Burj Al Khalifa, Dubai, Uni Emirat Arab (Rumah123/Groupon)

Burj Al Khalifa menjadi salah satu ikon Dubai, Uni Emirat Arab. Gedung ini memiliki tinggi 828 meter dan menjadi bangunan tertinggi di dunia.

Biro arsitek terkemuka asal Amerika Serikat, Skidmore, Owings & Merrill mendesain gedung mixed use ini. Firma ini dikenal sering mendesain bangunan super tinggi di dunia.

Baca juga: Mau Nambah Tabungan DP? Ayo, Jualan Baju Lebaran

Gedung ini terdiri dari hotel, apartemen mewah, dan kantor. Ada hal unik dari gedung 163 lantai termasuk untuk mekanikal elektrikal ini.

Hal menariknya adalah waktu berbuka puasa di Burj Al Khalifa ini bisa berbeda-beda lho. Padahal gedung ini berada di satu tempat saja.

Baca juga: Yuk, Ngabuburit Asyik di Ruang Publik

Mau tahu kenapa waktu berbuka bisa berbeda? Ini lantaran gedung ini memiliki tinggi nyaris mencapai 1 kilometer!

Sederhananya saja seperti ini. Mereka yang tinggal di lantai bawah tentu bisa merasakan matahari terbenam lebih cepat, sementara para penghuni di lantai atas tidak demikian. Mereka masih bisa melihat matahari lebih lama.

Baca juga: Puasa 22 Jam? Alhamdulillah, Kamu Ga Tinggal di Sini

“Burj Khalifa memiliki tinggi satu kilometer, artinya mereka yang tinggal di lantai teratas masih bisa melihat matahari walaupun sudah terbenam,” ujar Ahmed Abdul Aziz Al-Hadad seperti dilansir oleh Reuters.

Lantaran itu, ada fatwa dari ulama Dubai, Mohammed Al Qubaisi menyatakan mereka yang tinggal di lantai 80 ke atas harus menanti puasa dua menit lebih lama. Sementara mereka yang tinggal di lantai 150 ke atas, mereka harus menunggu lebih lama lagi, tiga menit.

Baca juga: Puasa Kok Ga Bisa Nahan Diri Belanja? Truz Kapan Ngumpulin DP

Al Qubaisi menyatakan hal ini diputuskan sesuai dengan hukum Syariah Islam. Orang yang tinggal di pegunungan berbuka puasa setelah mereka yang bermukim di permukaan Bumi yang lebih rendah.

Hmm, kayaknya kalau kamu tinggal di sini, mendingan kamu turun ke lantai bawah ya. Buka puasa lebih cepat beberapa menit lho.

Bagikan: 791 kali