skuter listrik- rumah123.com Sejumlah Negara Seperti Prancis, Denmark, Singapura, dan Jepang Telah Memiliki Regulasi Mengenai Skuter Listrik. Indonesia Harus Mempunyainya Setelah Ada Dua Pengendara Tewas Ditabrak Mobil (Foto: Rumah123/Getty Images)

Dua insiden melibatkan skuter listrik terjadi beberapa waktu lalu. Sejumlah pihak merasa ada regulasi yang mengatur penggunaan skuter listrik.

Skuter listrik menjadi perbincangan sejak pekan lalu. Dua pengguna skuter listrik meninggal setelah ditabrak oleh mobil di Jakarta pada Ahad (10/11/2019). Empat pengendara skuter lainnya mengalami luka-luka.

Selain itu, sejumlah pengguna skuter merusak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jakarta Pusat. Lantai JPO rusak setelah para pengendara melintas.

Baca juga: Sudah Tahu Tips Aman Saat Menggunakan Skuter Listrik?

Adanya sejumlah insiden ini membuat banyak orang melontarkan gagasan untuk membuat regulasi yang mengatur penggunaan skuter listrik. Adanya korban jiwa membuat sejumlah pihak mendesak pemerintah untuk memiliki regulasi skuter listrik.

Jika melihat sejarahnya, skuter listrik merupakan moda transporasi baru. Sebelumnya, orang hanya mengenal skuter tradisional yang digunakan oleh anak-anak.

Laman berita online Kompas.com memaparkan ada sejumlah negara yang telah memiliki aturan atau regulasi terkait skuter listrik. Nah, ada baiknya Indonesia mengikuti jejak mereka.

Baca juga: Dua Insiden Skuter Listrik: Ditabrak Mobil dan Merusak JPO Sudirman

Indonesia harus mempunyai regulasi yang mengatur skuter listrik. Regulasi mencakup batas kecepatan, kawasan beroperasi, jumlah penumpang, hingga batasan usia pengendara. Adanya aturan akan membuat pengendara, pejalan kaki, dan pengguna kendaraan lainnya bisa merasa aman.

Langgar Regulasi, Pengendara Skuter Listrik di Singapura Terancam Hukuman Penjara

Singapura sudah melarang penggunaan skuter listrik di trotoar sejak 5 November 2019. Alasannya demi keamanan publik. Mereka yang melanggar bisa dikenakan denda uang atau mendapatkan hukuman penjara tiga bulan kalau terbukti bersalah.

Para pengendara skuter listrik hanya boleh melintas di jalur sepeda. Jumlah skuter listrik yang terdaftar di Singapura mencapai 100.000.

Prancis Melarang Pengguna Skuter Listrik Melintas di Jalan Raya

Prancis juga menjadi salah satu negara yang telah memiliki aturan mengenai skuter listrik. Ada sejumlah aturan yang dikeluarkan yaitu pengguna dilarang melewati trotoar, skuter listrik hanya digunakan oleh satu orang alias tidak berboncengan, hingga tidak menggunakan ponsel saat mengendarai.

Lantas kecepatan yang diperbolehkan maksimal hanya 25 kilometer per jam, pengendara harus mengenakan helm, dan skuter listrik dilarang melintas di jalan raya. Mereka yang melanggar akan dijatuhi hukuman denda uang.

Pengendara Skuter Listrik di Jepang Harus Memiliki SIM

Ada sejumlah kota di Jepang yang memasukkan skuter listrik dalam kategori sepeda motor. Skuter listrik harus memiliki plat nomor dan kaca spion.

Aturan lainnya adalah pengendara skuter listrik harus mempunyai surat izin mengemudi (SIM). Skuter listrik hanya diperbolehkan dikendarai di jalan mobil.

Denmark Membatasi Jumlah Skuter di Suatu Kawasan

Pemerintah Denmark mulai memperbolehkan skuter listrik secara legal pada Januari 2019. Jumlah skuter di daerah padat dibatasi dengan jumlah maksimal yaitu 200 skuter listrik.

Pengendara harus mematuhi peraturan lalu lintas. Mereka hanya boleh memacu moda transportasi ini dengan kecepatan maksimal 20 kilometer per jam. Selain itu, ada pembatasan usia pengendara. Usia minimal pengendara adalah 15 tahun.

Baca juga: Asyiknya Jalan-jalan Muter Kompleks Pakai Skuter Listrik Harley Davidson

Bagikan: 1359 kali