investasi properti- rumah123.com Ada Beragam Bentuk Investasi. Salah Satunya Adalah Investasi Properti. Investasi Ini Memberikan Keuntungan Berupa Capital Gain dan Rental Yield (Foto: Rumah123/Getty Images)

Ada banyak bentuk investasi. Salah satu yang dikenal oleh orang adalah investasi properti. Investasi ini memiliki keuntungan berupa capital gain dan rental yield.

Investasi memiliki beragam bentuk. Ada yang berupa investasi berupa aset kertas, investasi barang, hingga investasi bisnis.

Saat kamu memutuskan untuk berinvestasi, pastinya ada keuntungan dan kerugian. Sebelum kamu melakukannya, kamu harus mempelajari risiko.

Baca juga: Suku Bunga Acuan BI Turun Dua Kali, Saatnya Investasi Properti

Investasi memberikan imbal balik yang lebih tinggi dibandingkan menabung. Sudah tahu kan kenapa orang bisa memiliki kekayaan dari berinvestasi?

Kamu juga harus ingat kalau jangan menaruh uang dalam satu keranjang investasi. Artinya kamu harus memiliki beragam investasi. Kalau bisa seluruhnya, kenapa tidak?

1. Investasi dalam Bentuk Aset Kertas

Investasi seperti ini adalah deposito, reksadana, saham, dan obligasi. Kalau deposito termasuk investasi aset berjangka waktu pendek.

Sementara untuk reksadana, obligasi, hingga saham merupakan bentuk investasi aset kertas untuk jangka waktu menengah hingga jangka waktu panjang. Sebelum berinvestasi seperti ini, kamu harus mempelajari risikonya.

Kamu harus menemui manajer investasi untuk memahami risiko investasi saham, obligasi dan saham. Jika sudah memahaminya, investasi dalam bentuk aset kertas bisa menguntungkan.

2. Investasi Bisnis

Kamu tidak usah membayangkan untuk berinvestasi puluhan miliaran dalam berinvestasi. Kamu bisa memulainya dari hal kecil misalnya berinvestasi dalam bisnis kuliner.

Misalnya kamu memiliki uang untuk berbisnis. Lantaran kamu tidak memiliki pengalaman, kenapa kamu tidak bergabung dengan rekan yang sudah memiliki warung makan. Mungkin dia berencana untuk membuka outlet kedua.

Kamu bisa menanamkan uang sebagai investor untuk membuka gerai baru. Sebelumnya, jangan lupa untuk membuat kesepakatan bisnis dalam menentukan berapa porsi saham.

3. Investasi Properti

Investasi ini sudah dikenal oleh orang secara luas. Investasi properti memberikan capital gain (kenaikan harga properti) dan juga rental yield (sewa properti).

Kekurangan dari investasi ini memang tidak likuid. Artinya kamu tidak mudah untuk menjual properti dalam waktu cepat. Namun, capital gain dan rental yield ini tidak dimiliki oleh instumen investasi lainnya.

Yang dimaksud dengan capital gain adalah investor memiliki peluang untuk mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga properti. Misalnya kamu membeli apartemen Rp300 juta. Setelah lima tahun, properti ini bisa berharga lebih tinggi, mungkin Rp400 juta atau bahkan Rp500 juta.

Baca juga: Investor Asing Tetap Lirik Indonesia, Kamu Sudah Berinvestasi Properti Belum?

Investasi properti memang unik. Harga properti second malah lebih mahal dibandingkan properti baru. Apalagi jika properti berada di lokasi yang bagus.

Saat kamu membeli apartemen, rumah, atau lainnya, investor bisa memilih untuk menyewakan atau mendapatkan rental yield. Kamu bisa mendapatkan pemasukan pasif dari sewa properti. Harga sewa properti juga selalu naik dari tahun ke tahun.

Apartemen menjadi salah satu investasi properti yang menguntungkan saat ini. Banyak orang yang memilih menyewa di apartemen ketimbang kos lantaran memiliki banyak fasilitas dan juga punya privacy.

Baca juga: LRT Akan Dibangun di Surabaya, Yuk Siap-siap Investasi Properti di Jawa Timur

Bagikan: 416 kali