shalat tarawih berapa rakaat

Saat bulan Ramadan tiba, selalu muncul pertanyaan shalat tarawih berapa rakaat, 11 atau 23 rakaat. Agar tidak salah kaprah, baca dulu ulasan berikut ini.

Sebagai seorang muslim, kurang lengkap rasanya bila selama bulan Ramadan tanpa shalat tarawih dan sejumlah ibadah lainnya.

Ibarat kamu membaca dua kalimat syahadat namun tidak melakukan kewajiban sebagai umat Islam.

Meskipun termasuk ibadah sunah, tarawih merupakan salat yang hanya bisa dilakukan pada bulan Ramadan saja.

Tentunya, sangat sayang untuk ditinggalkan, apalagi mengingat setiap manusia punya keterbatasan umur masing-masing.

Apalagi, salat sunah ini diberikan kemudahan oleh Allah SWT yakni bisa dilakukan juga di rumah, banyak orang yang memilih salat tarawih di rumah selama pandemi.

Jadi, bagi kamu umat Islam yang tidak bisa datang ke masjid tetap bisa melaksanakannya sendiri atau bersama keluarga.

Tapi, berapa rakaat shalat tarawih yang benar, ya? Simak ulasan berikut ini.

Berapa Rakaat Shalat Tarawih? 

shalat tarawih berapa rakaat Sumber: menit.co.id

Ibadah sunah seperti salat tarawih merupakan ladang bagi umat muslim meraih pahala.

Sebagai hamba yang berpegang teguh pada rukun Islam dan rukun iman, ibadah menjadi bentuk bakti kepada Allah SWT.

Sebagaimana tertulis dalam hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah mengenai dasar hukum salat tarawih.

"Rasulullah SAW menggemarkan agar menghidupkan bulan Ramadan bukan dengan perintah wajib lalu Rasulullah SAW bersabda: Barangsiapa yang menghidupkan bulan Ramadan atas dasar iman yang teguh karena Allah, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu." (H.R.Muslim).

1. Shalat Tarawih 11 Rakaat

Jika bertanya berapa jumlah rakaat shalat tarawih? Maka jawabannya ada yang 11 dan ada yang 23 rakaat. 

Jika berdasarkan pada riwayat Aisyah pada hadis Bukhari berikut, dijelaskan jika Nabi Muhammad SAW melakukan shalat tarawih 11 rakaat dengan perinician 4-4-3 rakaat.

Hadis yang diriwayatkan dari Abu Salamah: "Diriwayatkan dari Abu Salamah Ibn ‘Abdul Rahman bahwa Abu Salamah bertanya kepada Aisyah r.a bagaimana cara shalat Rasulullah SAW di bulan Ramadan.

Aisyah menjawab "Baik di bulan Ramadan ataupun di luar bulan Ramadan, Rasulullah SAW selalu melakukan shalat (malam) tidak lebih dari sebelas rakaat."

"Rasulullah melaksanakan shalat empat rakaat; dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan."

"Kemudian shalat lagi empat rakaat, dan jangan ditanyakan tentang baik dan panjangnya shalat yang beliau lakukan. Lalu beliau shalat (witir) tiga rakaat," (HR Bukhari).

Namun pada riwayat lain disebutkan jika Rasulullah melaksanakan salat tarawih dengan 2 rakaat salam.

Artinya beliau melakukan salat tarawih delapan rakaat kemudian disambung tiga rakaat witir. 

Berdasarkan hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas: "Aku berdiri di samping Rasulullah; kemudian Rasulullah meletakkan tangan kanannya di kepalaku dan dipegangnya telinga kananku dan ditelitinya, lalu Rasulullah shalat dua rakaat kemudian dua rakaat lagi, lalu dua rakaat lagi, dan kemudian dua rakaat, selanjutnya Rasulullah shalat witir, kemudian Rasulullah tiduran menyamping sampai bilal menyerukan azan. Maka bangunlah Rasulullah dan shalat dua rakaat singkat-singkat, kemudian pergi melaksanakan shalat subuh," (HR. Muslim). 

Sehingga jika bertanya shalat tarawih 11 rakaat berapa salam, maka jawabnya mudah, 4 salam untuk tarawih dan 2 salam untuk witir.

2. Shalat Tarawih 23 Rakaat 

Sedangkan pelaksanaan shalat tarawih lainnya bisa dilakukan dengan 23 rakaat, biasa dilakukan di masjid di Indonesia.

Namun, di Indonesia shalat tarawih 4 rakaat lalu salam jarang dilakukan. Biasanya salat tarawih dilakukan dengan 2 rakaat salam lalu disambung dengan salat sunah witir.

Mengutip dari Kompas.com, adapun hadis yang dijadikan landasan salat dengan 23 rakaat ini sebagaimana berikut.

Hadis yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas. Ia meriwayatkan bahwa Rasulullah salat tarawih di bulan Ramadan sendirian sebanyak 20 rakaat. (HR Baihaqi dan Thabrani).

Hadis yang diriwayat oleh Ibnu Hajar, "Rasulullah salat bersama kaum muslimin sebanyak 20 rakaat di suatu malam Ramadan."

Sedangkan menurut sejarah Islam, Khalifah Umar bin Khattab menyelenggarakan salat tarawih dan witir 23 rakaat.

Hal ini bisa dilihat di kitab al-Muwaththa’ karya Yazid bin Huzaifah yang berkata: "Kaum muslimin pada masa Umar bin Khattab melakukan salat tarawih (dan witir) di bulan Ramadhan sebanyak 23 rakaat."

Jadi, jika ada yang bertanya berapa jumlah rakaat salat tarawih yang dapat dikerjakan oleh seseorang?

Maka jawabannya bisa 11 rakaat atau 23 rakaat, tergantung kepada kemampuan masing-masing individu. 

Demikian informasi terkait shalat tarawih berapa rakaat? Ada yang 11 rakaat dan 23 rakaat. Bagaimana menurut kamu?

Selain tarawih ada ibadah yang dilakukan satu tahun sekali juga, yaitu Idul Fitri. Simak juga ucapan Idul Fitri yang benar agar tidak salah kaprah.

Semoga bermanfaat, ya. Kamu juga bisa dapatkan artikel menarik lainnya hanya di artikel.rumah123.com.

Dapatkan kemudahan untuk memenuhi kebutuhan properti, karena Rumah123.com serta 99.co selalu #AdaBuatKamu.

Bagikan:
1344 kali