perluasan ganjil genap- rumah123.com Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta Akan Menentukan Kriteria Jalan yang Masuk Perluasan Sistem Pembatasan Kendaraan Ganjil Genap di Jakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

Sistem ganjil genap bakal diperluas penerapannya di Jakarta dalam waktu dekat. Ada sejumlah kriteria jalan yang masuk dalam perluasan ini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana untuk memperluas penerapan sistem pembatasan kendaraan pribadi alias mobil dengan sistem ganjil genap.

Hal ini dilakukan untuk mengatasi masalah polusi udara di Jakarta. Belakangan, kualitas udara Jakarta masuk dalam kategori yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Sistem Ganjil-Genap Bakal Diperpanjang, Ngapain Beli Mobil, Mendingan Beli Rumah

Menurut situs AirVisual.com, Jakarta masuk dalam kota dengan udara yang termasuk buruk di dunia. AirVisual adalah laman yang menyediakan informasi kualitas udara kota-kota di dunia secara online.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan instruksi gubernur untuk mengatasi polusi udara tersebut. Sejumlah cara akan ditempuh seperti melarang kendaraan pribadi berusia 10 tahun lebih melintas di Jakarta pada 2025.

Kendaraan umum yang berumur 10 tahun dilarang beroperasi di Jakarta pada 2020. Sistem pembatasan kendaraan ganjil genap akan diperluas, dan masih banyak lagi.

Dinas Perhubungan Masih Menganalisis Rute Jalan yang Masuk Perluasan Sistem Ganji Genap

Seperti dikutip dari situs berita online Kompas.com, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyatakan gubernur telah memerintahkan untuk mengumumkan rute perluasan ganjil genap pada awal pekan ini.

Tetapi, lantaran analisisnya belum rampung, hal tersebut belum dapat diumumkan. Pada Senin (5/8/2019) sempat beredar rute-rute perluasan ganjil genap yang meliputi sejumlah jalan di ibu kota.

Syafrin menyatakan informasi yang beredar melalui aplikasi pesan dan internet itu adalah hoax. Pemprov belum mengumumkan rute perluasan ganjil genap. Dia berharap bahwa masyarakat memperoleh informasi dari sumber yang benar.

Saat ini, Dinas Perhubungan DKI Jakarta telah menyelesaikan evaluasi pencapaian satu semester pemberlakukan ganjil genap. Sekarang, Dishub DKI sedang melaksanakan analisis perluasan sistem pembatasan kendaraan pribadi berdasarkan nomor polisi tersebut.

Ruas Jalan yang Masuk Kriteria Perluasan Ganjil Genap

Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan kajian ruas jalan di Jakarta akan bakal  terkena perluasan ganjil genap. Hal ini berdasarkan pertimbangan analisis sesuai dengan Peraturan Pemerintah No 32 Tahun 2011 tentang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas.

Syafrin menyatakan ruas jalan dengan kriteria tersebut yang akan masuk perluasan sistem ganjil genap. Pertama, visi rasio sudah jenuh yaitu di atas 0,7. Visi rasio yang dimaksud adalah perbandingan antara kapasitas dan volume lalu lintas. Sekedar informasi, ukuran visi rasio memiliki skala 0 hingga 1. Skala 1 artinya jenuh atau padat kendaraan.

Kedua, ruas jalan yang bakal masuk perluasan sistem ganjil genap adalah jalan yang mengalami perlambatan laju kendaraan pada jam sibuk. Kecepatan rata-rata kendaraan di bawah 30 kilometer per jam (km/jam).

Ketiga, jaringan jalan tersebut telah ada angkutan umum yang sudah melayani masyarakat seperti MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu), LRT (Light Rail Transit/Lintas Rel Terpadu), bus Transjakarta, dan angkutan perkotaan Jak Lingko.

Baca juga: Sistem Mana Yang Dipakai di Jalan Tol Saat Mudik Lebaran: Ganjil Genap Atau One Way?

Bagikan: 1102 kali