Buku The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing Karya Agen Properti Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA (Foto: Rumah123/Dodiek Dwiwanto)

Bagi kebanyakan orang awam, agen properti itu ya calo, makelar. Tapi, bagi mereka yang memahaminya, kerja agen properti itu lebih dari sekedar menjual dan memasarkan properti.

Tidak hanya itu, agen properti tidak hanya dituntut memiliki kemampuan memasarkan dan menjual saja. Tetapi, juga harus punya beragam macam kemampuan dan ilmu pengetahuan termasuk desain, arsitektur, hukum, dan lainnya.

Baca juga: Ingin Bidik Generasi Milenial, Agen Properti Harus Paham Digital Marketing

Hal inilah yang ingin dipaparkan oleh Ir. Eddie Muljawan Soetedjo CPA dalam buku pertamanya yang bertajuk The King of Property: 36 Secrets of Powerful Closing. Buku ini diterbitkan oleh penerbit ternama Elex Media Komputindo (Kompas Gramedia Group)

Dalam buku setebal lebih dari 343 halaman ini, Eddie memaparkan 36 tips, trik, dan rahasianya menjadi agen properti. Dia ingin agar masyarakat memahami kerja agen. Selain itu, dia ingin supaya agen properti juga memiliki standardisasi kerja.

Baca juga: Apartemen Ga Laku-laku, Rocker Gaek Keith Richards Ganti Agen Properti

“Motivasinya ingin agar agen itu kinerjanya mendekati sama lah ya. Standardisasi. Ya, saya pernah berapa kali ngalamin ya. Co-broking dengan agen lain, kok banyak nggak nyambungnya,” ujar Eddie kepada Rumah123 beberapa waktu lalu.

“Saya ingin kerja broker di mata masyarakat, ini lho agen ini begini sehingga kita dihargai oleh masyarakat.Saya ingin agar orang tahu kerja agen itu seperti ini,” katanya lagi.

Baca juga: Agen Properti Dituntut Gara-gara Jual Rumah Berhantu

“Agen bukan seperti salesman, tukang catat, selesai. Kalau itu nggak usah agen lah, OB juga bisa. Itu bukan kerjaan agen. Kerjaan agen lebih dari itu. Kalau di Amerika Serikat kan lebih dari itu. Bisa bikin feasibility studies. Agen harus jadi konsultan, kita bukan calo,” papar Eddie lebih lanjut.

Eddie memulai kariernya sebagai agen properti pada Oktober 1995 dengan bergabung bersama kantor ERA Indonesia di Bandung. Sebelumnya, dia berprofesi sebagai arsitek dan desain interior. Kebetulan dia lulusan arsitektur Universitas Katholik Parahyangan, Bandung.

Baca juga: Ingat Lho, Agen Properti Kudu Punya Izin dan Sertifikasi

Dia mulai menjalani profesi ini secara penuh pada 2000. Setelah meretas karier dari bawah, dia bisa menjadi senior associate director ERA Bandung.

Selama 23 tahun menjadi agen properti, Eddie telah meraih sederetan penghargaan dari ERA baik dari level nasional hingga internasional. Dia tidak hanya meraih pengalaman lewat bekerja, namun juga mengikuti beragam pelatihan.

Baca juga: Agen Properti Zaman Now Wajib Gunakan Digital Marketing

Bagi kamu yang ingin terjun menjadi agen properti, kamu harus membaca buku ini. Banyak pelajaran yang bisa kamu ambil.

Apalagi Eddie memaparkan beragam masalah yang dihadapi sebagai agen properti dengan spesialiasi pasar sekunder alias rumah second. Ceruk pasar ini memang punya masalah lebih kompleks dibandingkan dengan pasar primer atau rumah baru.

Bagikan: 1039 kali