Milenial Siap Geser Generasi X 1 (Foto: Rumah123.com/Lokadata.id)

Jumlah generasi milenial yang akan mengisi angkatan kerja pada 2030 diproyeksikan akan mengalahkan generasi X. Inilah berkah bonus demografi.

Indonesia akan mengalami bonus demografi, hal yang sering dilontarkan oleh sejumlah pakar di berbagai bidang. 

Apa yang dimaksud dengan bonus demografi ini? Jumlah penduduk usia produktif, mereka yang berusia 15-64 tahun lebih banyak. 

Jika dibandingkan dengan penduduk usia tidak produktif, mereka yang belum berusia 15 tahun di atas 64 tahun pada 2030. 

Hal ini tentunya harus dimanfaatkan sebaik mungkin, apalagi bagi generasi milenial yang akan menggantikan generasi X atau Gen X. 

Kaum milenial juga yang akan mendominasi angkatan kerja pada 2030, bersaing dengan adik-adiknya generasi Z. 

Generasi X Masih Mendominasi Angkatan Kerja Pada 2019

Menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (SAKERNAS) 2019 mencatatkan bahwa 52 juta pekerja Indonesia berstatus pekerja tetap. 

Jumlah ini setara dengan 41 persen dari 127 juta pekerja Indonesia. Mereka berstatus karyawan tetap. 

Dari jumlah ini, total pekerja didominasi oleh generasi X dengan jumlah 59 juta. Sebanyak 19 juta (32 persen) di antaranya berstatus karyawan tetap. 

Generasi milenial berada di peringkat kedua dengan jumlah mencapai 48 juta. Sebanyak 23 juta (53 persen) di antaranya merupakan pekerja tetap. 

Sedangkan generasi Z berada di posisi ketiga dengan jumlah pekerja mencapai 12 juta. Sebanyak 7 juta (57 persen) adalah pegawai tetap. 

Sisanya adalah silent generation sebanyak 2 juta pekerja dan generasi baby boomers sebanyak 6 juta pekerja. 

Apa sih yang dimaksud generasi Z, milenial, generasi X, silent generation, dan juga baby boomers

Silent generation adalah mereka yang lahir pada 1928 hingga 1945, baby boomers lahir pada 1946 hingga 1964. 

Baby boomers merupakan mereka yang lahir setelah Perang Dunia II berakhir, saat ini terjadi lonjakan tingkat kelahiran. 

Generasi X merupakan mereka yang lahir pada 1965-1980, generasi milenial lahir pada 1981 hingga 1996. 

Sementara generasi Z adalah generasi yang paling muda di antara semuanya lantaran lahir setelah 1997. 

Generasi X yang berusia antara 40 hingga 55 tahun memang masih mendominasi angkatan kerja. 

Situs berita online Lokadata.id melansir pernyataan Founder sekaligus Managing Director Headhunter Indonesia Haryo Utomo. 

Haryo menyatakan generasi X memang mendominasi total pekerja lantaran lebih dulu masuk dunia kerja. 

Berdasarkan usia, generasi X belum memasuki pensiun. Mereka yang baru berusia 40 tahun saja, baru pensiun sekitar 2035. 

“Dilihat dari demografi, mereka akan mendominasi angkatan kerja di Indonesia. Hal ini didukung dengan usia yang masih sangat produktif untuk bekerja,” kata Haryo. 

Milenial Siap Geser Generasi X 2 (Foto: Rumah123.com/Lokadata.id)

Dominasi Generasi X dan Generasi Milenial Pada 17 Sektor Lapangan Usaha 

Generasi X dan juga generasi milenial memang mendominasi angkatan kerja Indonesia pada 2019. 

Kalau melihat 17 sektor lapangan usaha, kedua generasi ini memang mendominasi dibandingkan generasi lainnya. 

Keduanya saling mengungguli pada seluruh sektor lapangan usaha. Generasi X unggul tipis pada beberapa sektor. 

Sementara generasi milenial bisa unggul telak pada sejumlah sektor, bahkan unggul jauh secara persentase. 

Beberapa di antaranya menembus angka 50-60 persen terutama untuk sektor informasi dan komunikasi. 

Generasi milenial juga unggul di sektor jasa kesehatan, jasa keuangan, listrik dan gas, real estate, serta lainnya. 

Kaum milenial lahir dan besar saat teknologi berkembang pesat sehingga bisa lebih cerdas memilih karier di masa mendatang. 

Haryo melanjutkan generasi milenial memiliki keunggulan dibandingkan generasi lainnya lantaran mereka terbuka dengan perkembangan zaman. 

Kaum milenial bisa diklaim sebagai digital native, sementara generasi di atasnya masih digital immigrant

Menurut Haryo, saat ada teknologi baru di bidang teknologi informasi, kesehatan, atau trend science, kaum milenial yang paling cepat beradaptasi. 

“Itulah mengapa banyak startup dirintis oleh milenial,” ujar Haryo. Saat ini, banyak kaum milenial yang membuat perusahaan rintisan atau startup.

Sementara itu, adik kaum milenial yaitu generasi Z identik dengan rasa penasaran yang tinggi dan menyukai kebebasan. 

“Generasi Z masih mencoba hal-hal baru. Mereka menyukai pekerjaan yang suasananya menyenangkan, santai, di mana mereka bisa menjadi diri sendiri,” kata Haryo. 

Potensi Bonus Demografi Pada 2030

Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada 2030 merupakan sebuah peluang yang tidak boleh disia-siakan. 

Tenaga kerja Indonesia harus disiapkan agar lebih inovatif, cerdas, dan kreatif agar bisa bersaing di pasar tenaga kerja dalam negeri dan luar negeri. 

Banyaknya jumlah angkatan kerja pada 2030 juta juga menjadi peluang perkembangan bisnis properti. 

Mereka yang masuk angkatan produktif akan membutuhkan hunian tapak atau pun hunian vertikal. 

Perusahaan riset bisnis dan ekonomi McKinsey Global Institute merilis laporan yang memproyeksikan Indonesia pada 2030. 

Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi nomor tujuh di dunia dengan 135 juta orang yang masuk kelas konsumsi. 

Sebanyak 71 persen dari populasi Indonesia akan menghasilkan 86 persen GDP (Gross Domestic Product) atau PDB (Produk Domestik Bruto). 

Baca juga: Seperti Apa Perilaku Generasi Milenial di Mata Perbankan?

PDB adalah nilai pasar semua barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara pada periode tertentu. 

Indonesia akan membutuhkan 113 juta pekerja terlatih, jumlah ini naik dua kali lipat lebih dari 2019 yang hanya 55 juta pekerja. 

Ada peluang pasar untuk layanan konsumen, pertanian dan perikanan, sumber daya, dan pendidikan sebesar USD 1,8 triliun (Rp26.800 triliun). 

Artikel ini merupakan kerja sama antara situs properti Rumah123.com dan juga situs berita Lokadata.id.

Bagikan:
1634 kali