Ilustrasi Rumah (Rumah123/Realestate.com.au)

Rumah roboh emang bikin heboh! Dalam mimpi sekalipun, kita akan panik kalau rumah kita roboh. Tapi, siapa yang tahu waktu awal proses pembangunannya? Itu sebabnya kalau membeli rumah yang sudah jadi, kita harus memilih pengembang yang tepercaya. Dengan reputasi sang pengembang, tentunya hal amit-amit ini ga perlu kejadian pada rumah kita.

Kalau kamu ada rencana membangun rumah sendiri, agar rumahmu nantinya berdiri kokoh, coba perhatikan hal-hal berikut:

Pertama, kenali tanah tempat rumah berpijak.

Kamu perlu ketahui bagaimana kondisi tanah apakah aman untuk melakukan pembangunan di atasnya, tanah berlumpur bisa jadi tidak kuat untuk menopang beban bangunan. Namun, jenis tanah tertentu meskipun kurang baik dapat diperbaiki strukturnya sehingga aman untuk membangun rumah.

Baca juga: Gak Cuma Mezzanine BEI, Ada Bangunan Lain juga Pernah Roboh

Kedua, perkokoh strukturnya.

Pada rumah tembok, maka kamu harus memperhatikan bagian strukturnya yaitu fondasi, sloof, kolom, balok, dan rangka atap. Semua komponen tersebut kudu dihitung dan direncanakan sedemikian rupa sehingga didapatkan jenis, jumlah, dan dimensi material bangunan yang kuat untuk digunakan.

Ketiga, kalau di daerah gempa.

Kalau rumah yang kamu akan bangun termasuk daerah rawan gempa, maka lakukan perhitungan kekuatan rumah tahan gempa. Minimal kamu rancang rumah yang dapat bertahan sekian waktu saat terjadi gempa, sehingga orang yang berada di dalamnya sempat keluar untuk menyelamatkan diri sebelum rumah roboh.

Baca juga: Roboh Mirip BEI Pernah Terjadi di Amerika 37 Tahun Silam

Keempat, antisipasi kejadian kebakaran.

Kalau terjadi kebakaran, akan melemahkan struktur rumah. Rumah beton merupakan material paling sanggup bertahan saat terjadi kebakaran. Namun, perlu kamu perhitungkan juga kekuatan bertahan yang ada, apakah akan mengalami pelemahan setelah kebakaran, sehingga bangunan tersebut aman untuk digunakan kembali.

Pada rumah tembok yang kurang memperhatikan kualitas kolom praktis, maka dinding batu bata ikut menahan beban bangunan sehingga seringkali terjadi keretakan tembok, apabila dinding ini tidak sanggup bertahan, maka besar kemungkinan akan jadi penyebab rumah roboh.

Kelima, waspadai rumah tua.

Rumah tua yang rusak, pastinya berisiko roboh. Lebih-lebih kalau cuaca di sekitar rumah tua itu lembap dan panas, proses pelapukan dan kehancuran material rumah jadi lebih cepat. Kalau rumah tu itu berstruktur dari material besi, pada daerah dekat air asin semisal di tepi pantai, tentu besinya bisa mengalami karat sehingga ada risiko rumah jadi roboh.

Bagikan: 884 kali