Royal Tajur raih penghargaan sebagai The Prospective Housing in Bogor dalam ajang Property Indonesia Award (PIA) 2017. Foto: Rumah123/Dok. Royal Tajur

Royal Tajur raih penghargaan sebagai The Prospective Housing in Bogor dalam ajang Property Indonesia Award (PIA) 2017 yang berlangsung di Ciputra Artpreneur, Ciputra World 1, Jakarta, Selasa (17/10/2017).

Adalah PT Tajur Surya Abadi yang mengembangkan perumahan bernuansa resor ini. Berlokasi tepat di pinggir Jalan Raya Tajur, Royal Tajur memiliki pemandangan Gunung Salak yang sangat jelas, berikut hutan biotropis, dan sungai yang mengalir.

Menurut Chief Executive Officer (CEO) Majalah Properti Indonesia, Said Mustafa, PIA 2017 merupakan ajang penghargaan tahunan tertinggi sebagai The Benchmark of Property Excellent, yang dianugerahkan kepada sejumlah Property Corporates, Property Project, dan Property Supporting Services.

Baca juga: 2020, Bogor-Jakarta Bisa Lewat Stasiun Sukaresmi Lho!

Menurutnya, apresiasi diberikan berdasarkan metodologi survei sesuai kriteria keunggulan dari segi prestasi, inovasi, kreativitas, kualitas, reputasi, dan lain-lain.

Penghargaan ini diselenggarakan setelah perekonomian Indonesia mengalami downtrend sejak beberapa tahun lalu, dan di tahun berikutnya diyakini akan mulai bangkit kembali.

“Kami optimistis bahwa industri properti akan terus bergulir menuju uptrend, khususnya di wilayah-wilayah favorit seperti Bogor sebagai destinasi kawasan hunian yang banyak diminati,” ujar Said.

Sejak dahulu wilayah Bogor, kata Said, memiliki pesona tersendiri sebagai kawasan hunian. Sebab, dibandingkan daerah penyanggah ibu kota lainnya (Depok, Bekasi, dan Tangerang), Bogor yang berjuluk Kota Hujan itu punya panorama alam yang indah dengan udara pengunungan yang sejuk. Sehingga, meski bekerja di Jakarta, banyak orang tetap memilih Bogor sebagai tempat tinggal utama.

Royal Tajur yang berhawa sejuk dan berpemandangan elok Gunung Salak. Foto: Rumah123/Royal Tajur

“Royal Tajur kami nilai sebagai hunian yang prospektif di wilayah Bogor karena selain daya tarik alam, juga semakin mudahnya aksesibilitas ke Bogor yang berdampak positif terhadap permintaan rumah di wilayah Bogor. Apalagi tidak lama lagi akses BIRR (Bogor Inner Ring Road) dan Jalan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi–Sukabumi) akan beroperasi,” ujar Said.

Sedangkan menurut Project Manager Royal Tajur, Ardian Hendra, minat orang tinggal di Royal Tajur makin meningkat. Hal ini tampak dari penjualan produk rumah di Royal Tajur yang meningkat signifikan sejak triwulan kedua 2017, yakni sebesar 20% dibanding 2016 pada triwulan yang sama.

Baca juga: Kabar Gembira Bagi Warga Bogor, IKEA Hadir di Sentul Lho

Kenaikan ini tidak terlepas dari banyaknya industri yang beroperasi di sepanjang Jalan Raya Ciawi–Sukabumi. Industri-industri tersebut mempekerjakan ribuan karyawan, yang tentu butu hunian.

“Total lahan pengembangan Royal Tajur saat ini 88 hektare. Nanti ujungnya ketemu akses BIRR, dan yang sudah dikembangkan sekitar 12,5 hektare. Beberapa dari Fase I dan Fase II yang terdiri atas beberapa cluster sudah terbangun, yaitu: Cluster Royal Boulevard, Royal Terrace, Royal Garden, Royal View, dan Bradfield. Sementara Cluster Avebury mulai dibangun September kemarin,” kata Ardian seusai menerima penghargaan.

Head of Marketing & Promotions Royal Tajur, Yoelia Purnamasari, mengatakan, kelebihan utama Royal Tajur adalah lingkungannya dikelilingi hutan biotrop yang selalu memberikan udara segar dan kenyamanan. Istimewanya juga berada di lingkungan yang hijau, dengan pemandangan spektakuler Gunung Salak.

Baca juga: Masyarakat Bisa Tahu Properti Terbaik Lewat CCA 2017

Royal Tajur terletak di koridor komersial Jalan Raya Tajur yang direncanakan Pemerintah Daerah Bogor menjadi Sub-CBD (Central Business District) Kota Bogor.

“Sekarang kami sedang memasarkan cluster Avebury dengan tipe-tipe terbarunya, menyusul cluster-cluster  Fase I, lalu Bradfield dan The Prominance, dengan harga dibuka mulai Rp700 jutaan, DP Rp5 jutaan dengan cicilan Rp5 jutaan. Ada beberapa pilihan desain dari tipe rumah yang kami tawarkan. Luas tanah berkisar 90 m² - 330 m2 dan luas bangunan berkisar 40 m2 -191 m2,” ujar Yoelia.

 “Beli rumah di sini akan menjadi investasi yang bernilai tinggi, tidak hanya dari sisi finansial, tapi juga dari sisi kesehatan, karena ruang terbuka hijaunya sangat besar,” kata Yoelia menegaskan.

Royal Tajur yang berpanorama Gunung Salak. Foto: Rumah123/Royal Tajur

 

Bagikan: 818 kali