mrt jakarta- rumah123 Ilustrasi MRT. Ada Wacana untuk Memperpanjang Rute MRT Jakarta Hingga Tangerang Selatan, Banten. Banyak Warga Tangerang Selatan yang Bekerja Atau Beraktivitas di Jakarta (Foto: Rumah123/Getty Images)

Jalur MRT Jakarta diusulkan untuk diperpanjang sampai ke Tangerang Selatan. Banyak warga kawasan ini yang bekerja dan beraktivitas di Jakarta.

Usulan rencana perpanjangan rute MRT (Mass Rapid Transit/Moda Raya Terpadu) Jakarta muncul beberapa waktu lalu. Ada usulan kalau MRT Jakarta koridor Selatan-Utara diteruskan hingga ke kawasan Tangerang Selatan, Banten.

Saat ini, MRT memang baru memiliki satu rute yaitu Lebak Bulus-Bundaran Hotel Indonesia. Rute ini memiliki panjang 15,7 kilometer (km).

Baca juga: 2026, Cikarang-Balaraja Akan Memiliki Jaringan MRT

Rute ini mempunyai 13 stasiun. Sebanyak tujuh stasiun merupakan stasiun layang, sementara sisanya enam stasiun adalah stasiun bawah tanah.

MRT Jakarta fase I ini dibangun sejak Oktober 2014. Transportasi publik bernama Ratangga ini beroperasi sejak Maret 2019. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan nama Ratangga yang berarti kereta perang.

Saat ini, MRT fase II sudah mulai dibangun. Fase II ini memiliki rute Bundaran Hotel Indonesia-Ancol. Rute sepanjang 5,8 km ini memiliki tujuh stasiun. Seluruh stasiun berada di bawah tanah. Bahkan, ada stasiun yang berada di kedalaman 36 meter di bawah tanah.

Mobilitas Warga Tangerang Selatan ke Jakarta Termasuk Tinggi

Usulan untuk memperpanjang rute MRT Jakarta dari Lebak Bulus hingga ke Tangerang Selatan ini didasari karena banyaknya warga Tangsel yang bekerja dan melakukan aktivitas di Jakarta.

Laman berita online Kompas.com mengutip pernyataan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie. Dia menyatakan lalu lintas harian rata-rata di Tangerang Selatan sudah terlalu tinggi.

Mobilitas masyarakat Tangerang Selatan hampir 70 persen menuju ke Jakarta. Transportasi publik menjadi alternatif untuk mempermudah masyarakat untuk melakukan perjalanan.

Baca juga: MRT Jakarta Luncurkan Kartu Multi Trip untuk Memudahkan Penumpang

Davnie tidak mengingat jumlah angkanya. Namun, Dinas Perhubungan Kota Tangerang Selatan telah melakukan kajian. Hasilnya mobilitas orang Tangsel memang tinggi ke Jakarta dari Senin hingga Jumat. Untuk itu, kebutuhan transportasi massal dari dan ke Jakarta memang dibutuhkan,

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menyatakan tahap pra feasibility study (studi kelayakan) rencana perpanjangan jalur MRT sudah dilaksanakan. Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih menanti hasil kajian tersebut.

Nantinya, hasil kajian akan dipresentasikan kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Airin menyatakan pilihan rute MRT di Tangerang Selatan masih tentatif. Ada tiga rute yang masih dalam pembahasan.

Studi Kelayakan Perpanjangan Jalur MRT Jakarta

Direktur Prasarana Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) atau BPTJ, Edy Nursalam menyatakan bahwa koordinasi tentang perpanjangan rute MRT sudah dilakukan. Salah satunya dengan PT MRT, operator MRT Jakarta.

Edy menyatakan pra studi kelayakan baru dilakukan. Setelah studi kelayakan, nantinya akan diketahui jumlah potensi penumpang, peluang pendapatan investasi, investor swasta yang berminat, dan lainnya.

Meski tahap masih cukup panjang. Namun, ada sejumlah usulan stasiun MRT. Stasiun yang direncanakan adalah Stasiun Lebak Bulus, Stasiun UMJ, Stasiun UIN, Stasiun Pasar Ciputat, Stasiun Pustekkom, Stasiun Pondok Cabe, Stasiun Pamulang Barat, Stasiun Pondok Benda, Stasiun Babakan, Stasiun Puspitek, Stasiun Rawa Buntu, dan Stasiun Tangerang.

Baca juga: Pemprov DKI Berencana Bangun Hunian Vertikal Dekat Stasiun MRT dan KRL Commuter Line

Bagikan:
2365 kali