OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Kisah Pemilik Rumah Angsoka Bangun Rumah Industrial Hanya Bermodal Rp185 Juta

10 Oktober 2022 · 5 min read Author: Adhitya Putra

rumah industrial 185 juta

Pasangan muda ini berhasil bangun rumah industrial hanya bermodal Rp185 juta. Yuk, baca kisah selengkapnya dari pemilik Rumah Angsoka dalam artikel ini.

Membangun hunian idaman bagi banyak orang bukanlah perkara mudah.

Pemilik rumah tentunya membutuhkan perencanaan dan perhitungan desain yang matang agar hunian mampu terwujud dengan baik.

Selain itu, mereka pun juga harus mempersiapkan bujet besar untuk biaya pembangunan dan juga membeli material bangunan yang mahal.

Namun, lain hal bagi Wahyu dan sang istri pemilik Rumah Angsoka.

Dengan perencanaan yang matang, mereka berhasil membangun rumah bergaya industrial natural tropis di Denpasar, Bali, dengan menghabiskan dana hanya Rp185 juta.

Untuk informasi, hunian 2 lantai ini berdiri di lahan seluas 100 meter persegi atau 1 are serta luas bangunan 42 meter persegi.

Rumah gaya industrial tersebut merangkum 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, dapur, serta taman depan dan juga belakang.

Melalui sambungan digital, tim Redaksi Rumah123.com berkesempatan untuk ngobrol dengan pemilik hunian, yakni Wahyu Dewanto dan Novel.

Memilih Gaya Hunian yang Berbeda

fasad rumah 2 lantai gaya industrial natural tropis.jpg

(Sumber: Instagram / @rumahangsoka)

Dia bercerita bahwa sebelum direnovasi, hunian yang mereka tempati merupakan bekas kos kosan 4 kamar.

“Awal kami menempati rumah itu di tahun 2019. Lalu, setahun kemudian kami melakukan renovasi menjadi hunian yang layak,” kata dia membuka cerita.

Dalam prosesnya, Wahyu dan istri sepakat untuk memilih gaya industrial natural tropis dengan konsep hunian tumbuh.

“Kami mencoba membangun Rumah Angsoka dengan gaya yang berbeda dengan hunian pada umumnya di Bali,” kata pria yang akrab di sapa Wahyu ini.

Mayoritas desain hunian di tempatnya mengadopsi gaya semi tradisional Bali, dengan ciri khas penggunaan batu ukir.

“Kami ingin menonjolkan sebuah karakter hunian yang berbeda. Oleh karena itu, kami memilih gaya industrial dengan menggunakan konstruksi baja berat,” lanjutnya.

Setelah sepakat dengan desain rumah, kemudian ia menggunakan jasa kontraktor untuk membantu mewujudkan hunian tersebut.

“Kebetulan, teman-teman kami banyak yang berprofesi jadi kontraktor dan arsitek. Dan, kami banyak berdiskusi juga dengan mereka,” ujar dia.

Adapun dalam tahap pembangunannya dari awal hingga akhir membutuhkan waktu sekitar 4 bulan.

Terinspirasi dari Sosial Media dan Arsitek Indonesia

ruang keluarga industrial

(Sumber: Instagram / @rumahangsoka)

Kendati tak menggunakan jasa arsitek, Rumah Angsoka mampu tampil menjadi hunian industrial natural tropis yang aesthetic dan juga fungsional.

Usut punya usut, ternyata sang pemiliknya banyak mengulik inspirasi dari sosial media, seperti Instagram dan Pinterest.

Ia mengaku bila ada beberapa arsitek Indonesia yang juga menjadi rujukan saat merancang rumah industrial tersebut.

“Saya terinspirasi dari beberapa arsitek terkenal. Salah satunya Rahmat Indrani yang banyak mengeksplorasi material fabrikasi dan juga ruangan-ruangan simpel,” ungkap Wahyu Dewanto.

Dia bercerita, ketika proses pembangunan tak selamanya berjalan mulus.

Salah satu kendala yang ia ingat adalah harus membongkar kembali keramik yang sudah terpasang lantaran tidak cocok dengan desain keseluruhan.

“Pada saat memasang keramik untuk lantai 1 dan kamar mandi, ternyata ekspektasi kami berbeda dengan hasilnya,” ujarnya.

Alhasil, Wahyu terpaksa harus merombak ulang proses pemasangan keramik tersebut.

Meski demikian, secara keseluruhan Wahyu dan kontraktor tidak menemui kesulitan berarti untuk menentukan material apa yang pantas digunakan.

“Sebelumnya, saya sudah memiliki pengalaman membangun. Jadi, sudah tahu jenis material bangunan seperti apa yang cocok dengan iklim tropis di Bali,” ujar dia.

Kisaran Dana dari Pembangunan Rumah Angsoka

proses renovasi rumah 2 lantai.jpg

(Sumber: Instagram / @rumahangsoka)

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, Wahyu Dewanto dan istri hanya menghabiskan bujet membangun hunian sebesar Rp185 juta.

Menurut penuturannya, total dana tersebut meliputi biaya kontraktor dan jasa tukang hingga pembelian material konstruksi.

“Sesuai dengan akad dengan kontraktor, kami sepakat biaya per meternya itu Rp3 juta,” kata dia.

“Angka itu sudah termasuk biaya tukang, material bangunan untuk konstruksi, bata hebel dan kaca jendela,” lanjut Wahyu Dewanto.

Sedangkan untuk sumur bor dan septic tank tetap menggunakan dari peninggalan bangunan sebelumnya, sehingga dapat menghemat biaya pembangunan.

Wahyu pun juga berhasil menekan biaya membangun dengan banyak mengeksplorasi bahan cor coran semen pada meja dapur.

“Biaya tambahan hanya kami gunakan untuk membeli keramik kamar mandi, keramik outdoor, dan material besi untuk railing tangga dan juga pagar rumah,” ujarnya.

“Jadi, total biaya membangun itu Rp185 juta dan sudah termasuk pula biaya membuat taman depan dan belakang,” tandas Wahyu Dewanto.

Tips Membangun dengan Biaya Terbatas

Rumah Angsoka mengadopsi konsep open space dalam interiornya.jpg

(Sumber: Instagram / @rumahangsoka)

Keterbatasan dana membangun atau renovasi rumah acap kali membuat para pemilik hunian merasa bingung dan harus memutar otak.

Nah, agar bujet bisa tepat sasaran, berikut ini beberapa tips dari pemilik Rumah Angsoka.

Mari kita simak bersama-sama, yuk.

1. Harus tahu dahulu ruangan dan model desain seperti apa yang ingin dibangun.

2. Langkah berikutnya, pemilik hunian juga harus rajin untuk mencari tahu harga bahan bangunan terbaru, agar perhitungan bujet tak meleset.

3. Hendaknya memilih jasa kontraktor dan tukang yang terpecaya dan cocok dengan gaya komunikasi kamu.

4. Tips selanjutnya, pemilik hunian sebaiknya harus rajin memantau progres dan kualitas pembangunan rumah untuk menghindari kesalahan dalam membangun.

5. Utamakan membeli material bangunan yang memang sangat diperlukan.

Nah, itulah kisah pemilik Rumah Angsoka yang berhasil membangun hunian impiannya hanya dengan biaya Rp185 juta.

***

Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan berguna untuk kamu, ya!

Baca juga ulasan artikel gaya hidup, kabar properti hingga inspirasi desain, hanya di artikel.rumah123.com.

Jangan lupa, untuk membaca ulasan rumah kece dan instagramable di Google News Rumah123.com.

Bila kamu ingin cari rumah impian, yuk temukan beragam rekomendasi terbaiknya di Rumah123.com, karena kami #AdaBuatKamu.

Rekomendasi terbaik untuk memiliki rumah minimalis di kawasan Bogor, Jawa Barat, pastinya Harvest City.


Tag: ,


Adhitya Putra
Seorang jurnalis Rumah123.com yang sedang menekuni peran sebagai penulis konten.
Selengkapnya

IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA