skuter listrik- rumah123.com Ilustrasi Skuter Listrik. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Akan Memberlakukan Regulasi untuk Skuter Listrik. Sebelumnya, Ada Insiden yang Menewaskan Dua Pengguna Skuter Listrik di Kawasan Sudirman, Jakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

Skuter listrik GrabWheels dilarang untuk melintas di jalan raya termasuk jalur sepeda. Sementara skuter listrik pribadi masih boleh digunakan di jalur sepeda.

Akhirnya, Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan regulasi terkait skuter listrik. Pihak berwenang melarang pengendara skuter listrik GrabWheels digunakan di jalan raya di Jakarta.

Regulasi ini berlaku untuk skuter listrik GrabWheels di jalur sepeda dan juga jalur kendaraan pribadi. Pelarangan tersebut cuma berlaku bagi GrabWheels, skuter listrik sewaan yang sering kali dipakai sebagai sarana hiburan.

Baca juga: Sejumlah Negara Sudah Miliki Regulasi Skuter Listrik, Bagaimana Indonesia?

Peraturan ini berlaku mulai Senin (25/11/2019). Regulasi berlaku melalui Peraturan Gubernur DKI Jakarta yang segera disahkan.

Laman berita online Beritagar.id mengutip pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo. Operator skuter listrik hanya beroperasi di kawasan khusus atau area tertentu setelah memperoleh izin dari pengelola kawasan. Skuter listrik sewaan tidak diperbolehkan untuk beroperasi di jalan raya.

Skuter listrik sewaan milik Grab atau GrabWheels hanya boleh melintas atau digunakan di kawasan yang sudah memperoleh izin. Kawasan ini di antaranya adalah Gelora Bung Karno (GBK) dan Bandara Soekarno-Hatta.

Baca juga: Sudah Tahu Tips Aman Saat Menggunakan Skuter Listrik?

Dinas Perhubungan tetap memperbolehkan skuter pribadi untuk dikendarai di jalur sepeda. Jakarta memiliki sejumlah jalur sepeda yang baru.

Regulasi Mengatur Sejumlah Hal Terkait Skuter Listrik

Regulasi berupa Peraturan Gubernur DKI Jakarta ini berisi hal terkait skuter listrik. Beberapa di antaranya adalah zonasi operasi dan batas kecepatan.

Dinas Perhubungan DKI Jakarta sepakat batas maksimum kecepatan skuter listrik hanya 15 kilometer per jam. Usia pengguna skuter listrik minimal 17 tahun.

Ketentuan perihal usia ini mengacu pada Undang-Undang No 22 Tahun 2019 bahwa usia 17 tahun, seseorang telah dianggap dewasa dan bisa memperoleh SIM (Surat Izin Mengemudi) C.

Baca juga: Dua Insiden Skuter Listrik: Ditabrak Mobil dan Merusak JPO Sudirman

Indonesia memang belum memiliki regulasi mengenai skuter listrik. Belakangan, operator transportasi online Grab memperkenalkan GrabWheels. Skuter listrik ini pun menjadi populer di kalangan anak muda.

Namun, dalam praktiknya banyak pelanggaran terjadi oleh pengendara. Mereka tidak menggunakan helm dan juga berboncengan.

Insiden yang Melibatkan Skuter Listrik

Sebelum ada regulasi ini, ada sejumlah insiden yang melibatkan skuter listrik. Ada sejumlah pengendara skuter listrik yang merusak jembatan penyeberangan orang (JPO) di kawasan Sudirman, Jakarta.

Kerusakan jembatan penyeberangan orang yang masih baru ini kemudian viral. Foto-fotonya beredar di media sosial.

Insiden lainnya adalah penabrakan sejumlah pengendara skuter listrik. Ada enam pengendara skuter listrik GrabWheels yang ditabrak dari belakang oleh mobil yang melaju kencang.

Baca juga: Migo Tuh Sebenarnya Apaan Sih, Sepeda Listrik Atau Sepeda Motor Listrik

Dua pengendara skuter listrik meninggal. Empat orang lainnya mengalami luka. Pengemudi mobil diduga dalam keadaan mabuk.

Sejumlah pihak mulai mempertanyakan skuter listrik. Apakah moda transportasi ini bisa digunakan di jalan raya, berapa kecepatannya, dan masih banyak lagi.

Polisi Akan Menindak Para Pengendara Skuter Listrik yang Melanggar

Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan Direktorat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya sudah berkoordinasi mengenai regulasi ini. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusuf menyatakan polisi akan menindak pengguna skuter listrik yang melanggar peraturan kalau melintas di jalan raya dan di luar area yang telah ditetapkan.

Polisi akan melakukan tindakan represif non yudisial. Polisi memberikan teguran dan meminta pengendara untuk kembali masuk ke kawasan yang ditentukan. Tindakan selanjutnya adalah represif yudisial. Polisi akan menilang para pelanggar.

Pihak berwajib juga bakal menyita unit skuter listrik sewaan yang keluar dari kawasan yang ditentukan. Efek jera memang harus dilakukan.

Baca juga: Polisi Larang Sepeda Listrik Migo Wira Wiri di Jalan, Hayo Siapa yang Suka Sewa

Bagikan: 1736 kali