kebakaran di jakarta- rumah123.com Ilustrasi Pemadam Kebakaran, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Akan Memasang Stiker di Rumah dan Kawasan yang Rawan Kebakaran (Foto: Rumah123/Getty Images)

Rumah yang berlokasi di kawasan rawan kebakaran di Jakarta akan ditandai stiker. Penanda ini akan dilepas jika rumah atau area tidak lagi rawan kebakaran.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk membuat stiker yang menandakan bahwa rumah atau kawasan rawan kebakaran. Sejak Januari hingga Juli, jumlah kebakaran memang terbilang tinggi.

Seperti dikutip oleh situs berita online Detik.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeluarkan aturan dalam Instruksi Gubernur nomor 69 tahun 2019, tentang Gerakan Warga Cegah Kebakaran. Pendataan dan penandaan lokasi rawan kebakaran.

Baca juga: Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran, Selalu Cek Instalasi di Rumah

Nantinya, instruksi ini akan dilakukan oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) DKI Jakarta. Dinas PKP DKI Jakarta akan melakukan pendataan dan penempelan stiker dari tingkat rumah sampai kelurahan.

Stiker ini akan bertulisan “Rumah Waspada Kebakaran” dan “Kelurahan Waspada Kebakaran”. Tentunya hal ini sesuai dengan lokasi yang dinilai.

“Kampung yang di sana ditemukan ada seliweran kabel-kabel yang tidak sesuai ketentuan berpotensi menghasilkan hubungan pendek, di situ kampungnya diberi tanda dan harus diperbaiki,” kata Anies seperti dilansir oleh Detik.com.

Baca juga: Hati-Hati, Jumlah Kebakaran di Jakarta Meningkat Selama Musim Kemarau

“Lalu juga di sana ada tempat-tempat yang punya potensi menghasilkan api. Di situ harus ada ekstra pengamanan. Kalau mereka belum melakukan maka tempatnya akan diberi tanda sebagai tempat berisiko kebakaran. Setelah mereka koreksi baru tanda itu bisa dicopot,” lanjut Anies.

Adanya stiker diharapkan bisa membuat warga saling mengingatkan sehingga bisa saling mengawasi. Anies berharap warga memiliki kesadaran untuk memastikan kawasan tempat tinggalnya tidak tergolong rawan kebakaran.

Anies juga tidak ingin tindakan yang baru dilakukan saat terjadi kebakaran. Dia ingin melaksanakan tindakan pencegahan.

Kebakaran di Jakarta Didominasi oleh Listrik

Situs berita online Republika.co.id melansir data dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Provinsi DKI Jakarta bahwa penyebab kebakaran terbanyak adalah listrik.

“Jumlah kebakaran sampai saat ini ada 1.102 kasus, yang disebabkan listrik itu ada 677 kasus, kan lebih dari setengahnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan Kebakaran DPKP DKI Jakarta Jon Vendri.

DPKP melansir bahwa sejak 1 Januari hingga 5 Agustus 2019 telah terjadi 1.102 kasus kebakaran. Penyebabnya adalah 677 kasus karena listrik, 123 kasus lantaran pembakaran sampah, 107 kasus karena gas, 38 kasus karena rokok, dan 14 kasus karena lilin.

Jakarta Timur menempati posisi pertama untuk lokasi kebakaran dengan 288 kasus. Jakarta Selatan berada di peringkat kedua dengan 280 kasus.

Selanjutnya diikuti oleh Jakarta Barat dengan 195 kasus, Jakarta Utara dengan 176 kasus, dan Jakarta Pusat dengan 153 kasus. Sisanya ada 10 kasus terjadi di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.  DPKP DKI Jakarta diperbantukan untuk kasus ini.

Dari seluruh kasus tersebut, rumah tinggal menjadi pokok benda terbakar yang paling banyak dengan jumlah mencapai 350 kasus. Langkah preventif memang diperlukan jika melihat tingginya angka kebakaran.

Sementara laman Detik.com mengutip data DPKP saat terjadi pemadaman listrik massal pada Ahad, 4 Agustus 2019 lalu. Ada 40 kebakaran di Jakarta, kejadian terbanyak ada di Jakarta Timur dengan 15 insiden. Sebanyak 11 insiden kebakaran terjadi karena lilin.

Baca juga: Korsleting Listrik Jadi Penyebab Utama Kebakaran, Selalu Cek Instalasi di Rumah

Bagikan: 1172 kali