Jalan Oxford, London, Inggris (Rumah123/Dezeen)

Oxford Street alias Jalan Oxford yang berada di ibu kota Inggris, London menjadi salah satu jalan lokasi belanja tersibuk di Eropa. Setiap harinya diperkirakan ada 500.00 pejalan kaki di kawasan ini.

Pejalan kaki harus berbagi tempat dalam dua lajur trotoar. Orang yang ingin berbelanja, turis, mereka yang tinggal di kawasan, serta para pekerja yang berkantor di wilayah ini meramaikan kawasan.

Baca juga: Jembatan Ini Khusus untuk Pejalan Kaki dan Pengendara Sepeda! Keren Kan!

Mereka harus berbagi jalan dengan taksi, bus, angkutan turis, serta sepeda. Jangan heran kalau pada periode Januari 2012 hingga September 2015, setiap tujuh hari sekali ada seorang pejalan kaki yang menjadi korban kecelakaan di kawasan ini.

Wali kota London, Sadiq Khan mengungkapkan kalau kawasan ini akan berubah total pada akhir 2018. Bagian barat dari jalan ini akan diubah menjadi kawasan pejalan kaki yang penuh dengan karya seni.

Baca juga: Ruang Publik dan Akses Pejalan Kaki di Kawasan Bisnis, Keren Kan!

Sementara bagian utara dan selatan masih akan diperuntukkan untuk kendaraan. Tidak semua bagian jalan ditutup.

“Ini menjadi momen yang sangat menarik bagi ibu kota. Jalan Oxford terkenal ke seluruh dunua karena jutaan pengunjung setiap tahun. Dalam satu tahun, kawasan ikonik ini akan diubah menjadi kawasan pejalan kaki yang bebas kendaraan,” ujar Khan seperti dikutip oleh laman arsitektur dan desain Dezeen.

Baca juga: Akses Pejalan Kaki dan Sepeda yang Penuh Cermin, Wah Bisa Ngaca Melulu Nih

Nantinya, rute bus akan diubah dan taksi akan dialihkan, sementara jalur sepeda masih dipertimbangkan. Nantinya, tinggi jalan dan trotoar akan disamakan sehingga lebih mudah diakses oleh pengguna kursi roda.

Kawasan ini akan dipercantik oleh karya seni, pohon, dan bangku. Wah, bisa dibayangkan kalau ada kawasan pejalan kaki sepanjang 800 mter.

Baca juga: Mau Lihat Area Penyeberangan Pejalan Kaki Pada Abad 21?

Proyek ini akan menghabiskan dana sekitar 60 juta pound (Rp1,063 triliun). Dana pembangunan diambil dari pemerintah Inggris dan sektor swasta.

Hmm, terbayang nggak sih kalau ada hal serupa di Indonesia? Ada jalan raya ditutup dan dijadikan kawasan pejalan kaki.

Baca juga: Energi Listrik dari Pijakan di Lantai? Wah, Sayangnya Orang Indonesia Malas Jalan Kaki

Tetapi, survey dari Stanford University, Amerika Serikat menyatakan kalau orang Indonesia paling malas untuk berjalan kaki. Benar nggak sih? Kamu sendiri malas atau rutin jalan kaki?

Bagikan: 285 kali