sq res batik- rumah123.com Ilustrasi Orang Membatik. Batik dan Properti Ternyata Punya Kaitan Terutama untuk SQ Res yang Dibangun Oleh Intiland Development. SQ Res Memiliki Dome Bermotif Batik (Foto: Rumah123/Getty Images)

Motif batik ternyata bisa diaplikasikan dalam sebuah bangunan. Hal ini bisa terlihat pada bangunan kubah yang berada di SQ Res.

Intiland Development menjalin kerja sama dengan Museum Tekstil Indonesia dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertema Batik dan Wastra Indonesia.

Kegiatan ini meliputi acara pameran, talkshow, bazar, dan workshop mengenai batik dan kain tradisional Indonesia. Seluruh acara dilangsungkan di SQ Res Gallery, South Quarter, Jakarta Selatan pada 25-27 Oktober 2019.

Baca juga: EksotikNesia, Persembahan Cimanggis City untuk Edukasi Batik Kaum Muda

Direktur Pemasaran Korporat Intiland Development Susan Pranata menyatakan kegiatan ini menjadi wujud komitmen dan apresiasi perusahaan pengembang dalam mendukung pelestarian budaya, kesenian, dan kerajinan Indonesia.

“Batik dan kain tradisional atau kerap disebut wastra adalah salah satu bagian terpenting dari perjalanan sejarah dan budaya nusantara yang terdiri dari banyak suku,” ujar Susan seperti dikutip dari keterangan tertulis yang diterima oleh Rumah123.com.

“Kegiatan ini bagus sekali untuk membangun kesadaran dan kecintaan masyarakat terhadap kekayaan budaya Indonesia dan mewariskannya hingga generasi mendatang,” lanjut Susan.

Pameran, Bazaar, Hingga Talkshow Mengenai Batik

Pada 25 Oktober 2019, acara diisi dengan bazaar serta pameran batik dan tekstil karya dua maestro batik Go Tik Swan dan Iwan Tirta. Acara juga dimeriahkan dengan talkshow dengan tema “Merajut Nusantara” bersama fotografer Darwis Triadi dan Vera Kebaya.

Acara hari kedua pada 26 Oktober 2019 diisi oleh pergelaran musik tradisional oleh Mitra Seni Indonesia. Selain itu, ada talkshow mengenai batik adiluhung karya Go Tik Swan dan Iwan Tirta, trunk show oleh Komunitas Cinta Berkain Indonesia dan bazaar dari para tenant, serta demo lukis kopi oleh Serupa Sahabat Museum Seni.

Pada hari terakhir, 27 Oktober 2019, acara diisi oleh pameran karya batik dari Go Tik Swan dan Iwan Tirta, workshop Batik Simbut oleh Museum Tekstil, serta demo kain oleh RIMPU. Ada juga talkshow dan diskusi bertema “Gairah Cinta Tradisi dan Keteduhan Makna Sebuah Teknologi Properti” bersama manajemen SQ Res dan Suroso dari Batik Pohon.

Motif Batik Pada SQ Res Dome

Dalam talkshow ini, Suroso memaparkan bagaimana motif batik bisa diaplikasikan dalam bangunan. Sebuah kubah dalam kompleks bangunan South Quarter ternyata memiliki motif batik.

Kubah ini terbuat dari bahan transparan. Sinar matahari bisa menerangi bagian dalam kubah. Namun, motif batik tetap terlihat baik dari dalam maupun luar bangunan. Suroso menjadi sosok di balik aplikasi motif batik pada kubah tersebut.

“Motif yang dipilih adalah motif Megamendung,” ujar Suroso dalam pemaparannya. Motif ini merupakan motif batik pesisiran atau kawasan di pantai utara Jawa.

Baca juga: Rumah Batik, Siapa pun Boleh Belajar Membatik di Sini

Motif Megamendung ini dikenal di kawasan Cirebon, Jawa Barat. Motif ini terpengaruh oleh budaya China. Megamendung memiliki makna langit yang dihiasi awan, pertanda datangnya hujan yang memberikan berkah.

Selain itu, ada motif lainnya yang diaplikasikan yaitu motif kawung, sirip naga, dan lung-lungan. Semua motif batik ini memberikan makna harapan, semangat, dan dia. Ada nilai-nilai kebaikan yang bisa didapatkan.

SQ Res merupakan kawasan mixed use yang berada di Jakarta Selatan. Area ini terdiri dari apartemen, perkantoran, dan area komersial.

Baca juga: Wow, IKEA Rilis Produk Bermaterial Rotan dan Batik Lho!

Bagikan: 757 kali