Rumah anti-gempa dengan teknologi RISHA. Foto: Dok. Litbang-pu.go.id
 

Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat) merupakan rumah tahan gempa yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di lokasi bencana gempa di Lombok baru-baru ini.

“Sudah 20 Risha yang dibangun sebagai rumah contoh dan sarana mengajar kepada masyarakat. Risha yang dibangun diperuntukan bagi pos polisi, masjid, kantor yang lokasinya tersebar. Jumlah warga yang sudah dilatih sampai saat ini berjumlah 1.200 orang,” kata Menteri PUPR, Basuki Hadi Muljono, dalam keterangan tertulis Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Sabtu (1-9-2018), kepada Rumah123.

Baca juga: Kenalan Ama Rekompak yang Muncul Pasca-Gempa Lombok

Kementerian PUPR telah memulai rehabilitasi dan rekonstruksi fasilitas publik di lokasi gempa Lombok. Pembangunan rumah tahan gempa bisa dilakukan oleh masyarakat dibantu tenaga pendamping yang berasal dari 400 insinyur muda CPNS PUPR, mahasiswa, Tim Balitbang PUPR, dan relawan.

Perbaikan rumah ditargetkan bisa selesai 6 bulan ke depan dan bisa dikerjakan sendiri oleh masyarakat secara gotong royong. Pemerintah memberikan bantuan untuk pembangunan kembali rumah, yakni Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp25 juta untuk rumah rusak sedang dan Rp10 juta rumah rusak ringan.

 
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (tengah) sedang menjelaskan kepada para awak media tentang gempa Lomok di eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, Sabtu, 1 September 2018. Foto: Rumah123/Dok. Kementerian PUPR
 

Verifikasi untuk mendapatkan bantuan tersebut dilakukan oleh BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) yang kemudian ditetapkan oleh Surat Keputusan Bupati sebagai dasar pemberian bantuan. Selanjutnya akan dilakukan rehabilitasi oleh BUMN Karya dan ditargetkan satu bulan sudah selesai dan siap difungsikan.

Rumah tahan gempa yang dibangun, kata Menteri Basuki, gak harus Risha, terbuka untuk model rumah tahan gempa lainnya yang nantinya akan dilakukan verifikasi kualitasnya oleh Kementerian PUPR.

Baca juga: Rumah Layak Huni dengan Teknologi RISHA

Selain Risha, Kementerian PUPR juga telah mengembangkan Rika (Rumah Instan Kayu) dan Ruspin (Rumah Unggul Sistem Panel Instan) yang juga sudah teruji kekuatannya. Di Pulau Lombok ini sudah pernah dibangun rumah contoh Risha yang digunakan sebagai Balai Desa Akar-Akar di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Kondisinya saat ini gak rusak meskipun berada gak jauh dari pusat gempa.

Identifikasi rumah rusak terus dilakukan BNPB. Data sementara jumlah rumah yang harus diperbaiki: 125.741 rusak, 32.717 sudah terverifikasi, dengan rincian 11.392 rusak ringan, 3.556 unit rusak sedang, dan 17.769 unit rusak berat.

Bagikan: 2132 kali