tol solo jogja

Pembangunan proyek jalan Tol Solo-Jogja telah dimulai di sejumlah titik. Ada fakta menarik mengenai infrastruktur ini yaitu harta karun candi.

Salah satu kawasan yang sedang digarap untuk Tol Solo-Jogja adalah Desa Kranggan hingga Desa Keprabon, Polanharjo, Klaten, Jawa Tengah.

Pembangunan ruas Tol Solo - Jogja akan membutuhkan total lahan 4.071 bidang atau 3.728.114 meter persegi lahan.

Rencananya, proyek infrastruktur jalan bebas hambatan itu menempati lahan yang tersebar di 50 desa dan 11 kecamatan.

Proyek ini akan digarap tiga kontraktor di bawah konsorsium Tol Solo - Jogja yaitu PT Daya Mulia Turangga-PT Gama Group, PT Jasa Marga (Persero) Tbk dan PT Adhi Karya (Persero).

Ternyata, ada hal menarik dari pembangunan jalan tol tersebut mulai dari desainnya yang unik hingga keberadaan harta karun.

Fakta Unik dari Pembangunan Jalan Tol Solo-Jogja

tol solo jogja

Dilansir dari laman berita online Okezone.com, berikut ini sejumlah fakta menarik terkait pembangunan infrastruktur tersebut.

1. Desain Jalan Tol

Ada hal cukup unik dari desain jalan tol ini yang segera dibangun di Klaten, Jawa Tengah dan menghubungkan dua kota di Selatan Jawa ini.

Pertama, terkait rancangan rest area di kawasan Manjungan, Kecamatan Ngawen, Klaten yang akan terbelah oleh jalan kabupaten.

Kelak, rest area itu akan menjadi ciri khas dari Tol Solo-Jogja dan hanya bisa ditemui pada proyek infrastruktur tersebut,

2. Artefak di Area Proyek

Di salah satu lahan proyek Tol Solo-Jogja terdapat artefak berupa yoni berukuran 79 cm, banyak cerita mengenai harta karun ini.

Masyarakat setempat percaya kalau artefak pernah dipindahkan, namun kembali lagi ke tempat semula. Wah, kok bisa ya?

Warga setempat mengenal artefak itu sebagai Candi Asu dan terletak di persawahan Desa Keprabon, Polanharjo.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja Pelaksana Jalan Tol Solo-Jogja Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Christian Nugroho mengatakan akan ada penanganan khusus di bagian tersebut.

"Jadi, nanti menggunakan tiang penyangga. Posisi objek diduga cagar budaya nanti masih seperti saat ini, tidak ada perubahan di sana,” katanya.

3. Lahan Sawah Mulai Diuruk

Area persawahan yang akan dilalui jalan tol tersebut sudah dibebaskan dan mulai diuruk, termasuk pada lahan sebelah yoni di tengah sawah Desa Keprabon.

Tetapi, posisi yoni termasuk gundukan tanah masih tetap berada pada lokasi yang sama selama ini. Mungkin khawatir tidak bisa dipindahkan ya.

4. Pembayaran Ganti Rugi Hampir Selesai

Proses pembebasan lahan termasuk pembayaran uang ganti rugi sudah hampir selesai. Sejumlah orang menjadi miliarder lo.

Kepala Dusun I Desa Keprabon, Gunawan Salafudin, mengatakan untuk wilayah Keprabon ada sekitar 71 bidang lahan yang dibebaskan lahannya

Jumlah itu, termasuk tiga bidang tanah kas desa yang berada pada ruas jalan Tol Solo-Jogja.

Wah, siapa menyangka dengan sejumlah fakta menarik dari rencana pembangunan jalan Tol Solo- Jogja. kamu mau melihat harta karunnya?

Rumah123.com juga sempat membahas mengenai Tol Semarang-Demak yang terbuat dari bambu, pasti tidak percaya.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Trevista Park.

Bagikan:
1590 kali