OK
Dijual
Disewa
Properti Baru
Panduan

Reklamasi Proyek CPI Makassar Resmi Dilaksanakan

12 Oktober 2023 · 2 min read Author: Wita Lestari

KSO Ciputra Yasmin Dalam Acara Contract Signing Seremoni

KSO Ciputra Yasmin pada acara “Contract Signing Seremoni”, Kamis (24/3). (Foto: Dok. Ciputra)

KSO Ciputra Yasmin dan PT Boskalis Internasional Indonesia menandatangani kontrak kerja sama Reklamasi Proyek Centre Point of Indonesia (CPI) – Makassar, pada Kamis (24/3).

PT Boskalis Internasional Indonesia adalah pemenang tender di antara enam kontraktor lainnya. Jangka waktu pelaksanaan kontrak adalah 24 bulan sejak penandatanganan, sehingga pekerjaan tersebut diharapkan rampung pada Maret 2018.

Kontrak pengerjaan reklamasi tersebut ditandatangani oleh Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi bersama Direktur Utama PT Yasmin Bumi Asri Aditya M. Kouwagam yang mewakili KSO Ciputra Yasmin. Sementara PT Boskalis International Indonesia diwakili oleh Theodorus Baartmans, anggota Board of Management – Boskalis International.

Pada proyek reklamasi ini, KSO Ciputra Yasmin memulai dengan prioritas pengerjaan lahan yang akan diserahkan kepada Pemprov Sulawesi Selatan seluas 50,47 hektar sebagai dedikasi.

“KSO Ciputra Yasmin akan menunjukkan komitmennya kepada pemerintah dan Masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya, dengan sesegera mungkin membangun dan menyerahkan lahan reklamasi untuk fasilitas publik,” kata Harun Hajadi selepas acara penandatanganan.

Baca juga: Reklamasi Proyek CPI Sebagian untuk Fasilitas Publik

Lahan seluas 50,47 hektar tersebut sesuai  perjanjian kerja sama yang telah disepakati. Adapun data proyek CPI-Makassar adalah Luas Total Proyek CPI: 157,23 hektar; Lahan Pemprov Sulsel: 50,47 hektar;   CitraLand City Losari: 106,76 hektar.

Fasilitas publik lainnya yang telah dikerjakan dan sudah dimanfaatkan langsung oleh masyarakat sekitar CPI adalah pengerukan jalur nelayan. Pengerukan ini menelan dana  hampir Rp2 Miliar.

“Jalur Nelayan dari Pantai Losari menuju Tempat Pelelangan Ikan Rajawali yang tadinya sangat sulit dilalui oleh perahu nelayan karena pendangkalan dan sempit ukuran, kini bisa dilalui dengan leluasa setelah dikeruk oleh KSO Ciputra Yasmin. Jalur tersebut kini menjadi lebih lebar dan lebih dalam,” tutur Harun Hajadi.

Jalur Nelayan tersebut nantinya masih akan diperlebar sesuai Master Plan yang telah disetujui pemerintah dan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Makassar saat ini. Juga seiring pengembangan pembangunan kawasan CitraLand City Losari, Makassar.


Tag: , , , , , , , ,


IKLAN

Tutup iklan
×

SCROLL UNTUK TERUS MEMBACA