OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Secangkir Teh Hangat di Sela Kesibukan Ibu Kota

30 Nopember 2023 · 1 min read Author: Dharma Wijayanto

Pantjoran Tea House, sebuah bangunan tua yang berdiri pada 1928. Meskipun kuno, tapi terlihat kokoh dengan dominasi warna kuning keemasan. Gedung ini merupakan bangunan pertama di pintu gerbang kawasan Kota Tua.

Meskipun gedung tua tersebut tidak masuk daftar cagar budaya, namun kehadirannya merupakan saksi penting perjalanan terbentuknya Kota Batavia.

Interior kedai teh di gedung ini bernuansa tradisional China. Di sini pengunjung bisa bersantai sambil minum teh gratis di lantai satu. Sajian teh dalam delapan teko itu dipersembahkan bagi sesiapa yang melintas di sekitar kedai.

Sementara di lantai dua, tersedia ruangan umum dan ruangan VIP yang terpisah partisi kayu berornamen khas China. Tampak ruang-ruang dengan lantai keramik bermotif terakota, lengkap dengan furnitur berupa kursi-kursi thonet khas kopitiam dan meja-meja kecil yang dapat menampung pengunjung hingga 80 orang.

Konsep sederhana dan tradisional di kedai ini mengantar para pencinta teh berimajinasi mengenai perjalanan masyarakat Pribumi dan Tionghoa yang pada saat itu masih di bawah pemerintahan kolonial Belanda. Hal ini mengingat teh di kawasan tersebut sudah ada sejak 1684 silam. Konon bibit teh di tempat ini pertama kali dibawa dari Jepang oleh Andreas Cleyer, sang botanis yang bekerja untuk VOC (perusahaan dagang kolonial Belanda).


Tag: , , , , , , , , , , , ,


IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA