puasa terlama dan tercepat Ilustrasi Kurma Sebagai Makanan Berbuka. Sejumlah Wilayah di Dunia Melewati Waktu Puasa Terlama Hingga 20 Jam. Ada Juga Area yang Durasi Waktu Puasa Terpendek Hanya 11 Jam (Foto: Rumah123.com/Freepik.com)

Ada yang menjalani puasa hingga 20 jam, namun ada juga yang hanya 11 jam. Di mana sih puasa terlama dan juga puasa tercepat di dunia? 

Umat Islam di seluruh dunia kembali menjalankan ibadah puasa pada 2020. Begitu juga umat Muslim di Indonesia. 

Ada sedikit perbedaan saat menjalankan ibadah puasa pada tahun ini, apalagi kalau bukan lantaran pandemi virus corona atau covid-19. 

Salah satunya perbedaan adalah tidak adanya salat tarawih. Salat sunnah ini dilakukan di rumah saja. 

Umat Islam pun juga menjalankan puasa di rumah saja. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. 

Pemerintah juga telah melarang mudik atau pulang kampung pada Idul Fitri. Mudiknya tahun depan saja ya. 

Meski begitu, ada hal yang tidak berubah yaitu di mana puasa terlama di dunia, puasa terpendek atau puasa tercepat pada 2020. 

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ada sejumlah kawasan dengan durasi puasa terlama dan juga wilayah dengan waktu puasa tercepat.  

Puasa Terlama dan Terpendek di Dunia Pada 2020 

Situs Moroccoworldnews.com melansir bahwa puasa terlama pada 2020 ini adalah 20 jam, sementara puasa terpendek adalah 11 jam. 

Rata-rata waktu berpuasa di Timur Tengah berlangsung selama 15 hingga 16 jam. Hmm, lumayan lama ya. 

Waktu berpuasa di benua Afrika bervariasi. Durasi puasa terpendek berlangsung di Afrika Selatan yaitu 11,5 jam. 

Sedangkan di sejumlah wilayah, waktu berpuasa bervariasi. Mereka yang tinggal di Kenya hanya berpuasa selama 13 jam. 

Waktu puasa di Ethiopia selama 14 jam, Sudan selama 14,5 jam, Mesir selama 15,5 jam, sedangkan Maroko lebih lama lagi yaitu 16 jam. 

Waktu Berpuasa di Eropa Termasuk Terlama di Dunia 

Durasi berpuasa di Eropa terbilang lama. Bahkan, negara-negara di Eropa Utara menjalani masa puasa paling lama. 

Mereka yang tinggal di Norwegia, Greenland, dan Finlandia harus berpuasa selama 20 jam. Wow, lama banget kan? 

Durasi berpuasa di negara-negara yang berada di belahan Bumi bagian Utara menjadi waktu yang terlama. 

Bayangkan kalau puasa selama 20 jam. Misalnya kamu makan sahur jam 04.00 pagi waktu setempat. 

Lantas kamu baru berbuka pada jam 24.00 waktu setempat. Puasa selama 13 jam saja, banyak yang tidak kuat kan? 

Kalau puasanya selama 20 jam, lantas kapan salat Isya dan salat tarawih ya? Baru beberapa lagi kemudian kamu harus berpuasa lagi. 

Namun, biasanya ada fatwa yang membuat umat Islam tidak berpuasa dengan durasi yang lama. 

Sementara sejumlah negara Eropa Barat lainnya seperti Spanyol, Prancis, dan Italia akan melakukan puasa selama antara 16,5 jam hingga 18 jam. 

Negara-negara yang tinggal di Eropa Timur, waktu berpuasanya akan berlangsung antara 17 jam hingga 17,5 jam. 

Waktu berpuasa di benua lainnya, Amerika Utara dan Amerika Selatan juga cukup lama yaitu antara 16 jam hingga 17 jam. 

Namun, sejumlah kawasan di Amerika Selatan, durasi puasanya malah ada yang termasuk puasa terpendek di dunia. 

Durasi berpuasa di Argentina dan Chile hanya 11,5 jam, sedangkan Brasil hanya 12,5 jam. Kamu mau pindah ke sini? 

Waktu Berpuasa di Asia Lebih Pendek 

Lantas bagaimana dengan umat Muslim di Asia dan Australia. Mereka yang tinggal di China harus menjalani puasa selama 16,5 jam. 

Sedangkan umat Islam yang tinggal yang tinggal di Asia Tenggara akan menjalani puasa selama rata-rata 13 jam. 

Waktu puasa di Singapura dan adalah 13,5 jam, Thailand selama 14 jam, sedangkan Indonesia adalah 13 jam 15 menit. Ini untuk hari pertama puasa pada 2020. 

Umat Islam yang tinggal di India, Bangladesh, dan Pakistan baru berbuka puasa setelah 16 jam. 

Sedangkan mereka yang berada di Australia dan Selandia Baru akan menjalani puasa selama 11,5 jam. 

Mereka yang tinggal di belahan Bumi bagian selatan akan menjalani puasa dengan durasi terlama di dunia pada 2020. 

Durasi puasa di Afrika Selatan, Australia, Selandia Baru, Argentina, dan Chile hanya berpuasa selama 11,5 jam, 

Situs Gulfnews.com melansir bahwa penghitungan waktu ini cukup sederhana saja dan tidak rumit. 

Cara kalkulasinya hanya menghitung jarak waktu Fajar atau terbitnya matahari dengan waktu Magrib alias terbenamnya matahari.

Baca juga: Puasa 22 Jam? Alhamdulillah, Kamu Ga Tinggal di Sini

Bagikan:
944 kali