triniti land ipo- rumah123.com Triniti Land Resmi Melepas 25 Persen Saham ke Publik. Perusahaan Pengembang Ini Melakukan IPO (Initial Public Offering) Pada Rabu (15/1/2020). Sebanyak 35 Persen Pendanaan Akan Digunakan untuk Melanjutkan Proyek Marc's Boulevard di Batam, Kepulauan Riau (Foto: Rumah123/Trinitiland.com)

Triniti Land resmi melepas 25 persen sahamnya ke publik. Perusahaan pengembang ini melirik pendanaan untuk pembangunan dua proyek properti.

PT Perintis Triniti Properti Tbk atau yang lebih dikenal dengan nama Triniti Land resmi mencatatkan diri atau IPO (Initial Public Offering) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (15/1/2020). Saham Triniti Land akan diperdagangkan dengan kode emiten TRIN.

Saham developer ini akan masuk dalam sektor Properti, Real Estat, dan Konstruksi Bangunan. Triniti Land menjadi emiten keenam pada 2020 dan menjadi emiten ke-674 yang sahamnya diperdagangkan di BEI.

Baca juga: Mau Beli Apartemen di Tangerang, Ada Banyak Pilihannya Lho

Saham Triniti Land diperdagangkan dengan harga Rp200. Harganya sempat naik 70 persen menjadi Rp340 saat diperdagangkan secara perdana pada hari ini pukul 09.00 WIB (Waktu Indonesia Barat).

Sebelumnya, saham ini juga oversubscribed hingga 3,17 kali secara total dan 218 kali dari pooling. Triniti Land melepas kepemilikan 25 persen saham. Jumlah ini setara dengan 1,09 miliar lembar saham.

Saat memberikan kata sambutan, Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia I Gede Nyoman Yetna menyatakan saat perusahaan menjadi tercatat maka hal ini menjadi milestone.

Baca juga: Saatnya Generasi Milenial Menerapkan Hidup Minimalis dari Rumah

“Ini membuka pendanaan yang luas. Meningkatkan trust dan confidence perusahaan bagi mitra. Perusahaan menjadi naik kelas,” ujar I Gede Nyoman Yetna.

Triniti Land Ingin Perusahaan Lebih Profesional

Presiden Direktur Triniti Land Ishak Chandra menyatakan pihaknya telah mempersiapkan proses IPO ini selama satu tahun. Sebelumnya, IPO direncanakan dilangsungkan pada Desember 2019, namun akhirnya dialihkan menjadi Januari 2020.

Saat ini, sejumlah pelaku pasar properti menyatakan ada perlambatan, malah ada yang menyatakan stagnan. Namun, Ishak menyatakan penjualan proyek Triniti Land tetap bisa diserap oleh pasar.

Melalui IPO, perusahaan ingin mendapatkan pendanaan yang lebih mudah. Triniti Land bisa mendapatkan pendanaan untuk ekspansi proyek properti dan modal kerja. Selain itu, manajemen ingin perusahaan lebih profesonal.

Baca juga: Hunian Berkonsep Resor Ala Jepang Ini Topping Off Tepat Waktu, Mau?

“Semua shareholder ingin auto pilot, ingin lebih profesional, perusahaan menjadi lebih transparan. Shareholder tidak perlu monitor, pasar yang bisa memonitor,” ujar Ishak saat menjawab pertanyaan situs properti Rumah123.com.

Triniti Land Akan Menggunakan Dana Untuk Ekspansi Perusahaan

Triniti Land akan mendapatkan pendanaan sebesar Rp129,7 miliar. Perusahaan akan menggunakan dana tersebut untuk memberikan pinjaman kepada dua anak perusahaan dan juga tambahan modal kerja.

Dana ini nantinya akan digunakan untuk melanjutkan proyek pembangunan Collins Boulevard sebanyak 35 persen. Apartemen ini berada di Kota Tangerang, Banten.

Sebanyak 35 persen dana akan dipakai untuk modal kerja dan pembangunan Marc’s Boulevard. Proyek low rise apartment ini berada di Batam, Kepulauan Riau. Sisanya sebanyak 30 persen akan digunakan untuk biaya pengembangan dan modal kerja perseroan.

Baca juga: Collins Boulevard Mau ‘Bawa’ Melbourne ke Thamrin

Triniti Land berdiri sejak 2009. Perusahaan ini didirikan oleh lima orang, salah satunya adalah Bong Chandra. Ishak bergabung pada 2018 menjadi salah satu pemegang saham.

Dalam sepuluh tahun, Triniti Land telah memiliki delapan proyek hunian vertikal yang tersebar di Serpong, Alam Sutera, dan kemudian merambah ke Batam.

Beberapa proyek di antaranya adalah Brooklyn, Springwood Residences, Yukata Suites, The Smith, Collins Boulevard, dan Marc’s Boulevard.

Baca juga: Apartemen Mahasiswa di Tangsel Bisa Dicicil 60 Kali Tanpa Bunga

Bagikan: 522 kali