Wisma Atlet Kemayoran yang jadi incaran karena merupakan hunian di tengah Kota Jakarta berharga terjangkau. Foto: Rumah123/Jhony Hutapea
 

Wisma Atlet Kemayoran? Ah, siapa yang gak mau hunian di situ? Selain lokasinya sangat strategis di tengah Kota Jakarta, harganya pun terjangkau masyarakat menengah ke bawah. Kalau kamu milenial warga Kota Jakarta yang belum punya hunian, berpeluang tinggal di unit apartemen bekas mondok para atlet Asian Games 2018 ini.

Meskipun perhelatan akbar tersebut sudah selesai, tapi untuk saat ini Wisma Atlet Kemayoran masih akan digunakan untuk Asian Para Games 2018 yang berlangsung 6-13 Oktober 2018. Jadi, sabar ya. Setelah itu, peruntukan Wisma Atlet ini untuk apa?

"Untuk bantu generasi milenial yang belum memiliki rumah bisa sewa atau mahasiswa yang ada di Jakarta," kata Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Khalawi, seperti dikutip Detik.com, Selasa (11-9-2018). "Tapi, memang saat dibangun peruntukannya memang untuk rusun," katanya lagi.

Baca juga: 5 Hal yang Bikin Wisma Atlet Kemayoran Jadi Incaran Para Pencari Hunian

Penentu apakah Wisma Atlet akan dijadikan rusun atau rusunami adalah Sekretariat Negara (Setneg). Termasuk berapa kepastian harga sewa atau jualnya itu juga ditentukan oleh Setneg. "Ya (harga) itu juga masih menunggu keputusan Setneg," kata Khalawi.

Hunian vertikal yang rampung dibangun oleh Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan pada Desember 2017 ini terdiri atas 10 menara. Tujuh menara ada di Blok D10 dengan total unit 5.494 bisa menampung 16.482 orang. Tiga menara lainnya di Blok C2 dengan total unit 1.932 yang mampu menampung 5.796 orang.

Baca juga: Rampung Agustus 2017, Rusun Ini Sementara Buat Atlet Dulu Ya!

Kementerian PUPR mengajukan diri agar bisa mengelola di bagian Blok C2 tersebut. Pihak Kementerian PUPR ingin menjadikan blok tersebut hunian bagi PNS Kementerian PUPR yang belum punya rumah. "Kami memang minta yang Blok C2 untuk kami yang kelola. Tapi, kami masih menunggu keputusan Setneg. Kalau disetujui ya nanti untuk PNS Kementerian PUPR," kata Khalawi. *

Bagikan: 2539 kali