Rumah yang Didesain oleh University of Hong Kong (Rumah123/Dezeen)

Pernah membayangkan rumah yang terbuat dari material tanah? Sebenarnya, banyak daerah di dunia yang menggunakan tanah sebagai material untuk membangun rumah.

Tetapi, bayangkan kalau rumah dari bahan dasar tanah ini malah dibangun justru di daerah kawasan gempa. Wah, bakal roboh lagi nggak ya?

Baca juga: Akses Pejalan Kaki dan Sepeda yang Penuh Cermin, Wah Bisa Ngaca Melulu Nih

Pada 3 Agustus 2014, gempa berkekuatan 6,1 skala momen magnitude terjadi di kawasan Ludian, provinsi Yunnan, China. Sebanyak 617 orang tewas dan 2.400 lainnya mengalami luka-luka.

Selain korban jiwa, gempa ini menyebabkan 12.000 rumah roboh dan 30.000 rumah lainnya rusak berat. Setelah peristiwa ini berlalu, pemerintah China mulai melakukan rekonstruksi.

Baca juga: Ruang Publik Ini Didesain Atasi Cuaca Dingin, Nah Ini Baru Keren

University of Hong Kong membantu upaya ini dengan mengembangkan teknik pembangunan rumah dengan memanfaatkan material tradisional. Teknik ini dikembangkan lebih canggih lagi. Para peneliti sudah melakukan riset mendalam.

Rumah dibangun dengan menggunakan tanah padat. Sebenarnya, masyarakat daerah ini sudah menggunakan sejak lama.

Baca juga: Kantor Masa Depan yang Modern, Ramah Lingkungan, dan Punya Akses Publik

Namun, pada jaman modern, mereka beralih menggunakan batu bata dan beton. Hanya saja setelah gempa terjadi, saat mereka ingin membangun ulang rumah, harga material batu bata dan beton menjadi terlalu mahal.

Walaupun menggunakan material yang sama, tanah padat, tetapi tekniknya lebih berbeda dan dijamin lebih tanah gempa. Baja dan beton disisipkan dalam material tanah padat. Hal ini dilakukan agar bangunan menjadi lebih tahan gempa.

Baca juga: Sekolah untuk Murid Jaman Now Ini Dirancang Anti Teroris Lho!

Tim dan pakar dari University of Hong Kong sudah melakukan uji coba dengan membangun rumah prototipe. Lantas rumah ini menjadi hunian pasangan lansia.

Siapa menyangka kalau rumah dari material tanah padat ini bisa meraih penghargaan bergengsi World Building of the Year 2017 dari World Architecture Festival.

Baca juga: Toilet Kuburan Bisa Tampil Keren Juga, Eh Hati-Hati Ada Penampakan!

Penghargaan ini dimulai sejak 2008 dan terdiri dari 31 kategori. Festival ini memberikan penghargaan arsitektur terbaik selama 12 bulan terakhir.

Keren ya kalau rumah dengan desain sederhana dan dibuat dari material tanah malah bisa mendapatkan apresiasi. Kira-kira kamu mau nggak bikin rumah dari material tanah? Siapa tahu ongkos pengerjaannya lebih murah dan lama pengerjaan juga lebih singkat. Mau coba?

Bagikan:
1129 kali