Foto: Rumah123/Getty
   

Bulan Ramadan memang bulan berkah. Selain pahala (point reward ibadah) dilipatgandakan, juga sering ada silaturahim dengan adanya Bukber. Selain itu, tentunya ada Tunjangan Hari Raya (THR). Nah, gimana sih kamu menyikapi THR ini baiknya? Bisa gak THR buat beli rumah? Ya bisa aja kalau duit THR dimasukkan ke rekening tabungan khusus buat beli rumah. Jadi, tambahan tabungan dari THR ini akan mempercepat tercapainya dana buat DP atau beli rumah.

Tambahan dana buat beli rumah tuh bisa kamu dapat kalau kamu mengefisienkan pengleuaran. Kalau kamu dapat uang THR dan semuanya dibelanjakan atau lebih banyak yang dibelanjakan ketimbang yang ditabung, ya dana buat beli rumah jalan di tempat alias gak nambah-nambah.

Baca juga: 4 Hal Ini Bisa Bikin THR Batal untuk DP Rumah!

Financial Advisor, Kurnia Sukmanagara, saat acara Ngobrol Santai tentang Trik Mengelola Uang Belanja di Bulan Puasa & THR, di Maggarai, Jakarta Selatan, Minggu (20-5-2018), memberikan tips mengatur uang saat bulan puasa dan THR agar lebih efisien.

Boleh belanja, tapi gak perlu lebay ah!

Namanya juga Hari Raya, ya belanja dong buat keperluan menjamu tamu dan famili. Masalahnya, jangan lebay belanjanya. Zaman sekarang ini, gaya hidup orang Indonesia, terutama kelas menengahnya, itu tinggi. Sehingga, over-budget gak nyadar. Apalagi ini zaman media sosial, yang penting posting foto dulu untuk menaikkan gengsi. Kamu gitu?

Baca juga: Bulan Puasa Pengeluaran Nambah? Berarti Kurang Kendali Diri Tuh!

Gunakan uang THR gak lebih dari 30% kebutuhan.

Kenapa 30 persen? Karena yang 70 persen bisa masuk tabungan (buat beli rumah). Kenapa lebih banyak yang ditabung? Ya kan THR itu sifatnya bonus. Kalau bonus dihabiskan ya gak akan ada pengaruhnya buat tujuan keuangan yang lain (semisal buat beli rumah). Jadi, ingat, gunakan uang THR hanya 30%, yang 70% untuk investasi (beli rumah).

Pastikan kamu mengontrol pengeluaran.

Gimana ngontrol pengeluaran? Harus bisa membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Semisal baju baru, sebenarnya kita kan gak butuh-butuh amat pake baju baru di Hari Raya Idul Fitri, bukan? Jadi, kenapa kita harus memaksakan diri beli baju baru hanya karena ada penawaran murah atau karena lingkungan kita semua pake baju baru. Tapi, kalau dalam setahun itu kamu emang belum beli baju baru atau baju yang ada gak pantas lagi buat dipake, ya gak apa-apa beli baju baru. Emang yang ngelarang sapa?

Bagikan: 1315 kali