Ilustrasi (Rumah123/iStockphoto)

Konsultan properti Jones Lang LaSalle (JLL) menyatakan Shanghai yang berada di Tiongkok bakal menjadi kota dengan jumlah proyek perkantoran terbesar pada 2020.

Shanghai akan menggeser sejumlah kota besar lainnya seperti Hong Kong (Tiongkok), Sydney (Australia), dan Tokyo (Jepang).

Baca juga: Crown Group Merambah Bisnis Perhotelan di Australia

Central business district Shanghai akan mendapatkan tambahan 1,1 juta meter persegi ruang perkantoran hingga 2020 mendatang.

Sementara itu, ada tambahan seluas 3,3 juta meter persegi pengembangan perkantoran diharapkan bisa muncul di desentralisasi sub pasar Pudong, Hongkou, dan Minhang.

Baca juga: Penyerapan Ritel Belum Bertambah, Jakarta Tambah Dua Mal Baru

Nantinya, total perkantoran kelas A di Shanghai menjadi 11 juta meter persegi pada 2020. Shanghai akan melewati Hong Kong yang selama ini menjadi pasar perkantoran terbesar seluruh Tiongkok.

"Perusahaan-perusahaan domestik diharapkan mampu mengendalikan permintaan untuk perkantoran kelas A sambil mengantisipasi lebih banyak perusahaan multinasional yang bersaing untuk menangkap ruang kantor pada 2020 nanti," kata Kepala Peneliti Jones Lang LaSalle Tiongkok, Joe Zhoue seperti dikutip oleh Kompas.com.

Baca juga: Semakin Banyak Pengembang Asing Membangun Proyek Properti di Indonesia

Belakangan, tren penyewa mlai mengalihkan bisnisnya ke luar area central busines district. Hal tersebut terjadi di kawasan Asia Pasifik seperti Sydney (Australia) atau Mumbai (India)

Bagikan: 861 kali