Ilustrasi Generasi Milenial (Foto: Rumah123/Realestate.com.au)

Pusat perbelanjaan melirik dua target market konsumen saat ini yaitu keluarga dan milenial. Peringatan buat kamu ya gaes, nanti kamu bisa lupa untuk beli properti lho.

Bisnis ritel memang menjadi pembicaraan. Sejumlah pusat perbelanjaan memang tutup. Namun, banyak mal dan plaza yang masih bertahan.

Saat ini, pusat perbelanjaan membidik keluarga muda dan generasi milenial. Pengaruh dari teknologi membuat industri ritel menawarkan experience atau pengalaman berbeda bagi konsumen.

Baca juga: Milenial Ga Hanya Cari Properti Berdasarkan Lokasi, Lokasi, dan Lokasi

Hal ini terungkap dalam Jakarta Property Market Update Fourth Quarter 2018 yang diselenggarakan oleh konsultan properti JLL di Jakarta pada Rabu (13/02/2019). Head of Research JLL Indonesia, James Taylor memaparkan ada pengaruh teknologi terhadap bisnis ritel.

“Dalam beberapa kasus, e-commerce bersaing dengan ritel, namun dalam beberapa kasus, e-commerce saling melengkapi dengan ritel,” ujar Taylor.

Taylor melanjutkan kalau pusat perbelanjaan menawarkan fast fashion, e-commerce terus berkembang, konsumen juga terbiasa menggunakan pembayaran secara mobile, co-working juga mulai merambah mal, serta adanya pengaruh sosial media.

Baca juga: Bikin Milenial Beli Properti Itu Ga Mudah, Tapi Mesti Tau Caranya

Generasi milenial tentu suka dengan fast fashion. Mereka juga dimudahkan dengan pembayaran seperti Go-Pay, Ovo, dan sejenisnya.

Co-working space juga merambah mal sehingga generasi milenial bisa bekerja dari mana saja. Belum lagi media sosial memengaruhi generasi milenial dalam berbelanja, makan, nongkrong, ngopi, dan lainnya.

Hmm, bisa terbayangkan kalau kamu sebagai generasi milenial tergoda karena semua ini. Buyar deh impian untuk memiliki properti.

Baca juga: Sebenarnya Apa Sih Co-Living, Milenial Perlu Tau Lho

Sebenarnya, kamu bisa tetap untuk memiliki lifestyle, tetapi mesti pakai rem ya. Jangan tiap hari ke coffee shop, kurangi menjadi 2-3 kali dalam sepekan.

Begitu juga dengan belanja fast fashion. Jangan belanja tiap minggu, belanja saja satu bulan sekali. Nah, setelah itu kamu harus menyisihkan sebagian besar penghasilan kamu untuk uang muka atau down payment (DP) dan kemudian untuk cicilan pembelian rumah atau apartemen.

Bagikan: 596 kali