Tidak Ada Patokan Pada Umur Berapa Anak Bisa Diajarkan untuk Mulai Berpuasa Ramadan. Namun, Orang Tua Bisa Mulai Melakukan Sejumlah Cara untuk Mengajarkan Anak Berpuasa (Foto: Rumah123/Getty Images)

Bagi kamu yang ingin mulai mengajarkan putra putri untuk mulai berpuasa Ramadan sebenarnya tidak ada patokan pasti. Tetapi, pastikan sesuai dengan kemampuan anak.

Para orang tua biasanya sudah mengajarkan puasa Ramadan kepada putra putrinya. Ada yang mulai dibiasakan sejak masih TK (taman kanak-kanak) atau saat menginjak masuk SD (sekolah dasar).

Ada yang merasa kalau putra putrinya yang masih TK atau baru masuk SD terlalu kecil untuk berpuasa. Namun, ada yang yakin kalau anak-anak sudah bisa berpuasa.

Baca juga: MRT Perbolehkan Penumpang Buka Puasa Minum Air Putih dan Makan Kurma

Sebenarnya memang tidak ada patokan pasti sejak kapan anak-anak bisa mulai berpuasa. Namun, orang tua sudah bisa mulai mengajak anak-anak berpuasa sejak dini.

Seperti dikutip dari Tirto.id, dokter spesialis anak Arifianto menyatakan tidak ada risiko kesehatan bagi anak yang berpuasa. Anak yang berumur kurang dari lima tahun sudah bisa berpuasa penuh asalkan mendapatkan asupan gizi yang baik saat makan sahur dan berbuka puasa.

Ada sejumlah hal yang bisa dilakukan oleh orang tua agar anak-anak mulai belajar puasa. Caranya tidak terlalu sulit kok.

Baca juga: Tips Sehat: Ingat Rumus 2-4-2 Supaya Ga Dehidrasi Saat Puasa Ramadan

Pertama, mulai mengajarkan puasa kepada anak sejak dini. Orang tua tidak perlu mengajak anak berpuasa. Coba saja dengan makan sahur bersama.

Anak tidak perlu berpuasa, namun dia sudah mengenal kalau ada makan sahur sebelum puasa. Setelah itu, ajarkan anak mengenai makan saat berbuka puasa. Orang tua juga bisa bercerita mengenai hukum berpuasa bagi umat Islam.

Kedua, mempraktikkan puasa secara bertahap. Setelah orang tua mengajak anak makan sahur, saatnya mengajarkan anak untuk berpuasa secara bertahap. Anak bisa saja berpuasa hanya sampai pukul 9-10 pagi, dia bisa makan dan minum, lantas melanjutkan lagi puasanya.

Baca juga: Ushuaia Jadi Kota dengan Durasi Puasa Terpendek di Dunia, Hanya 11 Jam

Puasa- Rumah123.com Biasakan Untuk Mengajak Anak Melakukan Aktivitas Bermanfaat Saat Puasa Ramadan. Salah Satunya Adalah Membaca Al Quran (Foto: Rumah123/Getty Images)

Lantas durasi puasa anak bisa ditambah lagi. Anak hanya berpuasa sampai pukul 12.00 siang, setelah itu berbuka, kemudian puasa dilanjutkan lagi.

Ketiga, memberikan hadiah sebagai motivasi. Tidak ada salahnya untuk memberikan hadiah edukatif kepada anak yang mau menjalankan puasa.

Bentuk hadiahnya bisa disesuaikan dengan kemampuan orang tua dan juga keinginan putra putri. Saat kamu kecil juga pernah mendapatkan hadiah serupa, bukan?

Baca juga: Pemudik Boleh Buka Puasa di Bahu Jalan Tol, Tapi Ada Syaratnya Lho

Keempat, membuat anak untuk berpuasa bersama saudara atau teman. Saat anak-anak mengetahui kalau teman atau saudaranya bisa kuat menjalani ibadah puasa secara penuh, biasanya ada motivasi lain.

Anak akan merasa tertantang untuk melakukan hal yang sama lantaran merasa malu. Saat kamu kecil, pastinya kamu merasakan hal yang sama, kan?

Kelima, biasakan ajak anak-anak ke masjid. Kalau kamu memiliki anak laki-laki, biasakan untuk mengajak mereka untuk rutin ke masjid selama bulan Ramadan.

Baca juga: Puasa Ramadan Selama 20 Jam 45 Menit, Kira-kira Kamu Sanggup Ga Puasa di Sini?

Kamu bisa mengajak anak untuk salat lima waktu dan juga salat Tarawih serta berbuka puasa di masjid. Hal ini bisa membuat anak merasakan suasana lain saat berpuasa.

Keenam, melakukan aktivitas menyenangkan di rumah. Jika anak-anak sudah pulang sekolah atau telah libur sekolah, ajak mereka untuk melakukan aktivitas asyik di rumah.

Satu keluarga bisa melakukan kegiatan mengaji bersama, membereskan rumah, memasak makanan berbuka, dan lainnya.

Baca juga: Tips Sehat: Biasakan Menyantap Makanan Sehat Saat Berbuka Puasa

Bagikan: 449 kali