Graha Golf Surabaya yang baru saja tutup atap. Foto: Rumah123/SkyscraperCity
 

Graha Golf Surabaya Tower I dan II tutup atap (topping off). Hal ini menandai rampungnya pembangunan kondominium ini. Penutupan atap ini menjadi tahapan penting dari proses pembangunan hunian vertikal di Kota Surabaya.

“Penutupan atap menjadi momentum penting untuk menumbuhkan keyakinan masyarakat di saat pasar properti kurang menggembirakan (saat ini), proses pembangunan tetap berjalan. Kita harus yakin pasar properti akan membaik, seiring dengan pulihnya minat beli konsumen, serta rencana stimulus pertumbuhan industri yang akan diterbitkan pemerintah,” kata Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer PT Intiland Development Tbk (DILD), Sinarto Dharmawan, seperti dikutip Kontan.co.id, Kamis (25-10-2018).

Setelah tutup atap, Graha Golf akan memasuki tahap penyelesaian fasad bangunan, mekanikal dan elektrikal, serta interior. Menempati total lahan seluas 2,8 hektare, proyek hunian ini dibangun secara bertahap, meliputi 5 menara kondominium, 2 menara apartemen servis, townhouse, dan fasilitas ritel pendukung.

Baca juga: Pasar Apartemen Surabaya Diyakini Terus Tumbuh

Tahap I pengembangan, dibangun 2 menara kondominium setinggi 23 lantai di lahan seluas 7.500 meter persegi (m²). Masing-masing menara punya 91unit dengan dua tipe, yaitu Tipe 3 Kamar Tidur dan 4 Kamar Tidur dengan luas bangunan antara 122 m² dan 138 m². Dari total 2 menara yang diluncurkan, saat ini sudah terjual 86%. Serah-terima unit kondominium Graha Golf akan dimulai pada akhir 2019.

"Faktor kesuksesan Graha Golf selain dipengaruhi oleh lokasinya yang prestisius di kawasan perumahan Graha Famili, juga karena konsep pengembangannya, ketersediaan fasilitas yang lengkap, serta menawarkan panorama hamparan padang golf yang hijau," kata Sinarto.

Bagaimana propsek pasar properti di Surabaya saat ini? Menurut Sinarto, seperti dikutip dari sumber yang sama, sekarang ini pasar properti Surabaya masih cukup berat, relatif sama dengan kondisi pasar properti nasional. Meksipun begitu, menurutnya, potensi pertumbuhan pasar properti Surabaya sangatlah baik.

Baca juga: Intiland Optimistis Capai Target Rp2,5 Triliun Tahun Ini

Sebagai kota terbesar kedua di Indonesia dan menjadi pusat perekonomian dan bisnis untuk kawasan Indonesia bagian Timur, perekonomian Surabaya selalu tumbuh positif. Hal ini tentunya berpengaruh baik bagi pertumbuhan sektor properti.

Sebelum menggarap Graha Golf Surabaya, Intiland juga sukses menyelenggarakan topping off proyek mixed-use & high rise Praxis dan Spazio Tower. Perkembangan berikutnya yakni rencana topping off proyek low-rise residential The Rosebay pada awal tahun depan.

Bagikan: 421 kali