Ilustrasi (Rumah123/Realestate.com.au)

Salah satu motivator ternama Rene Suhardono mengatakan kalau di era saat ini ada banyak pekerjaan yang dahulu tidak ada sama sekali. Nah, pastinya kamu sebagai generasi milenial merasakannya.

Kamu kerja apa sih, kok di depan laptop melulu? Nah, pertanyaan ini pasti terlontar dari mereka yang berasal dari generasi baby boomers alias mereka yang lahir pada era 1940-an hingga 1960-an. Mereka ini bisa saja orang tua, mertua, serta om dan tante.

Baca juga: Ini Bukan Rumah Lho, Tapi Kantor! Kamu Mau Kerja di Sini?

Sebaliknya, buat kamu generasi milenial yang lahir pada awal 1980-an hingga pertengahan 1990-an, sudah mengenal komputer sejak dua dasawarsa lalu.

Apalagi pada era 2010-an saat internet semakin berkembang pesat. Pekerjaan pun semakin beragam terutama berbasis informasi teknologi. Kamu bisa menjadi data scientist, behavior analyst, dan lainnya.

Baca juga: Kantor di Rumah dengan Desain Sayap Kupu-kupu, Yuk Bikin Juga

Kamu bisa bekerja secara remote. Bisa saja kantor kamu berada di Amerika Serikat atau Singapura, tetapi kamu memilih bekerja di Jakarta.

Nah, kalau begini, ada persoalan pelik ketika kamu sudah menikah dan masih menumpang bersama orang tua atau mertua. Mereka terutama mertua akan bertanya sebenarnya kamu bekerja atau nggak sih?

Baca juga: Wah, Enaknya Berkantor di Halaman Belakang Rumah

“Sekarang kita berkarier bisa dari rumah lho. Orang tua atau mertua akan berpikir anak ini nggak kerja, kok di rumah melulu,” ujar perencana keuangan Avian Dwiputra RFA kepada Rumah123.

“Nanti mertua pikir anak saya dikasih makan apa? Ini bisa pengaruh ke pekerjaan atau proyek yang sedang kita kerjakan,” lanjut Avian.

Baca juga: Siapa Sangka Ada Kantor yang Keren Banget di Dalam Kastil!

Sudah seharusnya kamu memiliki hunian sendiri. Kamu bebas menentukan jam kerja kamu sendiri di rumah tanpa perlu harus selalu menjawab pertanyaan mertua atau orang tua.

Kalau kamu merasa terganggu, bisa jadi kamu tidak lagi bisa fokus untuk bekerja. Kalau sudah begini, kamu rugi sendiri kan?

Makanya, kamu harus memiliki hunian sendiri kalau sudah menikah. Jangan tinggal bersama orang tua, apalagi dengan mertua. Yuk, nekat beli rumah. Yuk, buruan investasi properti.

Bagikan: 789 kali