bitcoin untuk beli rumah

Kehadiran bitcoin di Indonesia kian populer, terutama di kalangan para investor. 

Banyak Investor yang menganggap bitcoin adalah investasi yang menjanjikan. 

Terutama setelah Elon Musk membeli uang digital ini senilai US$1,5 miliar melalui Tesla Inc. 

Per 13 April 2021, Harga bitcoin mencetak rekor baru, yakni berada di kisaran US$62.000 per koin. 

Angka tersebut setara dengan Rp 909,19 juta (kurs Rp 14.500).

Jumlah itu bahkan terbilang cukup untuk membeli sebuah rumah minimalis 2 lantai di kawasan Jabodetabek. 

Beberapa negara bahkan mulai menggunakan bitcoin sebagai alat pembayaran untuk sebuah hunian. 

Namun, bagaimana dengan aturan bitcoin dalam Indonesia sendiri?

Apakah bitcoin bisa dijadikan alat pembayaran untuk membeli rumah di Indonesia? 

Yuk, simak jawabannya di bawah ini:

Apa Itu Bitcoin dan Bagaimana Regulasinya di Indonesia?

Bitcoin merupakan salah satu bentuk dari alat pembayaran baru yang hadir di dunia. 

Ia berbentuk virtual currency atau cryptocurrency yang kerap digunakan untuk bertransaksi di dunia maya.

Berdasarkan Pasal 34 huruf a Peraturan BI 18/2016, virtual currency merupakan uang digital yang diterbitkan oleh pihak selain otoritas moneter.

Uang ini diperoleh dengan cara mining, pembelian, atau transfer pemberian (reward).

Selain bitcoin, sebenarnya ada banyak virtual currency lainnya di dunia, seperti blackboin, dash, dogecoin, litecoin, namecoin, nxt, peercoin, primecoin, ripple, dan ven.

Sebenarnya, bitcoin pernah dianggap sebagai alat transaksi yang tidak sah di Indonesia.

Hal itu pernah disebutkan dalam sebuah siaran pers yang dikeluarkan Bank Indonesia pada 2014.

Meski begitu, kini kehadiran bitcoin mulai diterima di Indonesia. 

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) sudah memberikan kepastian hukum soal bitcoin di Indonesia.

Terdapat empat peraturan Bappebti yang melegalkan perdagangan komoditas digital, berupa aset kripto maupun emas digital. 

Beberapa peraturan itu di antaranya adalah:

- Peraturan Bappebti No. 2 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Pasar Fisik Komoditi di Bursa Berjangka

- Peraturan Bappebti No. 3 Tahun 2019 tentang Komoditi yang Dapat Dijadikan Subjek Kontrak Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah dan/atau Kontrak Derivatif Lainnya yang Diperdagangkan di Bursa Berjangka.

- Peraturan Bappebti No. 4 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka.

- Peraturan Bappebti No. 5 Tahun 2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.

Keempat aturan itulah yang menjadi landasan hukum dalam perdagangan aset kripto di Indonesia.

Peraturan ini juga memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri emas digital di Indonesia.

Dengan adanya empat peraturan ini pula, jual-beli bitcoin sudah legal di Indonesia.

Namun, bisakah bitcoin dijadikan sebagai alat tukar untuk membeli sesuatu seperti rumah?

Bisakah Beli Rumah dengan Bitcoin?

Dilansir dari CNBC Indonesia, BI tetap melarang bitcoin dijadikan alat pembayaran.

Larangan serupa berlaku untuk semua jenis cryptocurrency, tak hanya Bitcoin.

Menko Perekonomian RI 2014-2019 Darmin Nasution juga menyampaikan sikap tak setuju menjadikan bitcoin sebagai alat pembayaran. 

Menurutnya, bukan pemerintah secara keseluruhan yang melegalkan bitcoin di Indonesia.

Ia menyebut bitcoin bukanlah alat pembayaran. 

Mata uang kripto itu hanya berlaku sebagai barang yang bisa diperjualbelikan saja.

Jadi, meski legal, bitcoin di Indonesia hanya berlaku sebagai komoditas dan bisa diperdagangkan di bursa berjangka. 

Dengan begitu, pembayaran dengan menggunakan bitcoin akan disebut sebagai hal yang ilegal dan melawan hukum.

Untuk itu, jika kamu ingin beli rumah dengan bitcoin, pastikan kamu telah mengonversikannya terlebih dahulu. 

Konversikan bitcoin ke dalam bentuk uang tunai, lalu gunakan uang tersebut untuk transaksi pembelian rumah impian.

Begitulah cara mudah dan aman untuk beli rumah dengan bitcoin di Indonesia saat ini.

3 Tips Investasi Bitcoin Pemula

Gunakan Dana di Luar Biaya Kebutuhan Hidup dan Dana Darurat

Beberapa waktu lalu, ada berita tentang sebuah keluarga di Belanda yang rela menjual semua hartanya untuk berinvestasi bitcoin. 

Berbagai aset mereka seperti bisnis, rumah, hingga sepatu ditukarkan dengan cryptocurrency dan mulai hidup di jalanan. 

Meski bisa berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar, cara ini tentu saja kurang aman. 

Dilansir Detik.com, CEO Bitcoin Indonesia Oscar Darmawan juga kurang menyetujui hal tersebut. 

Hal paling utama yang harus dilakukan dalam investasi bitcoin adalah dengan menggunakan uang dingin.  atau uang yang disimpan dalam jangka panjang. 

Jangan sampai melakukan investasi apalagi bitcoin dengan anggaran yang digunakan sebagai uang dapur alias untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Sebab, modal pertama untuk membeli bitcoin akan ditahan setidaknya untuk tiga bulan. 

Begitu pula dengan alur perdagangan bitcoin yang cenderung naik atau turun. 

"Kalau memang adanya itu uang panas, uang dapur, jangan dipakai buat trading," tambahnya. 

Pelajari Teknik Jual-Beli dan Teknologi yang Digunakan Bitcoin

Selain itu, ada pula hal lain yang harus dilakukan investor pemula yang ingin terjun ke dunia mata uang kripto, khususnya bitcoin. 

Mereka harus mau mempelajari teknik jual beli dan teknologi yang digunakan bitcoin.

"Paling penting juga mempelajari teknologi bitcoin sendiri dan mempelajari teknik dalam trading bitcoin," ujar Oscar.

Mulai dari bagaimana cara membeli dan menjual bitcoin hingga melihat pasar yang baik, serta tahu momen untuk jual atau beli. 

Dengan begitu, kamu jadi lebih paham pola dari investasi bitcoin dan lebih mudah dalam mengaturnya. 

Cari Momen yang Tepat untuk Investasi dan Jual-Beli

Jangan asal melakukan investasi bitcoin ya, sebab kamu bisa saja merugi jika tidak mempertimbangkannya. 

Jika kamu sudah memperlajari teknik dan teknologi yang dibutuhkan, maka langkah selajutnya yaitu mencari momen yang tepat untuk memulainya. 

Harga bitcoin sendiri pada dasarnya adalah supply dan demand

Selain dari itu faktor fundamental cukup berpengaruh untuk memengaruhi demand dari kebutuhan bitcoin. 

Ada beberapa momen yang mempengaruhi permintaan,  Misalnya wabah COVID-19. 

Ada sentimen di mana orang-orang mengalihkan investasinya komoditas safe havent aset seperti ke bitcoin maupun Emas. 

Sebab, produk investasi lain cenderung mengalami penurunan yang didasarkan pada kebijakan fiskal ekonomi negaranya. 

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Green Serpong Bintaro hanya di www.rumah123.com

Bagikan:
12101 kali