumparan.com juga menyatakan dengan mengutip sumber yang sama bahwa sosialisasi penetapan ruas jalan baru yang akan diberlakukan aturan ganjil genap bakal dilakukan mulai 5-31 Agustus 2019.

Menurut Syafrin, perluasan penetapan aturan ganjil genap ini sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dalam Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara yang dikeluarkan pada 1 Agustus 2019.

Baca juga: Sistem Mana Yang Dipakai di Jalan Tol Saat Mudik Lebaran: Ganjil Genap Atau One Way?

Dalam Instruksi Gubernur tersebut, Anies ingin partisipasi warga dalam pengendalian kualitas udara melalu kebijakan ganjil genap selama musim kemarau. Belakangan, polusi udara di Jakarta memang parah.

Situs AirVisual sempat melansir data bahwa Jakarta menempati posisi satu untuk kualitas udara terburuk di dunia. AirVisual adalah laman penyedia informasi kualitas udara di seluruh dunia.

Sistem Ganjil Genap Sudah Berlaku Sejak 2016

Sistem pembatasan ganjil genap sudah mulai diberlakukan pada 30 Agustus 2016. Gubernur DKI Jakarta saat itu, Basuki Tjahaja Purnama yang memberlakukannya.

Ganjil genap menggantikan sistem 3 in 1 (three in one) yang sudah berlaku sejak Desember 2003. Gubernur DKI Jakarta ketika itu Sutiyoso yang menerapkannya.

Sistem ganjil genap ini memberlakukan kendaraan berplat nomor ganjil hanya bisa masuk ke wilayah pembatasan pada hari ganjil. Begitu juga sebaliknya.

Pemberlakuan sistem tersebut dimulai pada Senin hingga Jumat pada pagi hari mulai pukul 06.00 hingga 10.00 WIB (Waktu Indonesia Barat) dan sore hari menjelang malam hari pada 16.00 hingga 20.00 WIB.

Sistem ini tidak berlaku pada hari libur nasional dan akhir pekan. Sistem ini juga tidak berlaku untuk sejumlah pejabat negara, mobil pemadam kebakaran, ambulan, angkutan umum, dan lainnya.

Sebenarnya, sistem ganjil genap ini sempat diperluas durasi waktunya pada penyelenggaraan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sistem ganjil genap berlaku dari 06.00 hingga 21.00 WIB. Penerapan sistem ini dianggap ampuh mengatasi kemacetan lalu lintas Jakarta.

Ada sepuluh jalan yang menjadi kawasan pembatasan sistem ini yaitu Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan MH Thamrin, Jalan Jenderal Sudirman, Sebagian Jalan Jenderal S. Parman, mulai dari simpang Jalan Tomang Raya sampai simpang Jalan KS Tubun, Jalan Gatot Subroto, Jalan H.R Rasuna Said, Jalan Jenderal M.T Haryono, Jalan Jenderal D.I Panjaitan, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Saatnya Masyarakat Beralih ke Transportasi Massal

Ada rencana perluasan sistem pembatasan kendaraan dengan skema ganjil genap ini sebenarnya bertujuan agar masyarakat bisa beralih ke transportasi massal. MRT (Moda Raya Terpadu/Mass Rapid Transit) rute Lebak Bulus – Bundaran Hotel Indonesia telah beroperasi secara komersial.

LRT (Lintas Rel Terpadu/Light Rail Transit) Jakarta rute Kelapa Gading – Velodrome Rawamangun telah menjalani uji coba. Kereta rel listrik (KRL) commuter line sudah menjangkau Cikarang. Commuter line telah memiliki jalur ke Bogor, Depok, Bekasi, Tangerang, Tangerang Selatan, hingga Maja.

Salah satu moda transportasi massal yang semakin banyak rutenya adalah bus Transjakarta. Selain memiliki koridor utama, Transjakarta juga mempunyai sederetan rute yang sudah menjangkau Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Bagikan: 5860 kali