Gambaran apartemen di superblok Sakura Garden City. Foto: Dok. Sakura Garden City

Hunian yang berkonsep Transit Oriented Development (TOD) emang praktis dan ekonomis karena mengandalkan transportasi umum yang massal dan cepat. Tak heran konsep hunian ini banyak dipilih oleh para milenial. Peluang ini ditangkap oleh sebuah perusahaan pengemang dan kontraktor besar di Jepang, Daiwa House dengan membangun hunian vertikal Sakura Garden City di pinggir Kota Jakarta, tepatnya di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.

Sakura Garden City merupakan proyek superblok yang terdiri atas apartemen, ruko, perkantoran, hotel, dan rumah sakit di atas lahan seluas 10 hektare. Akan berdiri 14 menara, yakni 12 menara merupakan proyek apartemen berkapasitas 5.000 unit dan 2 menara berupa proyek komersial: hotel, perkantoran, dan fasilitas ritel.

Baca juga: Tinggal di Hunian TOD, Bikin Punya Banyak Quality Time Deh!

"Kami memperhatikan permintaan yang muncul di pasar perumahan di Jakarta. Seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia, segmen kelas menengah hingga menengah ke atas tumbuh dan permintaan mereka akan rumah meningkat dengan cepat,” kata Presiden Direktur PT Sayana Integra Properti sekaligus Senior Executive Officer of Daiwa House Industry, Nobuya Ichiki, seperti dikutip detik.com, Selasa (3-7-2018).

Lokasi Sakura Garden City tentunya strategis karena cuma butuh waktu sekitar 3 menit ke Rumah Sakit JIKS, 14 menit ke kawasan industri Jalan Raya Bogor, 18 menit ke CBD TB Simatupang, 30 menit ke Bekasi Barat, dan 33 menit ke CBD Semanggi. Dari apartemen relatif sangat dekat dengan transportasi umum. Juga gak jauh dari Light Rail Transit (LRT) yang saat ini tengah dibangun, sehingga memudahkan para penghuni bepergian ke pusat kota.

Baca juga: Ali Tranghanda: Pembangunan Infrastruktur Bikin Jakarta Timur Naik Daun

Keunggulan lain yang bisa kamu dapatkan sebagai penghuni, yakni kehidupan nyaman dengan lingkungan asri lantaran tersedianya ruang terbuka hijau (lebih dari 60% luas area) guna menjaga kebugaran fisik dan mental. Bangunan huniannya yang tahan lama merupakan aset dan keunggulan tersendiri karena menggunakan teknologi arsitektur Jepang.

"Untuk nilai investasi jangka panjang sudah pasti menguntungkanlah, apalagi ini masih tahap awal, harga pun masih perdana. Untuk ke depannya pasti meningkat," kata Chief Marketing Officer PT Sayana Integra Properti, Edward M Sinanta, dikutip dari sumber yang sama.

Menurut Edward, dengan harga Rp20 juta per meter persegi dan bisa dicicil Rp4 - 5 juta per bulan hingga jangka waktu cicilan bisa lebih dari 15 tahun, bikin para peminat hunian ini mudah untuk memilikinya.

Udah, beli ajalah!

Bagikan: 754 kali