OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Pahami Shalat Tarawih Berapa Rakaat Beserta Witir. Lebih Baik 11 Rakaat atau 23 Rakaat?

16 Maret 2023 · 6 min read Author: Maskah Alghofar

Tarawih Berapa Rakaat

Saat bulan Ramadan tiba, selalu muncul pertanyaan shalat tarawih berapa rakaat, 11 atau 23 rakaat. Agar tidak salah kaprah, baca dulu ulasan berikut ini.

Sebagai seorang muslim, kurang lengkap rasanya bila selama bulan Ramadan tanpa shalat tarawih dan sejumlah ibadah lainnya.

Ibarat kamu membaca dua kalimat syahadat namun tidak melakukan kewajiban sebagai umat Islam.

Meskipun termasuk ibadah sunah, tarawih merupakan salat yang hanya bisa dilakukan pada bulan Ramadan saja.

Tentunya, sangat sayang untuk ditinggalkan, apalagi mengingat setiap manusia punya keterbatasan umur masing-masing.

Apalagi, salat sunah ini diberikan kemudahan oleh Allah Swt. yakni bisa dilakukan juga di rumah, banyak orang yang memilih salat tarawih di rumah selama pandemi.

Jadi, bagi kamu umat Islam yang tidak bisa datang ke masjid tetap bisa melaksanakannya sendiri atau bersama keluarga.

Tapi, berapa rakaat shalat tarawih yang benar, ya? Simak ulasan berikut ini.

Salah Sunah Tarawih

berapa jumlah rakaat salat tarawih

Sumber gambar jumlah rakaat salat tarawih: Kompas.com

Melansir dari NU online, salat tarawih merupakan salah satu praktik untuk menghidupkan malam Ramadan.

Ada banyak keutamaan yang hadir pada malam Ramadan, sebagaimana hadis Rasulullah saw.

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa ibadah (tarawih) di bulan Ramadhan seraya beriman dan ikhlas, maka diampuni baginya dosa yang telah lampau” (HR al-Bukhari, Muslim, dan lainnya).

Ulama Hanafiyah, Hanabilah, dan Malikiyyah sepakat bahwa hukum salat tarawih adalah sunah mu’akkad (sangat dianjurkan).

Berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata,

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُرَغِّبُ فِي قِيَامِ رَمَضَانَ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَأْمُرَهُمْ فِيهِ بِعَزِيمَةٍ، فَيَقُولُ: مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam memberikan motivasi untuk mengerjakan shalat pada malam Ramadan tanpa mewajibkannya kepada para sahabat.

Beliau bersabda, “Barang siapa yang mendirikan shalat malam di bulan Ramadan dengan iman dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu,” (HR. Muslim No. 759).

Mengerjakan salat ini disunahkan secara berjamaah sebagaimana Umar bin Al Khattab dan para sahabat melakukannya.

Jumlah Rakaat Salat Tarawih

shalat tarawih berapa rakaat_

Sumber gambar shalat tarawih berapa rakaat: Suara.com

Sebagian dari kamu mungkin masih bingung kenapa jumlah rakaat salat tarawih pada bulan Ramadan seringkali berbeda,

Ada yang melaksanakan tarawih 8 rakaat disambung witir 3 rakaat sehingga menjadi 11 rakaat.

Lalu, ada juga yang melaksanakan 20 rakaat dilanjutkan witir 3 rakaat sehingga jumlahnya menjadi 23 rakaat.

Berikut ulasan singkat terkait perbedaan keduanya.

1. Shalat Tarawih 11 Rakaat

Jika bertanya berapa jumlah rakaat shalat tarawih? Maka jawabannya ada yang 11 dan ada yang 23 rakaat. 

Jika berdasarkan pada riwayat Aisyah pada hadis Bukhari berikut, dijelaskan jika Nabi Muhammad saw. melakukan shalat tarawih 11 rakaat dengan perinician 4-4-3 rakaat.

Hadis yang diriwayatkan dari Abu Salamah: “Diriwayatkan dari Abu Salamah Ibn ‘Abdul Rahman bahwa Abu Salamah bertanya kepada Aisyah r.a bagaimana cara shalat Rasulullah saw. di bulan Ramadan.

Aisyah menjawab “Baik di bulan Ramadan ataupun di luar bulan Ramadan, Rasulullah saw. selalu melakukan shalat (malam) tidak lebih dari sebelas rakaat.”

“Rasulullah melaksanakan shalat empat rakaat; dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan.”

“Kemudian shalat lagi empat rakaat, dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan. Lalu beliau shalat (witir) tiga rakaat,” (HR Bukhari).

Namun pada riwayat lain disebutkan jika Rasulullah melaksanakan salat tarawih dengan 2 rakaat salam.

Artinya beliau melakukan salat tarawih delapan rakaat kemudian disambung tiga rakaat witir. 

Berdasarkan hadis riwayat Ibnu Abbas: “Aku berdiri di samping Rasulullah; kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah shalat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah shalat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan shalat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan shalat subuh,” (HR. Muslim). 

Sehingga jika bertanya shalat tarawih 11 rakaat berapa salam, maka jawabnya mudah, 4 salam untuk tarawih dan 2 salam untuk witir.

2. Shalat Tarawih 23 Rakaat 

Sedangkan pelaksanaan shalat tarawih lainnya bisa dilakukan dengan 23 rakaat, biasa dilakukan di masjid di Indonesia.

Namun, di Indonesia shalat tarawih 4 rakaat lalu salam jarang dilakukan. Biasanya salat tarawih dilakukan dengan 2 rakaat salam lalu disambung dengan salat sunah witir.

Mengutip dari Kompas.com, adapun hadis yang menjadi landasan salat dengan 23 rakaat ini sebagaimana berikut.

Hadis riwayat Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Rasulullah salat tarawih di bulan Ramadan sendirian sebanyak 20 rakaat. (HR Baihaqi dan Thabrani).

Hadis riwayat Ibnu Hajar, “Rasulullah salat bersama kaum muslimin sebanyak 20 rakaat di suatu malam Ramadan.”

Sedangkan menurut sejarah Islam, Khalifah Umar bin Khattab menyelenggarakan salat tarawih dan witir 23 rakaat.

Hal ini terdapat dalam kitab al-Muwaththa’ karya Yazid bin Huzaifah yang berkata: “Kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab melakukan salat tarawih (dan witir) di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat.”

Jadi, jika ada yang bertanya berapa jumlah rakaat salat tarawih yang dapat dikerjakan oleh seseorang?

Maka jawabannya bisa 11 rakaat atau 23 rakaat, tergantung kepada kemampuan masing-masing individu. 

Jumlah Salat Tarawih Menurut 4 Mazhab

Ada perbedaan pendapat terkait jumlah rakaat salat tarawih termasuk dari 4 Imam mazhab.

1. Imam Abu Hanifah

Al-Iraqi dalam kitabnya Tharhu at-Tatsrib menukil pendapat Abu Hanifah,

وقال أبو حنيفة الأفضل أن يصلي أربعا أربعا وإن شاء ركعتين وإن شاء ستا وإن شاء ثمانيا وتكره الزيادة على ذلك

“Abu Hanifah mengatakan, yang afdhal shalatnya dikerjakan 4 rakaat-4 rakaat. Jika dia mau, boleh 2 rakaat. Jika dia mau, boleh 6 rakaat, dan jika dia mau, boleh 8 rakaat salam. Dan makruh lebih dari itu,” (Tharhu at-Tatsrib, 3/74).

2. Imam Malik

Mengutip Ibnu Abdil Barr, terkenal sebagai penganut mazhab Malik bin Abbas, berkata:

وأكثر الآثار على أن صلاته كانت إحدى عشرة ركعة وقد روي ثلاث عشرة ركعة. واحتج العلماء على أن صلاة الليل ليس فيها حد محدود والصلاة خير موضوع فمن شاء استقل ومن شاء استكثر.

“Kebanyakan atsar menunjukkan bahwa salat beliau adalah 11 rakaat, dan diriwayatkan bahwa 13 rakaat.Para ulama berdalil bahwa salat lail tidak ada batasnya, dan salat adalah ibadah terbaik, siapa yang berkehendak silahkan menyedikitkan rakaat, dan siapa yang berkehendak maka silahkan memperbanyak rakaat.”

3. Imam Syafi’i

Melansir dari santrinews.com, dalil terkait rakaat tarawih menurut Imam Syafii adalah riwayat As-Saib bin Yazid radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

كَانُوا يَقُومُونَ عَلَى عَهْدِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ بِعِشْرِينَ رَكْعَةً

“Mereka (para sahabat) shalat tarawih di zaman Umar bin Khatab radhiallahu ‘anhu di bulan Ramadan sebanyak 20 rakaat.” (HR. Al-Baihaqi: 4288)

4. Imam Ahmad

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,

وَالتَّرَاوِيحُ إنْ صَلَّاهَا كَمَذْهَبِ أَبِي حَنِيفَةَ، وَالشَّافِعِيِّ، وَأَحْمَدَ: عِشْرِينَ رَكْعَةً أَوْ: كَمَذْهَبِ مَالِكٍ سِتًّا وَثَلَاثِينَ، أَوْ ثَلَاثَ عَشْرَةَ، أَوْ إحْدَى عَشْرَةَ فَقَدْ أَحْسَنَ.كَمَا نَصَّ عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَحْمَدُ لِعَدَمِ التَّوْقِيفِ فَيَكُونُ تَكْثِيرُ الرَّكَعَاتِ وَتَقْلِيلُهَا بِحَسَبِ طُولِ الْقِيَامِ وَقِصَرِهِ

“Salat tarawih jika dikerjakan sesuai mazhab Abu Hanifah, Syafi’i, dan Ahmad adalah 20 rakaat, atau sesuai madzhab Malik 36 rakaat, atau 13, atau 11 maka itu baik.

Seperti dikatakan oleh Imam Ahmad, karena tidak ada penentuan batas akhir, sehingga memperbanyak jumlah rakaat dan mempersedikit dilakukan tergantung panjang atau pendeknya berdiri.”

Jumlah Salat Tarawih dan Witir yang Lebih Baik

Selain tarawih, ada sunah penutup yang sebaiknya kamu lakukan, yaitu salat witir.

Salat witir adalah salat sunah yang bilangan rakaatnya ganjil, yaitu minimal 1 rakaat dan maksimal 11 rakaat.

Ibadah ini menjadi salat penutup, sebagaimana Abdullah bin Umar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا

“Jadikanlah akhir salat kalian di malam hari adalah salat witir,” (HR. Bukhari no. 998 dan Muslim no. 751).

Untuk pelaksanaan salat sunah witir, umumnya masyaralat Indonesia melaksanakan sebanyak 3 rakaat.

Dengan demikian, jika jumlah rakaat salat tawarih 8 disambung witir 3 menjadi 11 rakaat.

Begitupun dengan rakaat tarawih 20 akan mejadi 23 setelah menambahkan 3 rakaat witir.

Perbedaan kedua pilihan jumlah rakaat ini tidaknya menjadi masalah karena memiliki dasarnya masing-masing.

Namun demikian, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُولُ الْقُنُوتِ

“Sebaik-baik salat adalah yang lama berdirinya,” (HR. Muslim no. 756).

***

Semoga informasi terkait shalat tarawih berapa rakaat ini bermanfaat untuk kamu, ya.

Dengan demikian kamu tidak perlu lagi galau mengikuti salat sunah tarawih dengan 11 rakaat atau 23 rakaat.

Selain tarawih, cek juga ulasan tentang ucapan Idul Fitri yang benar agar akhir Ramadan kamu semakin hidmat.

Temukan informasi menarik seputar properti dan gaya hidup hanya di artikel.rumah123.com. 

Ikuti Google News untuk mendapatkan berita terkini lainnya seputar properti Indonesia.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena Rumah123.com akan selalu #AdaBuatKamu.


Tag: , , ,


Maskah Alghofar

Content Writer

Maskah adalah seorang content writer di 99 Group sejak tahun 2022. Lulusan Penerbitan PoliMedia Jakarta ini mengawali karir sebagai jurnalis online. Kini, Maskah rutin menulis tentang properti, gaya hidup, pendidikan, dan kesehatan.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA