Bagi para pendaki gunung, Danau Ranu Kumbolo tentu menjadi salah satu tujuan. Tapi, sebelum bermalam di sana, cari tahu mitos,  aturan, dan sejarahnya.

Siapa yang tak kenal Danau Ranu Kumbolo? Hampir semua orang yang memiliki hobi naik gunung atau mendaki pasti tahu danau cantik ini.

Danau Ranu Kumbolo menjadi salah satu tujuan bagi para pendaki, sebelum mereka mencapai puncak Gunung Semeru di Jawa Timur.

Ingat sih kamu, kalau Gunung Semeru ini pernah menjadi lokasi syuting film 5 Cm? Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama.

Tidak hanya itu, gunung Semeru pun menjadi gunung tertinggi di pulau Jawa, dengan ketinggain 3.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Banyak orang setuju jika danau ini memiliki pesona yang cantik dan keindahannya, siapa pun rela melakukan perjalanan ke Ranu Kumbolo.

Namun, sebelum kamu berkemah di danau ini, pastikan kamu tahu mitos, sejarah, dan juga aturan ketika berada di sana. Yuk, simak ulasannya berikut ini.

Sejarah Danau Ranu Kumbolo

Warga sekitar danau tersebut percaya bahwa danau ini bermula dari sebuah kejadian unik, legenda masyarakat Jawa.

Ada seorang anak bernama Kumbolo yang sedang melakukan pencarian mutiara pelangi di atas Puncak Mahameru.

Kumbolo merupakan anak orang miskin yang tubuhnya dipenuhi sisik lantaran dikutuk, karena ibunya memakan seekor ikan mas saat mengandungnya.

Nah, untuk menghilangkan sisik di tubuhnya, Kumbolo diperintahkan mencari sebuah mutiara pelangi di puncak Gunung Semeru.

Akhirnya, Kumbolo berhasil mendapatkannya. Namun, ketika menuruni lereng, mutiara pelangi tersebut tiba-tiba terlepas dan jatuh ke sebuah lembah.

Ajaibnya, ketika mutiara pelangi mencapai dasar lembah, terjadilah sebuah peristiwa dahsyat.

Lembah tersebut tiba-tiba memancarkan air besar hingga membentuk sebuah danau yang menenggelamkan Kumbolo.

Singkat cerita, setelah berusaha, Kumbolo akhirnya berhasil mencapai tepian danau dan mencapai daratan.

Ajaibnya, setelah itu sisik di seluruh tubuh Kumbolo menghilang, ia bersih tanpa sisik sedikit pun.

Aturan Bermalam di Ranu Kumbolo

Kira-kira berapa sih ketinggian Ranu Kumbolo? Danau yang berlokasi di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur ini berada di ketinggian 2.400 mdpl.

Namun, bagi pendaki pemula disarankan untuk memilih jalur Watu Rajeng karena medannya yang tidak terlalu sulit.

Bagi kamu yang ingin bermalam di dekat danau ini, matahari terbenam Ranu Kumbolo adalah hal yang harus kamu lihat.

Kamu bisa menyaksikan sunset yang begitu indah, apalagi dengan pemandangan pegunungan yang cantik dan juga udara yang segar.

Sebelum mendirikan tenda, ketahui aturan bermalam di dekat danau Ranu Kumbolo ini ya, simak apa saja nih.

1. Tempat mendirikan tenda, hanya diperbolehkan bermalam di savana (padang rumput) dekat pos empat turunan ke bawah dan dekat shelter di balik bukit Ranu Kumbolo.

Selain kedua tempat tersebut, kamu tidak boleh mendirikan tenda karena tanah di sekitar danau masih dianggap sakral oleh warga setempat.

2. Tidak diperbolehkan berenang di danau, karena suhu danau tidak menentu dan kedalaman danau mencapai 28 meter dan bisa berakibat fatal.

3. Batas mendirikan tenda, adalah 15 meter dari tepi danau. Selain itu, kamu juga dilarang memberi makan ikan apalagi buang sampah ke danau.

4. Kamu tidak boleh mencuci piring atau alat makan di tepi danau karena akan mencemari air.

Kamu bisa membuat lubang galian sisa makanan yang berjarak 15 meter dari tepi danau, bukan sampah plastik.

Mitos Ranu Kumbolo

Danau yang terkenal dengan keindahannya ini tenyata juga memiliki mitos serta misteri, berikut beberapa di antaranya:

1. Air danau dipercaya sebagai air suci, oleh karena itu siapa pun dilarang untuk mandi dan buang air di danau.

2. Jembatan yang dinamakan tanjakan cinta, yang menghubungkan antara puncak bukit dengan lokasi danau.

Mitosnya, siapa pun yang melewati tanjakan dengan konsentrasi dan menjaga pasangan, maka hubungan akan langgeng.

Sebaliknya, jika tidak melewati dengan benar maka pasangan tersebut tidak akan langgeng dalam hubungannya.

3. Sosok dewi berkebaya kuning yang menurut cerita kerap kali muncul dengan pakaian kebaya berwarna kuning.

4. Masyarakat Jawa dan Bali masih menganggap Mahameru sebagai kediaman para dewa yang menghubungkan manusia dan kayangan, sehingga tidauk usah heran terdapat sesajen di beberapa titik.

Bagaimana, kamu tertarik mendaki ke gunung Semeru dan singgah di Danau Ranu Kumbolo? Ikuti aturan sebelum bermalam ya.

Rumah123.com juga sempat membahas mengenai mitos Ratu Pantai Selatan, salah satu hal yang dipercaya masyarakat Indonesia.

Situs properti Rumah123.com selalu menghadirkan artikel dan tips menarik mengenai properti, desain, hukum, hingga gaya hidup.

Saatnya kamu memilih dan mencari properti terbaik untuk tempat tinggal atau investasi properti seperti Serpong Garden Village.

Bagikan:
355 kali