Ilustrasi Milenial Membeli Rumah (Rumah123/Realestate.com.au)

Bagi generasi Y ataupun Baby Boomers, generasi milenial atau generasi Z memang dianggap aneh. Hal biasa karena memang ada gap generation.

Baby Boomers merupakan generasi yang lahir pada era 1950-an hingga 1960-an. Generasi Y lahir pada era 1970-an. Sementara generasi milenial lahir pada awal 1980-an hingga 1990-an.

Baca juga: Gila Medsos, Milenial Ogah Gaul sama Tetangga. Tiati Gila Beneran!

Ada beberapa stereotipe yang dilekatkan pada generasi milenial. Mereka dicap pemalas, narsis karena doyan mengunggah foto di media sosial, bersikap sama secara global karena merasa terkoneksi oleh internet, dan suka dengan konsep sharing economy.

Lantaran kaum milenial suka dengan konsep sharing economy ini, mereka menolak konsep kepemilikan rumah dan juga mobil. Mereka bisa berbagi kendaraan via aplikasi Uber. Mereka juga dapat berbagi hunian dengan AirBnb.

Baca juga: Punya Rumah Sendiri Itu Bukti Generasi Milenial Bisa Aktualisasi Diri, Masih Nunda Beli Nih?

Benarkah generasi milenial memang nggak mau beli rumah? Hal ini ditepis oleh General Manager Marketing Kompas.com, Dian Gemiano saat memberikan materi dalam Property Day: Project Marketing Jaman Now yang diselenggarakan di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta pada Kamis (5/4/2018).

“Menurut riset Kompas.com, 39 persen milenial sudah memiliki rumah. Sementara 61 persen memang belum punya rumah. Tapi dari 61 persen ini, 94 persen di antaranya berencana membeli rumah,” ujar Dian.

Baca juga: Rumah123: Developer Mesti Pahami Kenapa Konsumen Milenial Ga Mau Beli Rumah

Sebenarnya di mana kesalahannya? Dian menyatakan kalau perusahaan pengembang harus memahami customer journey atau perjalanan konsumen milenial dalam membeli rumah.

Developer harus mengetahui dan memahami bagaiamana milenial mendapatkan informasi, apa yang mereka lakukan, dan lainnya. Konsumen akan melalui sejumlah tahapan yang panjang sebelum memutuskan untuk membeli hunian.

Proses membeli rumah memang panjang, tidak seperti membeli pakaian. Proses ini bisa memakan waktu panjang, bahkan hingga enam bulan.

Bagikan: 614 kali