Benjolan di leher bisa jadi sesuatu yang sepele atau justru pertanda penyakit berbahaya. Cari tahu perbedaannya di bawah ini!

benjolan di leher

Tidak sedikit gejala awal suatu kondisi kesehatan dapat terlihat dari kemunculan tanda di tubuh. 

Penyebab Benjolan di Leher yang Jadi Tanda Penyakit 

Jangan sepelekan berbagai tanda yang muncul di tubuh seperti benjolan yang bisa saja membawa pesan akan kesehatanmu yang terganggu. 

Beberapa penyebab penyakit yang ditandai dengan gejala ini bisa kamu simak sebagai berikut. 

1. Pembengkakan kelenjar tiroid

Kelenjar yang memiliki bentuk bak kupu-kupu ini berada di bagian leher dan posisinya tepat di depan tenggorokan kamu. 

Kelenjar tiroid kerap tidak tampak, namun karena beberapa sebab, kelenjar ini bisa membengkak dan menimbulkan benjolan di leher yang dikenal dengan sebutan gondok. 

Pembengkakan ini dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, seperti kekurangan yodium, kelenjar terlalu atau kurang aktif, dan kanker tiroid.

Kesehatan kelenjar tiroid sering dikaitkan dengan manfaat garam yang bisa membantu mencegah berbagai penyakit yang tidak diinginkan. 

2. Batu di kelenjar ludah

Senyawa kimia yang ditemukan dalam air liur juga dapat mengendap dan membentuk mengeras membentuk batu kecil. 

Batu kecil ini kemudian dapat menyumbat aliran air liur ke dalam mulut yang pada akhirnya dapat menyebabkan benjolan di leher.

Menjaga kesehatan mulut dan gigi dengan mencoba berkumur menggunakan campuran air dan baking soda bisa jadi solusi alami yang bisa dilakukan rutin.

3. Benjolan di leher tanda kanker

Mayoritas benjolan di leher kiri maupun kanan bersifat jinak alias tidak berpotensi membawa dampak yang berbahaya untuk kesehatan. 

Walaupun demikian, ada juga potensi benjolan yang muncul merupakan keganasan akan semakin besar risikonya pada orang yang berusia di atas 50 tahun. 

Kamu juga bisa berisiko tinggi mengalami benjolan di leher yang bersifat karsinogenik atau memicu munculnya kanker jika menjalani gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. 

Bukan hanya itu, benjolan di leher juga bisa menjadi pertanda bahwa kamu menderita penyakit leukimia (kanker darah putih), kanker payudara, limfoma hodgkin, limfoma non Hodgkin, sampai kanker paru-paru.

4. Skin tag atau pertumbuhan kulit berlebih

Skin tag bisa muncul saat kulit sering bergesekan dengan kulit di sekitarnya. 

Hal ini menyebabkan daging kecil berwarna kecoklatan mirip kutil yang disebut skin tag pun terbentuk. 

Kondisi ini lumrah ditemui dan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit sama sekali, serta minim resiko yang dapat membahayakan kesehatan. 

Terkadang, skin tag dapat terpuntir dan putus disebabkan kehilangan pasokan darah. 

Siapapun memiliki resiko yang sama untuk mengalaminya, khususnya penderita diabetes tipe 2, obesitas, wanita hamil dan orang tua.

5. Waspada Gejala Benjolan di Leher

Tanda benjolan di leher yang berbahaya atau tidak bisa dikenali dengan beberapa kriteria sebagai berikut: 

- Tidak ada pengecilan ukuran dalam kurun waktu hingga lebih dari sebulan.

- Terlihat terus dengan jelas bentuknya.

- Saat disentuh terasa cukup keras atau tidak ada pergerakan sama sekali alias bersifat kaku.

- Gejala lain yang mungkin timbul bersamaan termasuk demam, sesak napas, nyeri sampai sulit menelan, penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, suara serak, adanya darah pada air liur, hingga perubahan kulit di sekitar benjolan.

Jika sudah demikian, segera kunjungi dokter terdekat untuk melakukan pengecekan lebih lanjut supaya kamu bisa mendapat diagnosis mendalam mengenai kondisi benjolan di leher dan mendapat penanganan yang tepat. 

Temukan beragam informasi menarik lainnya di artikel.rumah123.com!

Intip juga proyek properti terbaik di Grand Central Bogor!

Bagikan:
882 kali