Rumah Pemain Bola Basket NBA, Stephen Curry (Rumah123/SF Gate)

Banyak orang yang sudah menikmati investasi properti. Misalnya mereka membeli rumah dengan harga Rp100 juta dan kemudian bisa menjualnya dengan harga lebih tinggi. Bahkan, ada yang bisa menjual dengan harga beberapa kali lipat.

Namun, apa jadinya kalau seorang pemilik properti malah rugi saat menjualnya. Kenapa hal ini bisa terjadi ya?

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 3)

Pemain bola basket NBA, Stephen Curry mengalaminya. Dia rugi usai menjual rumahnya di Walnut Creek, California, Amerika Serikat. Curry bermain untuk klub Golden State Warriors sejak 2009.

Pada November 2015, Curry dan istrinya Ayesha membeli rumah seluas 698 meter persegi. Rumah bergaya Mediterania ini memiliki lima kamar tidur dan enam kamar mandi.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 2)

Pasangan ini membeli rumah dengan harga 3,2 juta dollar AS (Rp43,2 miliar). Setelah itu, mereka melakukan renovasi dengan biaya mencapai 500.000 ribu dollar AS (Rp6,7 miliar).

Pada 2016, Curry memutuskan menjual rumah ini dengan mematok harga 3,7 juta dollar AS (Rp49,9 miliar). Namun, tidak ada yang membeli.

Baca juga: 7 Tahun Jual Rumah Ga Laku? Apa Yang Salah? (Bagian 1)

Juli 2017, rumah ini terjual dengan harga 3,195 juta dollar AS (Rp43,1 miliar). Curry rugi besar karena dia sudah merenovasi rumah. Harga jual pun lebih rendah dari nilai jual.

Lantas kenapa Curry bisa mengalami kerugian besar? Laman properti Realtor memaparkan sejumlah alasannya dalam dua tulisan berikutnya.

Bagikan:
2137 kali