sengketa tanah Metode LUCIS diklaim bisa menyelesaikan masalah sengketa lahan dan konflik pertanahan yang terus terjadi di Indonesia. Semoga bisa mengatasi mafia tanah.

Sengketa  tanah di Tanah Air masih marak terjadi. Diperlukan upaya pencegahan konflik pertanahan untuk menyelesaikannya.

Mengapa selalu terjadi sengketa tanah? Menurut Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN Surya Tjandra, seperti dilansir dari laman Medcom.id, ada beberapa sebabnya.

Konflik pertanahan terjadi salah satu sebabnya adalah belum tertibnya pelaksanaan administrasi pertanahan.

Misalnya saja, kasus sengketa di Jakarta yang belum lama ini terjadi melibatkan oknum pegawai ATR/BPN dengan mafia tanah.

Mafia tanah mencari celah dengan memanfaatkan modus mal-administrasi pertanahan.

Dalam hal ini, terkait  penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 4931/Cakung Barat atas nama Abdul Halim, di Cakung, Jakarta Timur, dengan tanah seluas atau 7,78 hektar.

Lalu, adapula sengketa tanah di Ciledug, Kota Tangerang, yang melibatkan seseorang yang mengaku ahli waris dan melakukan klaim sepihak dengan menembok beton akses jalan.

Cegah Sengketa Tanah, Kementerian ATR/BPN Rilis Metode LUCIS

sengketa tanah

Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) merilis metode Land-Use Conflict Identification Strategy atau LUCIS.

Inovasi tersebut dibuat sebagai upaya untuk menyelesaikan dan mencegahkan konflik pertanahan.

Dikutip dari laman Bisnis.com, LUCIS menggunakan metode berbasis informasi geospasial.

LUCIS mengkombinasikan penataan ruang dengan pengetahuan penatagunaan tanah.

Cara itu akan digunakan untuk menjadi dasar kegiatan reforma agraria dan penyelesaian sengketa tanah.

“Model LUCIS akan mengidentifikasi potensi konflik. Misalnya, dalam pembangunan infrastruktur" jelas Surya Tjandra.

Metode itu, lanjut Surya akan mengidentifikasi setidaknya empat faktor penyebab terjadinya konflik agraria.

Antara lain, perencanaan non-partisipatif, top down initiative, inkonsistensi pelaksanaan regulasi, serta adanya missing link pada penyusunan regulasi.

Meski telah memperkenalkan LUCIS, Kementerian ATR/BPN terus menekankan pentingnya pecegahan sengketa tanah.

Itulah inovasi metode yang dikembangkan oleh Kementerian ATR/BPN untuk mencegah dan menyelesaikan sengketa pertanahan. Rumah123.com pernah menayangkan artikel mengenai mafia tanah, modus komplotan penjahat ini memang beragam. Bahkan, salah satu korbannya adalah ibu dari Dino Patti Djalal, mantan juru bicara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup. Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Savasa.
Bagikan:
264 kali