Tanaman porang memiliki potensi yang bagus untuk bisnis ekspor. Selain itu, proses budidaya-nya pun mudah - Rumah123.com Tanaman porang memiliki potensi yang bagus untuk bisnis ekspor. Selain itu, proses budidaya-nya pun mudah! - Rumah123.com/Getty Images

Baru-baru ini, media sosial dihebohkan dengan berita tentang seorang pemulung asal Kepel, Jawa Timur bernama Paidi yang berhasil menjadi miliarder berkat budidaya tanaman porang. Porang yang ditanamnya kini berhasil mendunia. Paidi pun kini bisa menghasilkan omzet hingga Rp 800 juta dalam waktu dua tahun. 

Mengenal serba serbi tanaman porang 

Porang atau yang biasa disebut sebagai iles-iles merupakan jenis umbi-umbian. Porang banyak digunakan sebagai bahan bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, pembuatan lem, hingga jelly. Tanaman porang memiliki nilai strategis untuk dikembangkan karena punya peluang yang cukup besar untuk diekspor.

Dilansir dari Wartaekonomi.co.id, catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan, ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton dengan nilai ekspor yang mencapai Rp11,31 miliar. Beberapa negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Jepang, Cina, Vietnam, dan Australia. Di negara-negara tersebut, banyak yang mengolah umbi porang menjadi sumber makanan. 

Harga jual tanaman porang bisa mencapai Rp2.500 untuk satu umbi dengan berat 4 kilogram. Lahan seluas 1 hektar, bisa ditanam sebanyak 6.000 bibit, dan menghasilkan 24 ton/hektar, yakni dengan penghitungan 6.000 dikalikan 4 kilogram. Jika satu hektar bisa menghasilkan 24 ton, dan dikalikan dengan harga Rp2.500/kilogram, kurang lebih bisa menghasilkan Rp60 juta per hektar-nya. 

Baca juga: Budidaya Tanaman Hidroponik, Cara Berkebun Baru untuk Kamu yang Punya Lahan Sempit!

Tanaman porang memiliki potensi bagus untuk berbisnis

Tanaman porang memiliki potensi yang sangat bagus untuk siapa saja yang mau berusaha. Sebab, dengan potensi ekspor yang tinggi, penyedia umbi porang di Indonesia masih terbatas. Apalagi, tanaman dengan bahasa latin Amorphophallus oncophyllus ini adalah tanaman yang toleran naungan hingga 60%.

Porang juga dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain. Bahkan, sifat tanaman tersebut dapat memungkinkan dibudidayakan di lahan hutan di bawah naungan tegakan tanaman lain.

Baca juga: Cara Gampang Budidaya Jamur Tiram di Lahan 3x4 Meter

Cara budidaya porang

Dilansir dari Tanipedia.co.id, ada beberapa teknik yang bisa dipakai untuk membuat bibit porang. Yang pertama adalah dengan menggunakan biji. Yang kedua adalah dengan bintik yang ada di antara batang dan cabang porang. Sedangkan yang yaitu dengan menggunakan umbi. Umbi porang yang dipanen, dapat ditanam kembali. Cara menanam yang baik tentu saja di bawah lahan di sekitar pohon jati yang rindang. Porang cukup ditanam sekali, lalu tinggal lakukan pemeliharaan dan memanen. Umbi akan tumbuh lagi setelah panen dengan meninggalkannya di lubang semula.

Porang dapat dipanen setelah 3 tahun tumbuhan tersebut ditanam. Cara memanennya ialah dengan mengambil umbi yang paling besar dari tumbuhan tersebut. Umbi yang kecil dibiarkan saja di lahan pertanian agar pada saat musim hujan umbi tersebut dapat tumbuh lagi. Setelah umbi yang besar diambil dan dibersihkan dari tanah dan akar, umbi kemudian dipotong, diiris, lalu dijemur. Cara mengiris menentukan kualitas porang.

Bagikan: 10563 kali