cicil rumah

Dilema kerap dihadapi oleh orang-orang yang memiliki gaji pas-pasan di ibu kota dalam urusan hunian.

Beberapa orang memilih untuk mencicil rumah, sementara sebagian lainnya memilih untuk mengontrak rumah.

Padahal, keduanya sama-sama mengeluarkan uang yang tak jauh berbeda.

Lalu, mana sebaiknya yang harus dipilih?

Melansir Lifepal,  dengan kondisi keuangan yang terbatas, seseorang mungkin hanya bisa mencicil rumah di wilayah yang jauh dari ibu kota. 

Sementara, seseorang bisa mendapatkan hunian di wilayah strategis dengan mengontrak, hanya saja rumah tersebut tidak menjadi hak milik.

Gaji Rp 5 juta di ibu kota seperti Jakarta sejatinya merupakan gaji yang lebih besar ketimbang upah minimum provinsi.

Namun, pengeluaran per kapita di Jakarta pun cukup besar, yakni  Rp 2.257.991 per bulan menurut Badan Pusat Statistik (BPS).

Hal itulah yang membuat mereka yang bergaji Rp 5 juta seringkali masih dianggap pas-pasan.

Cicil Rumah

developer rumah pailit

Melansir Kompas, membeli rumah akan menjadi ide yang baik untuk dilakukan.

Aset properti tersebut nantinya bisa diwariskan ke anak cucu  untuk dijadikan tempat tinggal atau bisnis.

Namun, sebelum membeli rumah, pastikan kamu  mengetahui tiga hal di bawah ini:

1. Tentukan Tujuan Saat Cicil Rumah

Hunian memang menjad kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Namun, pastikan kamu telah menentukan tujuan saat mencicil rumah.

Entah itu untuk dijadikan tempat tinggal maupun investasi.

Sebab, rumah kosong yang tidak berpenghuni justru rawan rusak karena tingkat kelembabannya tinggi.

Jika kamu mencicil rumah untuk investasi, pastikan kamu tahu apa yang ingin kamu lakukan dengan rumah tersebut.

Entah itu disewakan atau digunakan sebagai tempat bisnis nantinya.

Kamu juga bisa melakukan flipping (beli dan jual dalam waktu singkat) atau menjualnya kembali di kemudian hari untuk mendapat capital gain dari harga rumah saat ini.

2. Jangan Terburu-buru

Jika kamu membeli rumah secara kredit, dibutuhkan komitmen dalam jangka waktu yang lama.

Untuk itu, perlu persiapan finansial yang matang saat memutuskan untuk cicil rumah.

Jangan terburu-buru untuk membeli rumah hanya karena orang lain yang seusiamu sudah memiliki hunian sendiri.

Bila saat ini dana belum tersedia, maka buatlah target dalam beberapa tahun ke depan untuk membeli rumah.

3. Pastikan Kuat Secara Finansial

Kuat secara finansial tidak diukur dari kemampuan seorang membeli rumah secara tunai sekaligus.

Hal itu harus mengacu pada nilai rasio-rasio keuangan pribadi orang yang bersangkutan.

Rumah tidaklah murah, dan membeli rumah secara kredit membutuhkan komitmen untuk jangka panjang.

Untuk itu, sebelum mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), pastikan kamu memiliki beberapa hal, yakni:

- Dana darurat minimal setara dengan enam kali pengeluaran bulanan berupa aset lancar (tabungan, kas, dan setara kas) yang berada di kisaran 15 - 20 persen kekayaan bersih. - Asuransi jiwa dengan uang pertanggungan yang sesuai dengan kebutuhanmu.  - Uang dalam batas wajar, dalam artian jika memiliki utang, besarannya tidak melebihi 50 persen dari aset.

4. Cicilan Per Bulan Tidak Lebih dari 35 Persen Penghasilan

Agar keuanganmu tetap sehat, usahakan agar cicilan per bulan yang dibayarkan untuk KPR maksimal adalah 35 persen penghasilan.

Bila penghasilan bersihmu adalah Rp5 juta, maka cicilan per bulan maksimal yang bisa dibayar adalah Rp1,75 juta.

Pastikan kamu juga menyediakan dana darurat terlebih dulu sebelum memutuskan untuk mengambil KPR.

Kontrak Rumah

Untuk kamu yang belum memiliki kondisi finansial yang kuat, maka mengontrak bisa jadi pilihan yang tepat.

Terutama jika kamu tinggal di lokasi yang jauh dari tempat kerja dan membutuhkan hunian selama satu tahun atau lebih.

Demi kenyamanan beraktivitas sehari-hari, tidak ada salahnya untuk mengontrak dulu sembari mengumpulkan dana membeli rumah dalam beberapa tahun ke depan.

Meski begitu, ada beberapa pertimbangan saat kamu memutuskan untuk mengontrak rumah.

1. Waktu Mengontrak Rumah

Jangan terlalu cepat memutuskan untuk mengontrak sebuah rumah sebelum kamu tahu berapa lama estimasi tinggal di kontrakan.

Sebab, mengontrak dan mencicil sama-sama akan menciptakan pengeluaran pasif.

Namun mengontrak tidak akan disertai dengan penambahan aset.

Terlalu lama mengontrak hanya akan menambah pengeluaranmu.

2. Harga Sewa Kontrakan Setengah dari Penghasilan Tahunan

Dengan penghasilan bulanan Rp 5 juta, maka jika jumlah penghasilanmu setahun adalah Rp 60 juta.

Untuk itu, carilah kontrakan yang biaya sewanya di bawah Rp 30 juta per tahun (di bawah setengah dari gaji tahunan).

Semakin mahal biaya kontrakan, maka semakin besar pula pengeluaran bulanan yang harus dikeluarkan.

Ketika biaya sewa kontrakan dalam setahun adalah setengah atau lebih dari penghasilan tahunan, maka kamu akan kesulitan berinvestasi untuk tujuan jangka pendek, menengah, atau panjang.

3. Kontrakan yang Dekat dengan Tempat Kerja

Ketika lokasi kontrakanmu jauh, maka ada uang transportasi lagi yang harus dipersiapakan.

Untuk itu, akan lebih baik jika kamu mencari kontrakan yang dekat dengan lokasi kerja sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi.

Itulah beberapa tips bagi mereka yang bergaji Rp5 juta namun dilema antara memilih cicil atau kontrak rumah.

Jangan lupa kunjungi artikel.rumah123.com untuk dapatkan artikel menarik lainnya seputar properti. 

Kamu juga bisa mencari properti yang sesuai kebutuhanmu seperti Green Serpong Bintaro hanya di www.rumah123.com.

Bagikan:
7354 kali