generasi milenial Ilustrasi Generasi Milenial. Perbankan Memiliki Sejumlah Pandangan Mengenai Generasi Milenial. Salah Satunya Adalah Kaum Milenial Lebih Suka Jangka Waktu Cicilan KPR yang Singkat (Foto: Rumah123/iStockphoto/REA Adobe Experience Manager)

Generasi milenial tidak mau memiliki cicilan KPR dalam jangka waktu lama. Apa lagi perilaku kaum milenial di mata perbankan?

Hunian merupakan kebutuhan hidup manusia. Orang membutuhkan pangan (makanan), sandang (pakaian), dan papan (rumah).

Generasi baby boomers atau generasi X menganggap kepemilikan rumah sangat penting. Baby boomers adalah mereka yang lahir setelah Perang Dunia II, era 1940-an hingga 1950-an.

Generasi X merupakan mereka yang lahir pada era 1960-an hingga akhir 1970-an. Mereka adalah kakek nenek dan juga orang tua kaum milenial.

Baca juga: Gaeesss For Millennials, KPR BTN yang Menyasar Generasi Milenial

Sementara kaum milenial adalah mereka yang lahir pada awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an. Milenial dianggap tidak ingin mempunyai rumah.

“Masalahnya generasi milenal tidak niat. Belum ingin memiliki rumah,” ujar Executive Vice President Consumer Loan BCA Felicia M Simon kepada situs properti Rumah123.com.

Felicia memaparkan ada survei yang menyatakan generasi milenial belum ingin mempunyai rumah. Namun, ada riset yang menyatakan sebaliknya.

Baca juga: SiKasep, Aplikasi Mobile Untuk Generasi Milenial dalam Mencari Rumah Subsidi

Hanya saja saat generasi milenial ingin menikah, pastinya mereka membutuhkan tempat tinggal. Entah itu rumah atau apartemen.

Generasi Milenial Tidak Ingin Memiliki Cicilan KPR dalam Jangka Waktu yang Lama

Felicia melanjutkan pihaknya melakukan riset internal. Hasilnya adalah generasi milenial tidak suka memiliki cicilan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) dengan jangka waktu yang lama.

BCA memiliki sejumlah pilihan tenor atau jangka waktu KPR. Namun, nasabah lebih memilih jangka waktu yang singkat.

Banyak nasabah yang memilih angsuran bunga flat selama tiga tahun. Mereka berpikir gaji akan naik terus. Mereka tidak ingin mempunyai hutang dalam jangka panjang.

Selain itu, ada sejumlah insight lainnya. “Kita mempelajari orang membeli rumah ini perlu waktu. Orang akan memilih rumah, memilih bank,” kata Felicia.

Baca juga: Mau Tahu Cara Generasi Milenial Bisa Fokus dalam Menabung dan Berinvestasi

Rumah123.com pernah melansir hasil riset serupa mengenai consumer journey. Ada semacam perjalanan orang sebelum memutuskan membeli rumah.

Felicia menambahkan bahwa saat ini BCA melirik generasi milenial yang tergolong first jobber. Atau mereka yang baru pertama kali bekerja.

BCA memiliki fitur khusus KPR untuk generasi milenial. Fitur tersebut adalah layanan angsuran terencana.

Mereka yang baru bekerja dan merintis karier diberikan kemudahan. Mereka bisa mendapatkan angsuran yang ringan di awal mencicil.

Baca juga: Kalau Aturan Bank Tidak Kaku, Generasi Milenial Bisa Beli Properti

Saat ini, sebenarnya menjadi waktu yang tepat bagi generasi milenial yang ingin membeli rumah atau apartemen.

Bank Indonesia kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada 20 Februari 2020. Suku bunga acuan hanya 4,75 persen, turun 0,25 persen dari 5,00 persen.

Pada 2019, bank sentral telah menurunkan suku bunga sebesar 100 bps atau 1 persen dalam kurun waktu Juli hingga Oktober.

Perbankan memerlukan waktu beberapa kuartal untuk menurunkan suku bunga KPR dan juga KPA (Kredit Pemilikan Apartemen).

Apalagi Bank Indonesia juga telah mengeluarkan relaksasi lainnya. Bank sentral menaikkan rasio LTV (Loan To Value) untuk pembelian properti kedua.

Baca juga: Hunian Masa Kini yang Memenuhi Selera dan Kebutuhan Generasi Milenial

Bagikan:
674 kali